Feature

Karakter Ditempa, Dua Hari Menjadi Tangguh di Most Camp 2026

56
×

Karakter Ditempa, Dua Hari Menjadi Tangguh di Most Camp 2026

Sebarkan artikel ini
Siswa kelas IV SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti perkemahan Most Camp 2026 yang penuh edukasi, kemandirian, kedisiplinan, serta penampilan seni kreatif yang sangat mengesankan.
Siswa kelas IV sedang mengikuti apel pembukaan Most Camp 2026. (Tagar.co/Fauzianto Ari Sandi)

Siswa kelas IV SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti perkemahan Most Camp 2026 yang penuh edukasi, kemandirian, kedisiplinan, serta penampilan seni kreatif yang sangat mengesankan.

Tagar.co — Terik matahari yang menyengat di Gresik tak menyurutkan semangat ratusan siswa kelas IV SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb Primary School). Mereka berkumpul di lapangan timur sekolah untuk mengikuti perhelatan tahunan Mugeb on Scout Camp (Most Camp) 2026, Jumat hingga Sabtu (6–7/2/2026). Tenda-tenda berwarna cerah sudah berdiri kokoh, menjadi saksi petualangan kemandirian mereka selama dua hari satu malam.

Kepala SD Muhammadiyah 1 GKB, Fony Libriastuti, M.Si., membuka kegiatan ini dengan pesan yang membakar semangat para peserta. Meski peluh mulai membasahi dahi, para siswa yang berseragam Hizbul Wathan itu tetap berdiri tegak mengikuti apel pembukaan.

“Meskipun cuacanya hangat, kalian harus tetap semangat mengikuti Most Camp ya,” ujar Fony menyemangati anak didiknya. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar berkemah, melainkan laboratorium karakter untuk membentuk pribadi yang tangguh sejak dini.

Baca Juga: Enam Guru Mugeb Lolos Wardah Inspiring Teacher Gen 8

Baca Juga:  Menutup Ramadan dengan Indah: Gaspol Ibadah

Ketangkasan di Lintasan Hizbul Wathan

Usai apel, suasana lapangan berubah riuh. Panitia telah menyiapkan permainan Sigap Tangkas Hizbul Wathan (HW) yang terbagi dalam lima pos menantang. Setiap kelas bergantian menguji nyali dan kecerdasan mereka. Di satu sudut, siswa tampak serius menentukan arah mata angin, sementara di sudut lain, hentakan kaki terdengar kompak saat mereka mengikuti pos Kreasi Barisanku atau Pelatihan Baris-Berbaris (PBB).

Keseruan semakin memuncak saat para siswa mulai menggerakkan bendera dalam sesi komunikasi semaphore. Tak hanya itu, permainan labirin dan tantangan menyusun menara dari gelas menuntut konsentrasi tinggi serta kerja sama tim yang solid.

“Capek sih, tapi seru!” cetus Adeeva Alesha Zahra, siswi kelas IV Bird, sambil menyeka keringat dengan wajah berseri.

Setelah puas bermain, para peserta menunaikan salat Asar berjemaah. Mereka kemudian menyimak pemaparan materi sejarah Hizbul Wathan oleh Hilmi Aziz Hakim, M.Pd.I., penasihat Kwarda HW Gresik. Hilmi menanamkan nilai-nilai kepanduan Islam agar siswa memahami akar sejarah organisasi yang mereka ikuti.

Baca Juga:  Ketua Pengprov Orado Jatim Hadiri Pembukaan Kejurcab Orado Banyuwangi

Sore itu ditutup dengan makan malam bersama yang mempererat ikatan persaudaraan antarsiswa. Mereka juga beribadah salat magrib dan isya berjemaah.

Siswa kelas IV SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti perkemahan Most Camp 2026 yang penuh edukasi, kemandirian, kedisiplinan, serta penampilan seni kreatif yang sangat mengesankan.
Para siswa kelas IV sedang menyimak materi sejarah HW yang disampaikan Hilmi Aziz Hakim, M.Pd.I (Tagar.co/Fauzianto Ari Sandi)

Panggung Kreativitas di Bawah Langit Malam

Malam hari menjadi momen yang paling siswa nantikan. Suasana temaram di area sekolah berubah menjadi panggung pertunjukan yang hangat dan akrab. Alifia Natasya Rahma Izza, S.Pd., memandu jalannya pentas seni dan penampilan yel-yel dari setiap regu. Gelak tawa dan tepuk tangan pecah berulang kali saat setiap kelas unjuk gigi menampilkan kreativitas terbaik mereka.

Setiap kelas membawa warna berbeda. Siswa kelas IV Ant memukau penonton dengan tarian tradisional yang gemulai. Tak kalah menarik, kelas IV Bird menghidupkan kembali memori masa lalu melalui drama permainan tradisional Cublak-Cublak Suweng. Sementara itu, kelas IV Camel sukses mengocok perut penonton dengan mini drama komedi yang segar.

“Lucu banget tadi penampilannya,” celetuk M. Alvaronizam Zalnando, siswa kelas IV Camel, yang tak henti tertawa melihat aksi teman-temannya di atas panggung.

Kemeriahan berlanjut dengan drama bertema lingkungan dari kelas IV Dolphin dan kisah klasik Penggembala Biri-Biri persembahan kelas IV Eagle. Tepuk tangan meriah mengiringi setiap tampilan yang telah mereka siapkan sejak sepekan sebelumnya.

Baca Juga:  Bidik Rp25 Miliar, Lazismu Gresik Dorong Inovasi Sosial dan Luncurkan Mobil Zakat Keliling

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Rizka Navilah Safitri, S.Pd., menegaskan, Most Camp adalah wadah komprehensif untuk pertumbuhan siswa. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam karakter.

“Melalui kegiatan Most Camp ini, siswa kelas IV SD Muhammadiyah 1 GKB tidak hanya memperoleh pengalaman kepanduan, tetapi kami juga melatih mereka untuk menumbuhkan sikap kerja sama, kreativitas, kedisiplinan, serta kebersamaan,” pungkas Rizka menutup rangkaian kegiatan malam itu. (#)

Jurnalis Mar’atus Sholichah Penyunting Sayyidah Nuriyah