Feature

Dua Siswa Matig Art Production Raih Penghargaan Nasional

82
×

Dua Siswa Matig Art Production Raih Penghargaan Nasional

Sebarkan artikel ini
Aqiilah Naisyah Zhaafirah alias Eca dan penghargaan Duta Generasi Remaja Indonesia 2025 (Tagar.co/Istimewa)

Dua siswa SMK Matig Gresik, sukses menorehkan prestasi di Dugri dan ME-Confest 2025. Kreativitas dan kerja keras mereka menjadi inspirasi bagi teman-teman sekelas.

Tagar.co — Dua siswa SMK Muhammadiyah 3 Gresik (SMK Matig) yang tergabung dalam Matig Art Production sukses menorehkan prestasi membanggakan pada dua ajang bakat tingkat nasional.

Aqiilah Naisyah Zhaafirah atau Eca, siswi kelas XI-TKJ1 sekaligus Ketua Matig Art Production, meraih gelar Runner-Up III Duta Generasi Remaja Indonesia (Dugri) 2025, Gelar Utama Pariwisata, serta masuk Top 3 Voting Tertinggi.

Baca juga: “Hantu Laut” di Mata Siswa SMK Matig: Dari Kelas ke Galeri Seni

Sementara itu, Emilia Safitri atau Emily, siswi XI-TKJ1 yang menjadi Koordinator Bidang Tari Matig Art Production, berhasil masuk 10 besar dan meraih spesial awards pada lomba Baca Puisi ME-Confest 2025 yang digelar 29–30 November 2025 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Eca Raih Runner-Up III Dugri 2025

Dugri merupakan ajang pemilihan remaja berprestasi tingkat nasional yang digelar oleh CV Pesona Prestasi Official. Kompetisi ini bertujuan mencetak generasi muda yang aktif, kreatif, dan mampu menjadi agen perubahan.

Baca Juga:  Kurangi Ketergantungan Gawai, SMK Matig Hadirkan Area Bermain Edukatif

Eca mengaku mengikuti ajang ini untuk mengembangkan kemampuan dan memberi dampak positif bagi remaja lain.

“Saya ingin keluar dari zona nyaman dan terus berdampak bagi bangsa. Saya percaya Indonesia Emas 2045 dimulai dari langkah kecil remajanya yang mau berubah,” ujarnya, Selasa (2/12/25).

Perjalanan Eca dimulai sejak Agustus 2025, melalui tahapan pemberkasan, tes tulis, hingga karantina online selama tiga hari bersama peserta dari seluruh Indonesia. Dalam masa karantina, para peserta mengikuti debat, sharing session, unjuk bakat, hingga pembuatan video.

Puncaknya, pada Grand Final 27 September 2025, Eca diumumkan sebagai Runner-Up III Duta Generasi Remaja Indonesia 2025.

“Saya sangat bersyukur. Tidak percaya bisa sampai di titik ini. Semua saya persembahkan untuk keluarga dan orang-orang yang mendukung,” tuturnya haru.

Ia menyebut keluarga serta tokoh muda Jerome Polin sebagai sosok yang menginspirasinya.

Emilia Safitri atau Emily dengan penghargaan sebagai Spesial Awards ME-Confest 2025 ‘Baca Puisi’

Emily Raih Spesial Awards Baca Puisi di ME-Confest 2025

Prestasi juga diraih Emily melalui ajang ME-Confest 2025. Meski sempat minder saat bertemu peserta dari sekolah-sekolah besar di Jawa Timur, ia berhasil tampil percaya diri, masuk 10 besar, dan membawa pulang spesial awards.

Baca Juga:  Jurusan TKKR SMK Matig Gresik Cetak Langkah Cepat, Siap Berlaga di LKS Jatim

“Awalnya minder, tapi lama-lama aku bisa menikmati prosesnya. Senang bisa bertemu banyak teman baru,” katanya, Selasa (2/12/25)

Emily mengaku hampir tidak mengikuti lomba karena persiapan yang singkat. Namun dukungan guru serta latihan intensif membuatnya semakin mantap.

“Saya pikir tidak mungkin juara. Tapi setelah latihan di rumah dan dibimbing Pak Syam, rasa percaya diri mulai tumbuh,” jelasnya.

Baginya, kunci keberhasilan adalah konsisten latihan, menjaga kesehatan, dan tetap percaya diri.

“Nikmati prosesnya, tetap tenang, dan terus berkembang,” pesannya.

Muhammadiyah Education Festival and Conference (ME-Confest) merupakan ajang pengembangan talenta siswa Muhammadiyah di bidang seni, olahraga, dan budaya.

Cabang yang dipertandingkan meliputi Film Indie, Story Telling, Reading English News, English Speech, Khitabah, Tilawah Lagu, Cerpen, Musikalisasi Puisi, Jambore HW, Tapak Suci, Drumben, Basket, Futsal, hingga Lomba Guru Mendongeng.

Selain kompetisi se-Jawa-Bali ini, ME-Confest juga menjadi forum pertemuan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dalam agenda Muhammadiyah Enlightening Conference dengan nilai dasar keikhlasan, kepeloporan, dan ukhuwah Islamiyah. (#)

Baca Juga:  SMK Matig Borong Juara LKS Dikmen Gresik, Empat Siswa Lolos ke Tingkat Provinsi

Jurnalis Syamsul Arifin Penyunting Mohammad Nurfatoni