Feature

Siswa SMK Matiq Sulap Barang Bekas Jadi Alat Musik “Rampak Rosok”

53
×

Siswa SMK Matiq Sulap Barang Bekas Jadi Alat Musik “Rampak Rosok”

Sebarkan artikel ini
Box Music Instrument Eksperimental atau Rampak Rosok hasil kreativitas siswa SMK Matig. (Tagar.co/Istimewa)

Siswa SMK Matiq Gresik membuktikan kreativitas tak kenal batas dengan menciptakan instrumen musik unik dari barang bekas yang diberi nama “Rampak Rosok”.

Tagar.co – Kreativitas bisa lahir dari mana saja, bahkan dari barang-barang yang tak lagi terpakai. Itulah yang dibuktikan oleh siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 3 Gresik, yang lebih akrab disebut SMK Matiq, ketika mereka berhasil merakit sebuah alat musik unik yang diberi nama Box Music Instrument Eksperimental, atau akrab disebut “Rampak Rosok”.

Proyek ini merupakan bagian dari pembelajaran Seni Budaya dengan materi Kreativitas Musik, dibimbing langsung oleh guru seni, Syamsul Arifin alias Soul Esto. Melalui proyek ini, siswa tidak hanya berlatih memainkan musik, tetapi juga diajak menumbuhkan daya cipta sekaligus menjawab keterbatasan fasilitas alat musik di sekolah.

Baca juga: “Hantu Laut” di Mata Siswa SMK Matig: Dari Kelas ke Galeri Seni

Dalam proses pembuatannya, berbagai material bekas diolah kembali menjadi instrumen. Ada paralon, kaleng susu, pipa besi, meja rusak, hingga cakram rem bekas yang disusun sedemikian rupa.

Baca Juga:  Jurusan TKKR SMK Matig Gresik Cetak Langkah Cepat, Siap Berlaga di LKS Jatim

Beberapa tambahan seperti senar gitar dan kalimba turut dipasang untuk memperkaya kualitas suara. Hasilnya, tercipta irama yang unik, berbeda dari alat musik konvensional, namun sarat dengan nuansa kreatif.

“Proyek ini bukan hanya untuk berlatih musik, tetapi juga menumbuhkan semangat kreativitas, kebersamaan, serta kesadaran siswa akan pentingnya memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelas Soul Esto, Jumat (3/9/25).

Awalnya Pesimis

Kegembiraan terlihat dari wajah para siswa saat mencoba instrumen ciptaannya. M. Afan Maulana, salah satu anggota tim, mengaku sempat pesimis di awal.

“Awalnya kami ragu, apa bisa barang bekas jadi alat musik. Tapi setelah dicoba, ternyata suaranya keren dan berbeda dari biasanya. Kami jadi semangat untuk terus berkreasi,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Mahadewi Jingga. Menurutnya, pengalaman membuat dan memainkan Rampak Rosok memberikan kesan tersendiri.

“Belajar musik dengan Rampak Rosok membuat kami merasa lebih dekat dengan seni. Selain hemat, ini juga menyenangkan karena kami menciptakan sendiri alat musiknya,” ujarnya.

Karya sederhana namun penuh imajinasi ini diharapkan mampu menginspirasi siswa-siswi lainnya. Dari tangan-tangan muda di SMK Matiq, pesan penting pun tersampaikan: keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya, justru bisa menjadi titik lahirnya inovasi. (*)

Baca Juga:  SMK Matig Borong Juara LKS Dikmen Gresik, Empat Siswa Lolos ke Tingkat Provinsi

Penyunting Mohammad Nurfatoni