
Model pendidikan di Pondok Modern Al-A’baqirah, Kuala Lumpur menggabungkan pengajian kitab klasik dengan sistem akademik modern yang diamati langsung oleh Foskam SMP/MTs Kabupaten Sidoarjo
Tagar.co — Integrasi pengajian kitab Turats klasik dengan kurikulum akademik modern menjadi daya tarik utama kunjungan Forum Silaturahmi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMP/MTs Kabupaten Sidoarjo ke Pondok Modern Al-A’baqirah, Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP) di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (29/4/2026).
Model ini dinilai mampu menghadirkan keseimbangan antara penguasaan ilmu agama dan kompetensi akademik modern. Integrasi tersebut tidak hanya menjadi konsep, tetapi terlihat langsung dalam praktik pembelajaran yang diamati rombongan.
Baca juga: Foskam SMP/MTs Sidoarjo Bawa Misi Budaya ke Kuala Lumpur
Rombongan dari Sidoarjo memulai agenda dengan ramah tamah, kemudian meninjau kegiatan belajar mengajar di sejumlah kelas serta laboratorium sains. Sebelum memasuki ruang kelas, rombongan mengisi buku kehadiran yang diwakili oleh Syaifullah, S.Psi., M.M., Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sidoarjo.
Di dalam kelas, suasana belajar berlangsung santai namun tetap terarah. Siswa mengenakan pakaian bebas, sementara guru memanfaatkan papan digital untuk menyampaikan materi. Dinding kelas yang dihiasi ilustrasi tata surya memperkuat nuansa visual pembelajaran, dan para siswa tampak fokus mengikuti penjelasan.
Pendekatan pembelajaran juga diperkuat dengan penggunaan bahasa dalam keseharian santri. Pimpinan pondok, Muhammad Al Zubair, menjelaskan bahwa siswa terbiasa menggunakan tiga bahasa sekaligus. “Dalam keseharian, siswa menggunakan Bahasa Melayu, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan utama lembaga terletak pada perpaduan kurikulum Turats dengan sistem pendidikan modern seperti SPM (Sijil Pelajaran Malaysia) dan STAM (Sijil Tinggi Agama Malaysia). Pendekatan ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kuat dalam pemahaman kitab klasik, tetapi juga memiliki daya saing akademik.

Ketua Foskam SMP/MTs Kabupaten Sidoarjo, Agus Widiyanto, M.Pd, menilai kunjungan ini memberikan banyak inspirasi, terutama dalam hal kesiapan sumber daya manusia. Ia menyoroti tenaga pengajar yang dipersiapkan secara serius dan sebagian merupakan lulusan Timur Tengah.
Selain itu, ia juga menangkap pentingnya fokus pada satu keunggulan utama lembaga, yakni mencetak lulusan yang mahir dalam penguasaan kitab turats beserta disiplin ilmu pendukungnya.
Di sisi lain, aspek inklusivitas tetap dijaga melalui program kelas kifayah yang diperuntukkan bagi siswa yatim dan mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Kunjungan ini menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan Muhammadiyah dalam merancang model pendidikan yang mampu memadukan tradisi keilmuan Islam dengan tuntutan akademik modern. (#)
Jurnais Mahyuddin Syaifulloh Penyunting Mohammad Nurfatoni












