Feature

Pagi Religius Membuat Syahdu Sekolah Ini

175
×

Pagi Religius Membuat Syahdu Sekolah Ini

Sebarkan artikel ini
Pagi religius mewarnai SD Negeri 94 Gresik, Selasa (7/4/2026). Seluruh siswa mengikuti program pembiasaan ibadah rutin sesuai dengan agamanya secara khidmat.
Murid muslim menghafalkan doa salat di halaman sekolah. (Tagar.co/Syaifullah)

‎​Tagar.co – Pagi religius mewarnai SD Negeri 94 Gresik, Selasa (7/4/2026). Seluruh siswa mengikuti program pembiasaan ibadah rutin sesuai dengan agamanya secara khidmat.

‎​Di lapangan sekolah, siswa-siswi muslim berkumpul melaksanakan hafalan doa-doa salat. Kegiatan Selasa pagi ini dipandu siswa kelas 5 yang bertugas. Siswa ini memimpin pembacaan doa dengan didampingi guru agama Islam Fitria Dwi K, S.Pd.I.

Suara  lantang para siswa yang melafalkan doa menciptakan suasana syahdu di lingkungan sekolah di pagi itu.

‎Sementara di saat yang sama, siswa-siswi beragama Kristen melaksanakan doa bersama di ruang kelas 1. Acara doa dipimpin oleh Widhianti Astutik, guru agama Kristen.

Ditemui usai kegiatan, guru agama Islam Fitria Dwi K, S.Pd.I menjelaskan, pelibatan siswa kelas 5 sebagai pemimpin doa merupakan upaya sekolah melatih jiwa kepemimpinan serta kemandirian siswa.

‎​”Kegiatan ini merupakan program pembiasaan yang kami laksanakan setiap hari Selasa. Tujuannya jelas, agar anak-anak tidak hanya hafal bacaan salat secara lisan, tapi juga tertanam dalam karakter mereka sehari-hari. Kami meminta anak kelas 5 yang memimpin agar mereka belajar tanggung jawab,” ujar Fitri.

Baca Juga:  Kisah Sahabat Nabi Memesona Anak TK Ini
Murid Kristen doa bersama di ruang kelas. (Tagar.co/Syaifullah)

Senada disampaikan‎​ ‎​Widhianti Astutik. Dia mengatakan, pihak sekolah memberikan ruang yang setara bagi setiap siswa untuk bertumbuh dalam iman mereka. Menurutnya, konsistensi adalah kunci utama dalam pembentukan karakter.

‎​”Ini merupakan program pembiasaan yang diterapkan SD Negeri 94 Gresik setiap hari Selasa. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, mendapatkan pendampingan spiritual yang baik sesuai dengan agamanya masing-masing di lingkungan sekolah,” ungkap Widhi.

‎​Keharmonisan yang tercipta di sekolah ini mendapat apresiasi dari guru lainnya. Rini, S.Pd.SD., salah satu guru senior, mengaku tersentuh melihat kegiatan ini berjalan beriringan tanpa sekat.

‎​”Saya sangat senang dan bangga melihat indahnya sebuah toleransi beragama di SD Negeri 94 Gresik ini. Meskipun berbeda tempat dan cara ibadah, tujuannya sama, yaitu membentuk anak yang berakhlak mulia. Inilah wajah pendidikan kita yang sebenarnya,” tutur Ibu Rini dengan penuh syukur.

‎​Program Selasa Religi di pagi itu diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi para siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. (#)

Baca Juga:  Jangan Intervensi Allah Dia Sibuk Mengurusi Hajat MakhlukNya      

‎Jurnalis Muhammad Syaifullah Penyunting Sugeng Purwanto