Feature

Kolaborasi Siswa Kelas Atas Bertugas di Upacara SDN 94 Gresik

159
×

Kolaborasi Siswa Kelas Atas Bertugas di Upacara SDN 94 Gresik

Sebarkan artikel ini

Sinergi siswa kelas V dan VI UPT SD Negeri 94 Gresik bertugas di upacara bendera dengan khidmat melalui latihan intensif, penguatan ikrar pelajar, dan tradisi hormat guru.

    Upacara bendera UPT SD Negeri 94 Gresik berlangsung khidmat. (Tagar.co/Muhammad Syaifullah)

Sinergi siswa kelas V dan VI UPT SD Negeri 94 Gresik bertugas di upacara bendera dengan khidmat melalui latihan intensif, penguatan ikrar pelajar, dan tradisi hormat guru.

Tagar.co — Mentari pagi baru saja menyapa bumi Gresik saat ratusan pasang mata tertuju ke tengah lapangan UPT SD Negeri 94 Gresik, Senin, 6 April 2026. Suasana yang biasanya riuh oleh canda tawa anak-anak, seketika berubah menjadi sunyi dan sakral. Pagi itu, sekolah menyaksikan sebuah kolaborasi apik yang melintasi batas jenjang kelas. Siswa kelas V dan kelas VI bersatu padu memikul tanggung jawab sebagai petugas upacara bendera.

Di tengah lapangan, seorang bocah berdiri dengan posisi tegap sempurna. Ia adalah Cristian, siswa kelas V yang mengemban mandat berat sebagai pemimpin upacara. Meski secara usia lebih muda dari sebagian peserta upacara, Cristian tidak menunjukkan keraguan sedikit pun. Suaranya menggelegar, membelah keheningan pagi saat memberikan komando kepada barisan.

“Saya merasa sangat bangga hari ini. Awalnya sedikit gugup, tetapi karena sudah berlatih, saya senang bisa melaksanakan tugas dengan baik dan mendapat kepercayaan dari sekolah,” ungkap Cristian dengan mata berbinar penuh semangat usai menunaikan tugasnya.

Baca Juga:  Gema Literasi dan Langit Jingga di Pesantren Ramadan UPT SDN 94 Gresik

Keberhasilan Cristian bukan datang tiba-tiba. Di balik langkah tegap dan suara lantangnya, ada keringat dan dedikasi yang tumpah di lapangan sekolah. Ia dan rekan-rekan petugas lainnya merelakan waktu libur untuk mengasah kemampuan. Kerja keras ini tidak luput dari pengamatan para guru yang melihat langsung proses metamorfosis para siswa dari sekadar pelajar menjadi petugas yang berwibawa.

Sinergi siswa kelas V dan VI UPT SD Negeri 94 Gresik bertugas di upacara bendera dengan khidmat melalui latihan intensif, penguatan ikrar pelajar, dan tradisi hormat guru.
Siswa UPT SD Negeri 94 Gresik mengikuti upacara bendera. (Tagar.co/Muhammad Syaifullah)

Janji Suci di Bawah Bendera

Lita Apri Asmila, S.Pd., yang bertindak sebagai Pembina Upacara, memberikan apresiasi setinggi langit atas performa anak didiknya. Baginya, ketertiban upacara pagi itu merupakan buah manis dari kedisiplinan yang mereka tanam sejak dini. Ia melihat sendiri bagaimana para siswa mengabaikan rasa lelah demi memberikan yang terbaik bagi sekolah.

“Ibu ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh petugas upacara. Ibu memantau langsung bagaimana kalian tetap semangat datang pada hari Sabtu kemarin untuk melakukan latihan intensif. Kerja keras itu terlihat hari ini; upacara berjalan sangat tertib dan rapi,” ujar Lita di hadapan para peserta.

Baca Juga:  Aroma Wijen Sambut Kunjungan Siswa ke Pabrik Onde-Onde

Namun, Lita tidak hanya bicara soal teknis baris-berbaris. Ia membawa pesan yang lebih mendalam mengenai esensi menjadi seorang pelajar. Ia mengajak seluruh siswa untuk meresapi setiap kata dalam Ikrar Pelajar Indonesia yang baru saja mereka ucapkan secara serempak. Baginya, kalimat-kalimat tersebut adalah ruh yang harus menjiwai setiap langkah siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Anak-anakku, Ikrar Pelajar Indonesia yang tadi kalian bacakan adalah komitmen kita bersama. Di dalamnya ada poin tentang bertakwa kepada Tuhan, patuh kepada orang tua dan guru, serta menjadi pelajar yang jujur. Jadikan ikrar itu sebagai pedoman perilaku kalian di dalam kelas maupun di luar sekolah. Itulah jati diri pelajar Indonesia yang sesungguhnya,” tegas Lita dengan nada penuh penekanan.

Tradisi Hormat dan Ketertiban Kelas

Setelah doa penutup melangit, upacara pun berakhir. Namun, kegiatan tidak langsung bubar begitu saja. Sebuah pemandangan hangat tersaji di lapangan. Seluruh siswa secara spontan membentuk barisan yang rapi. Mereka tidak berhamburan lari menuju kelas, melainkan berjalan perlahan untuk menyalami satu per satu dewan guru yang berdiri berjejer.

Baca Juga:  Menebar Kebaikan dan Satukan Perbedaan, UPT SDN 94 Gresik Gelar Gema Ramadan

Tradisi bersalaman ini bukan sekadar rutinitas tanpa makna. Inilah momen penguatan ikatan batin antara guru dan murid. Dengan mencium tangan guru, para siswa menunjukkan rasa hormat dan permohonan restu sebelum mereka menyerap ilmu di ruang kelas. Guru-guru pun menyambut dengan senyum hangat, memberikan energi positif kepada anak-anak sebelum memulai kegiatan akademik yang padat.

Satu per satu siswa kemudian memasuki ruang kelas dengan tertib. Tidak ada kegaduhan; yang ada hanyalah semangat baru yang terpancar dari wajah-wajah mereka. Kedisiplinan yang mereka pelajari di bawah terik matahari lapangan diharapkan terus menetap saat mereka memegang pena dan membuka buku pelajaran. Pagi itu, UPT SD Negeri 94 Gresik bukan sekadar menjalankan seremonial, melainkan sedang memupuk karakter generasi masa depan. (#)

Jurnalis Muhammad Syaifullah Penyunting Sayyidah Nuriyah