Rileks

Dari Maroko Menuju Daratan Eropa

113
×

Dari Maroko Menuju Daratan Eropa

Sebarkan artikel ini
Imigrasi Tangier, Maroko. Rombongan bersiap memasuki imigrasi Pelabuhan Tangier, masing-masing membawa koper dan menyiapkan paspor untuk penyeberangan ke Eropa. (Tagar.co/Mohamad Isa)

Perjalanan dari Tangier menuju Tarifa hingga Sevilla menjadi pengalaman lintas benua yang tertata, indah, dan penuh makna.

Oleh dr. Mohamad Isa

Tagar.co – Sabtu, 25 April 2026, pukul 08.00 waktu setempat, rombongan bersiap meninggalkan Afrika menuju daratan Eropa melalui pelabuhan yang besar dan bersih. Koper ditarik masing-masing, paspor digenggam erat—semua dilakukan mandiri tanpa bantuan porter.

Penyeberangan Selat Gibraltar

Penyeberangan ini bukan sekadar perpindahan lokasi, tetapi juga pengalaman yang membutuhkan usaha dan kebersamaan. Mayoritas peserta berusia 50–70 tahun, namun semangat tetap tinggi. Satu per satu melewati proses imigrasi dan bea cukai, baik saat naik kapal di Tangier maupun saat tiba di Tarifa, Spanyol.

Baca juga: 19 Jam Menuju Maroko: Dari Casablanca ke Gerbang Andalusia

Menyusuri Selat Gibraltar menghadirkan pemandangan yang menenangkan. Laut biru membentang luas, cuaca cerah mengiringi perjalanan sejauh 32 km yang ditempuh sekitar satu jam. Kapal ferry besar dan mewah membawa penumpang sekaligus kendaraan, menghubungkan dua benua dalam satu lintasan.

Baca Juga:  11 Manfaat Puasa bagi Kesehatan, 7 Tip Menjalankannya secara Optimal

Biaya penyeberangan sekitar 28 € atau setara Rp 565.040 per orang (sudah termasuk dalam biaya tour), meskipun tarif dapat berubah tergantung waktu dan jenis kapal.

Pelabuhan Tarifa, Spanyol. Tiba di Pelabuhan Tarifa, rombongan resmi menginjakkan kaki di daratan Eropa setelah menyeberangi Selat Gibraltar. (Tagar.co/Mohamad Isa)

Tiba di Dataran Eropa

Rasa lega dan bahagia menyelimuti rombongan saat menginjakkan kaki di Tarifa, Spanyol. Proses imigrasi berjalan lancar dengan Visa Schengen sebagai syarat memasuki wilayah Eropa.

Perjalanan dilanjutkan menggunakan bus besar yang nyaman, dikemudikan oleh Yahya—driver asal Granada yang terampil. Suhu 19°C terasa sejuk, menemani perjalanan menuju Sevilla sejauh 250 km yang ditempuh sekitar 2,5 jam.

Sepanjang jalan, pemandangan Andalusia menyuguhkan hamparan hijau dan deretan kincir angin di perbukitan. Jalan tol relatif lengang, didominasi kendaraan produksi Eropa.

Di tengah perjalanan, rombongan beristirahat di rest area yang luas dan modern. Fasilitas lengkap, toilet gratis, serta tempat makan dan belanja tersedia dengan nyaman. Bus pun mengisi bahan bakar. Harga BBM di Spanyol saat itu mengalami kenaikan, salah satunya dipengaruhi kondisi geopolitik global.

Tampak Depan Masjid Sevilla. Pandangan depan Masjid Sevilla yang sederhana namun memiliki nilai sejarah dan kebersamaan umat Muslim di kota ini. (Tagar.co/Mohamad Isa)

Kota Sevilla

Sevilla, kota terbesar ketiga di Spanyol, menyambut dengan pesona arsitektur dan sejarahnya. Rombongan mengunjungi Giralda Tower, Santa Cruz, Alcázar, dan Plaza de España.

Baca Juga:  Menelisik Resep Kemajuan Cina: Catatan Perjalanan ke Shenzhen

Plaza de España menjadi salah satu yang paling memukau. Bangunan luas dengan gaya Renaisans ini dihiasi ornamen dari berbagai provinsi di Spanyol. Kanal yang membelah area menambah keindahan, sementara air mancur berdiri anggun di tengah plaza.

Saat kunjungan berlangsung, suasana semakin semarak karena bertepatan dengan peringatan hari nasional. Banyak warga mengenakan busana tradisional, menghadirkan nuansa budaya yang hidup.

Masjid Islamic Centre Sevilla. Masjid Islamic Centre Sevilla, tempat ibadah umat Muslim di tengah kota Sevilla yang berdiri melalui perjuangan panjang komunitas setempat. (Tagar.co/Mohamad Isa)

Salat di Sevilla

Di tengah hiruk-pikuk kota, rombongan tetap menjaga kewajiban ibadah. Jadwal salat telah diatur oleh tour leader, Mohamad Nor (Moha Lolo), sehingga perjalanan tetap selaras dengan nilai spiritual.

Salah satu momen berkesan adalah ketika mengunjungi masjid Sevilla (Islamic Centre Sevilla). Masjid ini berdiri melalui perjuangan panjang komunitas Muslim setempat.

Peran Frédéric Oumar Kanouté menjadi bagian penting dalam sejarahnya. Mantan pemain klub Sevilla tersebut menyumbangkan sekitar 700 ribu dolar untuk menyelamatkan dan membeli bangunan masjid di kawasan Ponce de León.

Plaza de España, Sevilla. Keindahan Plaza de España dengan arsitektur megah dan kanal yang menambah daya tarik salah satu ikon kota Sevilla. (Tagar.co/Mohamad Isa)

Penutup Hari

Menjelang pukul 20.00 waktu setempat, rombongan menikmati makan malam sebelum beristirahat di hotel. Hari yang panjang ditutup dengan rasa syukur.

Baca Juga:  19 Jam Menuju Maroko: Dari Casablanca ke Gerbang Andalusia

Waktu salat di Sevilla:
Subuh 05.56 | Zuhur 14.21 | Asar 18.08 | Magrib 21.11 | Isya 22.42

Tadabur alam merupakan cara mensyukuri nikmat Allah SWT. Peradaban Islam di Andalusia adalah cerita sejarah sebagai bahan pembelajaran dan perenungan.

Sevilla, Spanyol, 25 April 2026

Penyunting Mohammad Nurfatoni

Santa Cruz, Sevilla. Kawasan Santa Cruz dengan jalan-jalan sempit dan nuansa klasik yang mencerminkan sejarah panjang kota Sevilla. (Tagar.co/Mohamad Isa)