Feature

Spirit Leader in Me Menggema di Sekolah Kreatif Baratajaya, Noura Malia Pimpin IPM Kids 2026–2027

52
×

Spirit Leader in Me Menggema di Sekolah Kreatif Baratajaya, Noura Malia Pimpin IPM Kids 2026–2027

Sebarkan artikel ini
Suasana pengumuman Ketua Umum IPM Kids periode 2026-2027 atau Student Lighthouse Team (SLhT) Sekolah Kreatif Baratajaya, Jum’at (13/2/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Melalui sistem evoting yang transparan, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya meneguhkan budaya kepemimpinan siswa sejak dini. Organisasi SLhT atau IPM Kids menjadi ruang belajar proaktif, kolaboratif, dan solutif.

Tagar.co — Suasana demokrasi terasa hidup di lingkungan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya pada Selasa (10/2/2026). Seluruh siswa kelas I hingga VI terlibat dalam proses evoting untuk memilih Ketua Umum IPM Kids periode 2026–2027. Bagi sekolah yang berlokasi di Baratajaya ini, pemilihan bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bagian dari desain pembelajaran kepemimpinan yang terintegrasi dan terstruktur.

Baca juga: Evoting IPM Kids Sekolah Kreatif Baratajaya, Wajah Nyata Kurikulum Kepemimpinan Terintegrasi

Di sekolah ini, IPM Kids dikembangkan menjadi Student Lighthouse Team (SLhT), model kepemimpinan siswa yang diadaptasi dari kurikulum The 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen R. Covey. Konsep tersebut kemudian dikontekstualisasikan dengan nilai-nilai Islam dan visi pendidikan Muhammadiyah.

Melalui SLhT, siswa dilatih menjadi pribadi proaktif, memiliki tujuan yang jelas, mampu bekerja sama, serta berorientasi pada solusi. Organisasi siswa berfungsi sebagai laboratorium kepemimpinan nyata. Karena itu, pemilihan ketua melalui E-Voting dirancang menghadirkan pengalaman demokrasi yang otentik, transparan, dan akuntabel.

Baca Juga:  Tip Menjadi Sekolah Unggul Dikupas di Acara Ini

Demokrasi yang Dialami, Bukan Sekadar Dipelajari

Sistem E-Voting dipilih sebagai wujud adaptasi teknologi dalam pendidikan karakter. Siswa tidak hanya belajar tentang demokrasi dalam teori PPKn, tetapi mengalaminya secara langsung. Mereka memahami bahwa setiap suara memiliki arti dan setiap pilihan mengandung tanggung jawab.

Tiga kandidat maju dalam pemilihan kali ini: Nasyita Aqila Humaira (V Banu Musa), Azka Alfarzan Arya Krisdianto (V Ibnu Majid), dan Noura Malia (V Banu Musa). Ketiganya melalui tahapan kampanye, penyampaian visi-misi, hingga dialog terbuka bersama siswa. Momentum ini menjadi wahana pembelajaran keberanian berbicara, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan secara santun dan argumentatif.

Noura Malia (V Banu Musa) Ketua Umum IPM Kids periode 2026-2027 atau Student Lighthouse Team (SLhT) mendapat pelukan hangat dari Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya Elly Rhodlifah, Jum’at (13/2/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Pengumuman yang Menegangkan

Hasil evoting diumumkan pada Jumat (13/2/2026) pukul 09.00 WIB, usai rangkaian pawai taaruf menyambut Ramadan. Sofwan Hidayat, M.Pd bersama para leader siswa mengondisikan seluruh peserta untuk menyimak penghitungan suara. Halaman sekolah yang semula riuh mendadak hening ketika nama pemenang akan dibacakan.

Akhirnya, Noura Malia terpilih sebagai Ketua Umum IPM Kids periode 2026–2027 dengan perolehan suara terbanyak. Sorak sorai dan tepuk tangan spontan menggema. Ekspresi haru dan bangga terpancar dari wajahnya saat menerima ucapan selamat dari teman-teman.

Baca Juga:  Buka Puasa Keliling Sekolah Kreatif Baratajaya, Ramadan Jadi Ruang Belajar Karakter

Kepala sekolah, Elly Rhodlifah, SH., M.Pd, memberikan pelukan hangat sebagai bentuk dukungan moral dan apresiasi atas proses demokrasi yang berlangsung sportif. Kompetisi selesai, kolaborasi dimulai.

Ketua Umum IPM Kids Sekoha Kreatif Baratjaya periode 2026-2027 Noura Malia, Jum’at (13/2/2026) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Kepemimpinan sebagai Budaya Sekolah

Lebih dari sekadar kemenangan individu, momentum ini menegaskan keberhasilan sekolah dalam mengintegrasikan kurikulum kepemimpinan dengan pembelajaran kontekstual berbasis organisasi. SLhT berperan sebagai penggerak budaya sekolah: menginisiasi program, menjadi teladan kedisiplinan, serta menjembatani aspirasi siswa dengan manajemen sekolah.

Pendekatan tersebut selaras dengan tradisi kolektif dalam gerakan Muhammadiyah yang menekankan musyawarah, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan berlandaskan akhlak. Siswa tidak hanya diarahkan menjadi pemimpin yang efektif, tetapi juga berintegritas.

Melalui E-Voting dan penguatan SLhT, Sekolah Kreatif Baratajaya menegaskan bahwa pendidikan demokrasi tidak harus menunggu usia dewasa. Sejak sekolah dasar, anak-anak dapat dibimbing memahami makna pilihan, komitmen, serta kerja sama dalam organisasi.

Demokrasi digital di Baratajaya bukan hanya melahirkan pemimpin baru. Ia sedang menumbuhkan generasi yang proaktif, bertanggung jawab, dan siap menjadi agen perubahan sejak usia dini. (#)

Baca Juga:  Umsura Lepas Lima Mahasiswa PPL Calon Guru di SDN Banyu Urip III Surabaya

Jurnalis Ahmad Mahmudi | Penyunting Mohammad Nurfatoni