Opini

Membangun Ekosistem Ekonomi, Kolaborasi Masjid dan Bankziska Lazismu

56
×

Membangun Ekosistem Ekonomi, Kolaborasi Masjid dan Bankziska Lazismu

Sebarkan artikel ini

 

Membangun ekosistem ekonomi dengan kolaborasi masjid dan bankziska Lazismu. Jumlah masjid se-Indonesia lebih banyak dari jumlah kantor salah satu bank pemerintah. Sedangkan bankziska dibangun tanpa margin dan profit
Faruq Ahmad Futaqi, Pegiat Bankziska, dan Kaprodi Manajemen Bisnis Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (Tagar.co/Istimewa)

Membangun ekosistem ekonomi dengan kolaborasi masjid dan bankziska Lazismu. Jumlah masjid se-Indonesia lebih banyak dari jumlah kantor salah satu bank pemerintah. Sedangkan bankziska dibangun tanpa margin dan profit

Oleh Faruq Ahmad Futaqi, Pegiat Bankziska

Tagar.co – Semakin kesini semakin yakin bahwa ekonomi rakyat akan bangkit melalui masjid. Dan konsep keuangan yang adil bagi rakyat miskin adalah bankziska.

Bankziska (bantuan keuangan berbasis zakat, infak, shadaqah, dan dana sosial keagamaan lainnya) adalah program keuangan mikro berbasis syariah yang dikelola Lazismu Jawa Timur untuk memberdayakan UMKM dan membebaskan masyarakat dari rentenir

Salah satu kritik Zeller dan Meyer dalam bukunya Triangle Microfinance adalah seberapa jauh microfinance menjangkau kepada umat miskin dan yang termiskin.

Bagaimana mungkin mikro kredit atau microfinance bisa menjangkau masyarakat miskin dalam scope global? Untuk menjangkaunya diperlukan biaya yang tinggi. Sedangkan biaya tinggi tidak bisa diatasi kecuali memberikan margin tinggi.

Di satu sisi masyarakat miskin rentan menimbulkan resiko kredit. Menurut Zeller dan Meyer, disinilah kenapa banyak microfinance yang akhirnya malah mencekik kaum miskin.

Baca Juga:  Masjid sebagai Bank Amal: Aksi Muhammadiyah Mengembalikan Rumah Ibadah ke Jantung Umat

Problem Keuangan Kaum Lemah

Hemat kami, keberadaan jaringan masjid akan mengatasi problem ini. Misalnya, jumlah masjid se-Indonesia lebih banyak dari jumlah kantor salah satu bank pemerintah. Artinya, masalah keterjangkauan masyarakat miskin dapat diatasi. Melalui jejaring masjid. Orang miskin dan termiskin dapat dijangkau dengan lebih nyata dan mudah.

Biaya masjid dan operasionalnya telah ditanggung oleh umat. Operasional masjid telah digerakkan oleh orang-orang saleh yang tidak berorientasi profit (takmir).

Sedangkan bankziska dibangun tanpa margin dan profit, hadir membantu masyarakat kecil dan kaum lemah. Kolaborasi keduanya bisa betul-betul ampuh mengatasi problem keuangan kaum lemah.

Dalam banyak kesempatan disampaikan, masjid akan betul-betul menjadi penggerak keuangan umat. Tidak hanya untuk beribadah tapi juga mengatasi problem keuangan umat.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita bersama. Aamiin. (#)

Penyunting Sugiran.

Opini

Sorakan terhadap satu pihak sering kali lahir dari…