
Momentum Nuzululquran mengingatkan umat Islam untuk memperindah akhlak dalam majelis. Salah satunya dengan sikap berlapang-lapang, memberi ruang bagi sesama, serta memuliakan orang lain dalam pertemuan.
Oleh Muhammad Damanhuri alias Ustaz Dayak, Ketua Yayasan Kejayaan Mualaf Indonesia; Ketua Umum Lembaga Majelis Taklim Mualaf Kalimantan Barat; dan Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Pontianak. Bersama Muallaf Kita Mampu!.
Tagar.co – Alhamdulillah, ya Allah. Suatu kemuliaan bagi kita semua karena pada malam ini hampir semua masjid menyelenggarakan peringatan Nuzululquran.
Kita mengetahui bahwa sebagian besar ulama berpendapat bahwa Nuzululquran terjadi pada malam ke-17 Ramadan.
Baca juga: Menjaga Kehormatan Orang Saleh di Tengah Fitnah
Karena itulah banyak masjid memperingati peristiwa agung tersebut pada malam ini, yang biasanya juga diisi dengan ceramah dan kajian keagamaan.
Untuk menambah keilmuan dan memperdalam pemahaman agama, marilah kita kembali belajar dan melanjutkan kajian kita.
Kali ini kita melanjutkan pembahasan dari Kitab Syajaratul Ma’arif, Bab 11 tentang Ihsan dengan Akhlak dan Perbuatan. Pada bab ini terdapat beberapa subbab. Pada hari ketujuh belas Ramadan ini kita akan membahas salah satunya, yaitu:
Berlapang-lapang dalam Majelis
Allah Swt. berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah. Niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu.” (Al-Mujadilah: 11).
Rasulullah Saw. bersabda: “Janganlah seseorang menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya lalu ia duduk di tempat itu. Akan tetapi berlapang-lapanglah dan longgarkanlah.” (Bukhari No. 2669–2670 dan Muslim No. 2177 dari Ibnu Umar secara marfu’).
Berlapang-lapang dalam majelis merupakan salah satu bentuk memuliakan sesama Muslim. Sikap ini juga menjadi sebab dimuliakannya majelis tersebut serta menghadirkan keberkahan di dalamnya.
Semoga pelajaran Ramadan pada fase kedua—sepuluh hari pertengahan ini—memberi manfaat bagi kita semua. Semoga pula hal ini menjadi pengingat agar kita semakin bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah puasa, memperbanyak salat malam, dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni






