Feature

Menggali Akar Sejarah, Menentukan Arah Gerakan di Sarasehan HW Kediri Raya

77
×

Menggali Akar Sejarah, Menentukan Arah Gerakan di Sarasehan HW Kediri Raya

Sebarkan artikel ini
Sarasehan Hizbul Wathan Kediri Raya membahas penyusunan buku sejarah, penguatan media sosial, hingga strategi lomba prestasi nasional guna melahirkan inovasi gerakan kepanduan yang spektakuler bagi organisasi.
Para peserta sarasehan Hizbul Wathan di sela-sela kegiatan Jamda VI Kwarda HW Kabupaten Kediri. (Tagar.co/Aminulloh Fatkhur Roziqi)

Sarasehan Hizbul Wathan Kediri Raya membahas penyusunan buku sejarah, penguatan media sosial, hingga strategi lomba prestasi nasional guna melahirkan inovasi gerakan kepanduan yang spektakuler bagi organisasi.

Tagar.co – Angin sepoi-sepoi menyelinap masuk ke dalam tenda sekretariat Jambore Daerah (Jamda) VI Hizbul Wathan (HW) Kabupaten Kediri. Di sana, suasana hangat menyelimuti para tokoh kepanduan yang berkumpul usai seremoni pembukaan.

Perwakilan dari Kabupaten dan Kota Kediri, Blitar, Jombang, hingga Tulungagung duduk bersama. Mereka menghadiri forum penting bernama Sarasehan HW se-Konsul Kediri Raya, Kamis (30/4/2026) sore.

​Ketua Kwarda HW Kabupaten Kediri, Syafii, membuka diskusi dengan nada optimistis. Ia memantik semangat para peserta dengan mengingatkan kembali memori saat peluncuran Tunas Athfal di Gumul beberapa bulan lalu. Menurutnya, pertemuan hari ini bukan sekadar rutinitas, melainkan kelanjutan dari rantai inovasi yang sudah mereka bangun sejak lama.

​“Kegiatan Jaya Melati 2 yang kami laksanakan sebelumnya juga berangkat dari sarasehan saat meluncurkan Tunas Athfal di Gumul. Kami menaruh harapan besar agar sarasehan hari ini melahirkan lagi kegiatan yang lebih inovatif dan spektakuler,” ujar Syafii dengan penuh keyakinan. Suaranya mantap, menegaskan HW Kediri Raya tidak ingin jalan di tempat.

Baca Juga:  Ketika Scorpion 100 Tongkat Karya HW Spemdalas Raih Prestasi di Ajang Hisco

​Berikutnya, Ketua Kwartir Wilayah (Kwarwil) HW Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, mengambil alih kemudi diskusi. Ia menyuguhkan peta jalan konkret bagi masa depan organisasi. Fokus utamanya jelas: memperkuat fondasi gerakan melalui literasi sejarah dan pengembangan program yang adaptif terhadap zaman.

Menggali Akar Sejarah dan Jejak Digital

Rohim, sapaan akrabnya, menekankan identitas organisasi berpijak pada sejarah yang kuat. Saat ini, pihaknya tengah memacu penyusunan buku sejarah dan pergerakan Hizbul Wathan se-Jawa Timur. Proyek literasi ini menjadi ambisi besar untuk mendokumentasikan setiap tetes keringat perjuangan kader HW sejak masa kebangkitan awal.

​“Kami sedang menyusun buku sejarah dan pergerakan Hizbul Wathan se-Jawa Timur. Kami menuntut antusiasme semua pihak untuk menggali kembali sumber-sumber sejarah sejak masa awal kebangkitan HW,” ungkap Fathurrahim di hadapan para pimpinan Qobilah.

​Selain sejarah, ia juga membedah strategi teknis terkait administrasi dan pedoman organisasi. Kwartir Pusat (Kwarpus) saat ini sedang merampungkan buku materi resmi sebagai pegangan gerakan. Mengingat Tunas Athfal belum memiliki pedoman khusus, ia menyarankan para pembina untuk menggunakan referensi buku yang sudah terbit sebagai fondasi awal kegiatan di tingkat dasar.

Baca Juga:  Halalbihalal LPCRPM PWM Jatim, Perkuat Silaturahmi dan Dorong Program Strategis

​Strategi modernisasi pun tidak luput dari pembahasannya. Ia mendorong Kwarda untuk lebih agresif menguasai ruang digital. Pemanfaatan media sosial bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menciptakan jejak digital yang positif. Ia juga mengusulkan diskusi rutin tiap tiga bulan di tingkat konsul dengan menggandeng anggota DPR melalui dukungan dana aspirasi atau jasmas.

Baca Juga: Jambore Daerah HW Kediri Libatkan Ribuan Peserta, Tiga Agenda Digelar Terpadu

Sinergi Lintas Sektor dan Target Prestasi

Kwarwil Jawa Timur juga menatap panggung nasional melalui Lomba Pandu Berprestasi (LPB) V. Wakil Sekretaris Kwarwil HW Jawa Timur, Aminulloh Fatkhur Roziqi, membeberkan peta kekuatan delegasi Jatim. Berdasarkan hasil rapat daring bulan lalu, mereka telah mengantongi nama-nama regu tangguh yang akan berangkat membawa nama besar Jawa Timur.

​“Kami memutuskan menunjuk tiga regu putra dan tiga regu putri juara ME Confest sebagai delegasi utama Jawa Timur dalam LPB V. Namun, Kwarwil HW Jatim tetap membuka peluang dan akan memberikan rekomendasi susulan apabila ada Kwarda yang menyatakan kesiapannya untuk bertugas menjadi peserta,” jelas Aminulloh secara terperinci terkait mekanisme pemilihan delegasi.

Baca Juga:  Kwarwil HW Jatim Konsolidasi di Tulungagung, Perkuat Pelatih dan Jaringan

​Sementara itu, Koordinator Konsul Kediri Raya, Gunawan, menegaskan pentingnya konsolidasi berkelanjutan. Baginya, pertemuan lintas daerah ini wadah berbagi gagasan dan persiapan menghadapi jenjang pelatihan yang lebih tinggi. Seperti Jaya Matahari 1. Ia mengingatkan, ijazah Jaya Melati 2 menjadi syarat mutlak bagi para pelatih yang ingin naik level.

​Rohim menutup arahannya dengan pesan tentang kolaborasi. Ia meminta setiap Kwarda untuk menjalin sinergi dengan organisasi otonom (ortom) lain serta menggandeng Lazismu. Kerja sama ini bertujuan agar setiap kegiatan memiliki gaung yang lebih semarak dan beban finansial yang lebih ringan.

“Kami berharap sinergi ini membuat setiap langkah organisasi terasa lebih ringan dan berdampak nyata,” pungkasnya menutup sarasehan yang penuh semangat tersebut. (#)

Jurnalis Aminulloh Fatkhur Roziqi Penyunting Sayyidah Nuriyah