Feature

Alumni PBSI Uhamka Berbagi Pengalaman Berkiprah di Ranah Publik

95
×

Alumni PBSI Uhamka Berbagi Pengalaman Berkiprah di Ranah Publik

Sebarkan artikel ini
Gelar wicara bertajuk “Daya Saing Lulusan PBSI di Ranah Publik” menghadirkan alumnus PBSI FKIP Uhamka Sarah Ashofiyah (tengah) dan Lilif Alifudin Al Imroni (kanan) yang berbagi pengalaman berkiprah di dunia profesional, dipandu moderator Rollin Sugiarto (kiri) dalam rangkaian acara Buka Puasa Bersama dan Silaturahim Akbar mahasiswa dan alumni PBSI FKIP Uhamka di Aula Lab Seni FKIP Uhamka, Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Tagar.co/Hendra Apriyadi)

Dua alumni PBSI FKIP Uhamka berbagi pengalaman tentang perjalanan karier, pentingnya jejaring, serta strategi membangun personal branding di ruang publik dalam gelar wicara yang diikuti mahasiswa dan alumni.

Tagar.co — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) menggelar gelar wicara bertajuk “Daya Saing Lulusan PBSI di Ranah Publik” pada Jumat (6/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Laboratorium Seni FKIP Uhamka ini menghadirkan dua alumnus PBSI sebagai narasumber, yakni Sarah Ashofiyah, pewara profesional, serta Lilif Alifudin Al Imroni, pendidik di SMP Muhammadiyah 4 Jakarta.

Baca juga: Keluarga sebagai Sekolah Pertama, Webinar Educourse Bahas Pengasuhan Anak Usia Dini

Gelar wicara dipandu secara interaktif oleh moderator Rollin Sugiarto, alumnus PBSI FKIP Uhamka yang juga menjabat Wakil Ketua IKABSI periode 2026–2030. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan alumni PBSI FKIP Uhamka yang hadir dalam rangkaian acara buka bersama dan Silaturahim Akbar.

Dalam sesi berbagi pengalaman, Sarah Ashofiyah mengisahkan perjalanan dan proses yang ia jalani sejak menjadi mahasiswa hingga berkiprah sebagai pewara profesional. Menurutnya, masa kuliah di PBSI FKIP Uhamka memberikan banyak pengalaman yang membentuk kepercayaan diri dan kemampuan berjejaring.

Baca Juga:  Olympicad Makassar Bahas Jalan Sekolah Indonesia Menuju Level Global

“Mengikuti UKM dan organisasi membuat saya mendapat relasi yang lebih luas dan kesempatan yang lebih banyak,” ujarnya.

Sarah juga menilai lingkungan akademik di PBSI FKIP Uhamka sangat mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Ia merasakan bagaimana dosen-dosen memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dan berkompetisi.

“Ketika kita ingin berkembang dan berkompetisi, dosen-dosen PBSI selalu memfasilitasi. Ketika kita sudah mencapai sesuatu, itu selalu diapresiasi,” katanya.

Ia pun berpesan kepada mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan setiap peluang yang ada. Menurutnya, setiap kesempatan bisa menjadi pintu bagi pengalaman yang lebih besar di masa depan.

Sarah juga membagikan strategi membangun personal branding melalui media sosial. Ia mengaku secara konsisten mengunggah konten dari kegiatan yang ia pandu sebagai pewara.

“Awal saya menjadi pewara, saya terus mengunggah konten dan menandai vendor yang terlibat dalam acara. Dari situ justru banyak peluang datang,” ujarnya.

Mengajar sebelum Lulus

Sementara itu, Lilif Alifudin Al Imroni berbagi kisah perjalanan kariernya di dunia pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa kesempatan mengajar sudah datang bahkan sebelum ia resmi menyelesaikan studi.

Baca Juga:  Olympicad VIII Catat 8.557 Peserta, Pelajar Muhammadiyah Siap Berlaga di Makassar

“Beberapa bulan setelah lulus kuliah, saya dipercaya menjadi wakil kepala sekolah,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Lilif mengingatkan mahasiswa agar tidak merasa minder menjadi lulusan PBSI FKIP Uhamka. Menurutnya, lulusan PBSI memiliki peran penting di berbagai bidang, terutama di dunia pendidikan dan lembaga sosial.

“Lulusan PBSI selalu bisa memegang peranan penting, baik di sekolah maupun di lembaga lainnya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya terus belajar dan memperluas jejaring. Menurutnya, ilmu dan silaturahmi merupakan dua kunci penting dalam membuka peluang kehidupan.

“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi. “Banyak bersilaturahmi, banyak rezeki. Dengan bertemu banyak orang, kita juga akan bertemu banyak peluang,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus IKABSI periode 2026–2030, kultum oleh Rezki Romadhan, buka puasa bersama, serta sesi ramah tamah yang mempererat kebersamaan mahasiswa dan alumni PBSI FKIP Uhamka. (#)

Jurnalis Hendra Apriyadi | Penyunting Mohammad Nurfatoni