Feature

Kembali ke Desa KKN, Mahasiswi PIAUD UMG Gelar Seminar Parenting

53
×

Kembali ke Desa KKN, Mahasiswi PIAUD UMG Gelar Seminar Parenting

Sebarkan artikel ini
Mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) melaksanakan program kerja Seminar Parenting yang diikuti orang tua wali murid dan guru sebagai upaya memperkuat pola asuh serta pendampingan anak di era digital. (Tagar.co/Dwi Laili Fitriya Handayani)

Melalui seminar parenting di TK Harapan Bangsa, mahasiswi PIAUD Universitas Muhammadiyah Gresik mengajak orang tua dan guru memahami pentingnya keteladanan serta dampak penggunaan gadget bagi anak usia dini.

Tagar.co – Suasana akrab terasa saat tiga mahasiswi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) kembali menginjakkan kaki di desa lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mereka, Senin (16/2/2026).

Kilas balik kegiatan pengabdian masyarakat seakan kembali hadir ketika Dwi Laili Fitriya Handayani, Saniya Najwa Arsyad, dan Sinta Wakhidah mengunjungi TK Harapan Bangsa, Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Baca juga: Mahasiswa UMG Hadirkan Tandon Air Otomatis, Dukung Kenyamanan Ibadah Ramadan di Masjid Desa

Kedatangan mereka disambut operator sekolah, Mega Nurmala. Kepala Aekolah, Ustazah Maria, berhalangan hadir karena agenda rapat dinas. Meski demikian, semangat kolaborasi yang pernah terbangun selama KKN tetap terasa hangat.

Ketiga mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UMG tersebut sebelumnya melaksanakan program kerja Seminar Parenting bertema Mendidik Anak dengan Keteladanan dan Cinta di Era Digital yang mengangkat isu dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan anak usia dini.

Baca Juga:  Ketika Lagu ‘Stop Bullying’ Menggema dan Anak Desa Wiyurejo Belajar Saling Menjaga

Kegiatan seminar dipandu oleh Dwi Laili Fitriya Handayani dengan menghadirkan Ketua Program Studi PIAUD UMG, Fitri Ayu Fatmawati, M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Fitri Ayu menegaskan bahwa cinta merupakan fondasi utama dalam keluarga yang diwujudkan melalui kasih sayang, empati, perhatian, dan kehadiran orang tua dalam keseharian anak.

“Keteladanan menjadi metode pendidikan yang sangat efektif karena anak usia dini adalah peniru yang ulung. Mereka cenderung mencontoh perilaku yang dilihat secara langsung,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan pengasuhan di era digital, khususnya terkait penggunaan gadget pada anak. Menurutnya, teknologi memiliki dua sisi dampak. Jika digunakan secara bijak, terukur, dan didampingi orang tua, gadget dapat menjadi media stimulasi kognitif, sarana pengembangan kreativitas, hingga media komunikasi yang bermanfaat.

Sebaliknya, penggunaan berlebihan tanpa pengawasan berisiko menimbulkan keterlambatan bicara (speech delay), menurunnya fokus dan konsentrasi, gangguan sosial-emosional, hingga masalah kesehatan fisik.

Sebagai tuan rumah, Mega Nurmala mengapresiasi pelaksanaan seminar yang berlangsung tertib dan komunikatif. Ia menilai para peserta yang terdiri dari orang tua dan pendidik menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari perhatian mereka selama materi berlangsung serta aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab.

Baca Juga:  Cabai Melimpah, Mahasiswa UMG Menyulapnya Jadi Chili Oil Bernilai

Di tempat terpisah, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Noor Amirudin, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan rasa bangganya atas capaian para mahasiswi dalam menjalankan program kerja KKN. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Seminar parenting ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua dan pendidik tentang pentingnya pendampingan penggunaan gadget agar perkembangan anak usia dini tetap optimal di era digital,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa program KKN tidak berhenti pada masa pengabdian semata, tetapi meninggalkan jejak edukasi yang terus berlanjut melalui sinergi antara kampus, sekolah, dan masyarakat. (#)

Jurnalis Dwi Laili Fitriya Handayani | Penyunting Mohammad Nurfatoni