Feature

Analogi Pilot di Mimbar Tarawih: Taat Puasa tanpa Banyak Tanya

66
×

Analogi Pilot di Mimbar Tarawih: Taat Puasa tanpa Banyak Tanya

Sebarkan artikel ini
Ustaz Rofiudin menyampaikan kultum tarawih di Masjid Baitul Hasanah, Perumahan Ambarawa Residence, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/2/2026). Dalam tausiyahnya, ia mengangkat analogi pilot dan Air Traffic Control (ATC) untuk mengajak jemaah menaati perintah puasa dengan penuh keyakinan. (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Analogi pilot dan menara kontrol mengemuka di mimbar Tarawih di Masjid Baitul Hasanah Ambarawa Residence, saat Ustaz Rofiudin mengajak jemaah menunaikan puasa dengan ketaatan penuh tanpa banyak mempertanyakan.

Tagar.co – Analogi dunia penerbangan mewarnai kultum tarawih di Masjid Baitul Hasanah, Perumahan Ambarawa Residence, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/2/2026).

Melalui perumpamaan pilot dan menara kontrol, Ustaz Rofiudin mengajak jemaah menunaikan puasa dengan ketaatan penuh tanpa banyak mempertanyakan.

Baca juga: Menyambut Tamu Agung dengan Cinta

Dalam kultumnya, Ustaz Rofiudin menegaskan bahwa puasa merupakan perintah langsung dari Allah bagi orang beriman. “Perintah puasa bukan berasal dari Rasulullah, tetapi perintah langsung dari Allah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh ketentuan ibadah puasa telah diatur secara jelas, termasuk rentang waktunya. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Allah Maha Mengetahui batas kemampuan hamba-Nya.

Ustaz Rofiudin juga menekankan bahwa setiap persoalan syariat memiliki jawaban dalam Al-Qur’an. Jika suatu perintah terasa berat atau bertentangan dengan hawa nafsu manusia, maka rujukannya tetap kembali kepada Kitabullah.

Baca Juga:  Tarawih Perdana di Hamas School: Ramah Anak, Siswa sebagai Penggerak Utama

Untuk memudahkan pemahaman jemaah, ia menghadirkan analogi dunia penerbangan. Ia mencontohkan padatnya lalu lintas udara di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, yang tetap aman dari tabrakan.

“Mengapa tidak pernah terjadi pesawat tabrakan padahal kemampuan jarak pandang pilot sangat terbatas?” ujarnya retoris.

Seorang takmir Masjid membagikan paket ramadan untuk para jemaah cilik di Masjid Baitul Hasanah, Perumahan Ambarawa Residence, Semarang, Jawa Tengah, Kamis 19 Februari 2026 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Menurutnya, keselamatan itu terjaga karena para pilot disiplin mengikuti satu komando dari Air Traffic Control (ATC). “Mereka hanya mendengarkan suara dari menara kontrol. Selama memperhatikan arahan dengan benar, insyaallah akan selamat,” tuturnya.

Ia mengingatkan, jika pilot bertindak semaunya sendiri, tabrakan sangat mungkin terjadi. Karena itu, ia mengajak jemaah mengambil pelajaran dalam menjalankan syariat.

“Seperti itulah Allah menurunkan syariat-Nya. Sepanjang perintah itu sahih, meskipun tidak sesuai dengan keinginan kita, insyaallah akan membawa kebaikan,” kata Ustaz Rofiudin.

Ia menutup kultum dengan pesan bahwa mukmin yang memiliki keyakinan kuat tidak akan banyak bertanya dalam menjalankan perintah Allah. “Puasa mengajarkan kepada kita akan kebesaran dan kesempurnaan sifat Allah. Karena itu, sudah sepatutnya kita ikhlas dalam melaksanakan perintah-Nya,” tuturnya.

Baca Juga:  Separuh Ramadan Tersisa

Hari kedua pelaksanaan tarawih di kawasan tersebut menjadi magnet tersendiri, terutama bagi jemaah anak-anak dan remaja. Sejak selepas Magrib, mereka berbondong-bondong memenuhi saf salat sambil bercengkerama dengan teman sebaya. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah | Penyunting Mohammad Nurfatoni