Feature

Kisah Sahabat Nabi Memesona Anak TK Ini

61
×

Kisah Sahabat Nabi Memesona Anak TK Ini

Sebarkan artikel ini
Kisah sahabat Nabi, Abdullah bin Maktum, membuat takjub anak-anak Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Rumah Pelangi di Jln. Perum Puri Indah Kota Batu, Jumat (27/2/2026).
Ustaz Ibnu dengan boneka Sale berkisah teladan sahabat Nabi kepada siswa TKIT Rumah Pelangi Kota Batu. (Tagar.co/Isna)

Tagar.co – Kisah sahabat Abdullah bin Ummi Maktum membuat takjub anak-anak Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Rumah Pelangi di Jln. Perum Puri Indah Kota Batu, Jumat (27/2/2026).

Mereka berkumpul mendengarkan kisah sahabat Nabi dalam acara Ramadan Ceria dengan tema Beribadah dengan Bahagia.

Acara diikuti 75 siswa kelas TK A dan TK B itu berlangsung meriah dan semangat. Dalam acara ini anak-anak diajak untuk menyimak kisah teladan tokoh Islam yang disampaikan oleh Ustaz Ibnu dan bonekanya bernama Sale.

Mereka antusias mendengarkan cerita kisah sahabat Nabi yang menjalankan salat dengan khusyuk dan bahagia.

Kegiatan ini juga diisi berbagai aktivitas gembira, seperti mewarnai, games, dan hadiah-hadiah menarik.

Ustaz Ibnu bercerita, Abdullah bin Ummi Maktum, sahabat Rasulullah Saw yang terkenal karena kesabaran dan ketekunannya menuntut ilmu. ”Ia buta. Namun tidak membuatnya menyerah untuk belajar dan mendalami ajaran Islam,” katanya.

Suatu hari, Abdullah bin Ummi Maktum datang kepada Rasulullah Saw meminta izin meninggalkan salat berjemaah karena tidak bisa melihat.

Baca Juga:  Menghidupkan Salat lewat 5M di Peringatan Isra Mikraj SD Al-Islam Cerme

Rasulullah menjawab,”Tidakkah kamu mendengar seruan (azan)?”

Abdullah menjawab,”Ya, saya mendengar.”

Rasulullah berkata,”Maka datanglah (ke masjid) untuk salat berjemaah.”

Abdullah terharu dengan jawaban Rasulullah Saw. Lalu memutuskan tetap mengikuti salat berjemaah.

”Ia menjadi contoh bagi kita semua tentang pentingnya kesabaran, ketekunan, dan ketaatan kepada Allah dan RasulNya,” kata Ustaz Ibnu.

Suatu hari, sambung Ustaz Ibnu melanjutkan cerita, Abdullah sedang berjalan menuju masjid tiba-tiba iblis muncul di depannya.

Iblis berkata,”Kamu buta, tidak bisa melihat, dan tidak ada gunanya kamu beribadah kepada Allah.”

Abdullah menjawab,”Aku buta, tapi mataku bisa melihat kebesaran Allah. Aku tidak bisa melihat dunia, tapi aku bisa melihat akhirat. Aku tidak bisa melihat yang ada di sekitarku, tapi aku bisa melihat Allah.”

Iblis terkejut. Tidak bisa menjawab. Ia kemudian menghilang. Abdullah terus berjalan menuju masjid dan salat dengan khusyuk.

Melatih Salat Berjemaah

”Kisah ini menunjukkan kekuatan iman dan kesabaran Abdullah bin Ummi Maktum dalam menghadapi godaan iblis,” tutur Ustaz Ibnu.

Baca Juga:  Salat Sunah Rawatib dan Tata Cara Pelaksanaannya

Panitia Kegiatan Ramadan TKIT Rumah Pelangi, Yuli Isnaini, S.Pd mengatakan, tujuan acara ini untuk meningkatkan kesadaran anak dalam beribadah terutama salat berjemaah.

”Mengajak anak untuk mendirikan salat dengan senang dan bahagia,” katanya.

Acara ini berkesan bagi siswa. “Aku sangat senang mengikuti Pondok Ramadan ini. Belajar salat yang khusyuk dan senang setiap hari,” kata Rafa Khalid, siswa TKIT Rumah Pelangi. (#)

Jurnalis Wiwid Hidayati  Penyunting Sugeng Purwanto