Feature

Kurangi Ketergantungan Gawai, SMK Matig Hadirkan Area Bermain Edukatif

293
×

Kurangi Ketergantungan Gawai, SMK Matig Hadirkan Area Bermain Edukatif

Sebarkan artikel ini
SMK Muhammadiyah 3 Gresik (SMK Matig) menghadirkan area bermain edukatif sebagai langkah nyata mendorong interaksi sosial siswa dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan gawai di lingkungan sekolah.
Siswa SMK Muhammadiyah 3 Gresik (SMK Matig) memanfaatkan fasilitas ruang interaksi dengan bermain catur dan Uno Stacko saat waktu istirahat. Program ini dihadirkan sebagai upaya sekolah untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap penggunaan handphone serta mendorong interaksi sosial secara langsung.

SMK Muhammadiyah 3 Gresik (SMK Matig) menghadirkan area bermain edukatif sebagai langkah nyata mendorong interaksi sosial siswa dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan gawai di lingkungan sekolah.

Tagar.co – Upaya mengurangi ketergantungan siswa terhadap penggunaan handphone terus dilakukan oleh SMK Muhammadiyah 3 (SMK Matiq) Gresik.

Salah satu langkah nyata yang diambil adalah menghadirkan fasilitas ruang interaksi dan permainan di lingkungan sekolah sebagai alternatif kegiatan positif bagi para siswa.

Program ini difokuskan pada area kantung sekolah yang selama ini menjadi titik berkumpul siswa saat waktu istirahat. Kini, area tersebut disulap menjadi lebih hidup dan menarik dengan berbagai permainan interaktif, seperti catur dan Uno Stacko (Uno Balok), yang dapat digunakan secara bebas oleh seluruh siswa.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengalihkan perhatian siswa dari kebiasaan bermain ponsel ke aktivitas yang lebih bermanfaat. Selain memberikan hiburan, permainan tersebut juga mendorong interaksi sosial secara langsung, melatih kemampuan berpikir strategis, serta mempererat kebersamaan antar teman.

SMK Muhammadiyah 3 Gresik (SMK Matig) menghadirkan area bermain edukatif sebagai langkah nyata mendorong interaksi sosial siswa dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan gawai di lingkungan sekolah.
Siswa SMK Muhammadiyah 3 Gresik (SMK Matig) memanfaatkan fasilitas ruang interaksi dengan bermain catur dan Uno Stacko saat waktu istirahat. Program ini dihadirkan sebagai upaya sekolah untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap penggunaan handphone serta mendorong interaksi sosial secara langsung.

Salah satu siswa, Abyan Bahiyyudin Hidayat, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. “Menurut saya program ini sangat bagus, karena sekarang kita jadi lebih sering ngobrol dan bermain langsung dengan teman-teman. Jadi tidak terus-terusan pegang HP,” ujarnya.

Baca Juga:  Jurusan TKKR SMK Matig Gresik Cetak Langkah Cepat, Siap Berlaga di LKS Jatim

Melalui program ini, SMK Matig menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter sosial siswa di era digital.

Pihak sekolah berharap inisiatif ini dapat berkembang menjadi budaya positif yang berkelanjutan, sehingga siswa semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi dan mampu menjaga keseimbangan antara dunia digital dan interaksi nyata. (#)

Jurnalis Rahma Penyunting Mohammad Nurfatoni