Feature

Merangkul Kaum Marjinal, Dai Muda Ini Raih Penghargaan Insan Dakwah 2026

75
×

Merangkul Kaum Marjinal, Dai Muda Ini Raih Penghargaan Insan Dakwah 2026

Sebarkan artikel ini
Muhammad Iqbal Rahman menerima penghargaan dari Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchammad Arifin dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Rabu malam (29/1/2026). (Tagar.co/Istimewa)

Konsistensi berdakwah di tengah anak jalanan, komunitas punk, dan kelompok marjinal mengantarkan Muhammad Iqbal Rahman meraih penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri 2026 pada Rakornas II LDK PP Muhammadiyah di Semarang.

Tagar.co – Semarang – Kiprah dakwah yang membumi dan berani menembus batas komunitas mengantarkan Muhammad Iqbal Rahman, dai muda Muhammadiyah Jawa Timur asal Kabupaten Mojokerto, meraih Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri Tahun 2026 dalam kategori Dai Muda Pelopor Dakwah.

Penghargaan tersebut diserahkan pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Rabu malam (29/1/2026).

Baca juga: Bikersmu Dianugerahi Insan Dakwah untuk Negeri 2026 di Rakornas LDK PP Muhammadiyah

Iqbal dikenal luas karena pendekatan dakwahnya yang dekat dengan realitas generasi muda. Ia tak sekadar hadir di mimbar, tetapi turun langsung ke ruang-ruang yang kerap terpinggirkan, menyapa anak-anak muda dengan bahasa yang ramah, relevan, dan penuh empati. Dakwahnya menyentuh isu pergaulan, krisis identitas, hingga tantangan sosial yang dihadapi anak muda hari ini.

Baca Juga:  Bikersmu Dianugerahi Insan Dakwah untuk Negeri 2026 di Rakornas LDK PP Muhammadiyah

Meski berdomisili di Kabupaten Mojokerto, Iqbal juga aktif berdakwah di Surabaya melalui Komunitas Rijalul Khoir, sebuah komunitas pembinaan bagi anak punk, anak jalanan, kelompok marjinal, hingga gelandangan.

“Rijalul Khoir ini adalah perkumpulan anak punk, anak jalanan, anak marjinal, bahkan gelandangan. Sejak saya kuliah S-1 di UIN Surabaya semester tiga, saya membersamai mereka—memberi makan, mengajak ke aktivitas yang asyik dan ramah, lalu pelan-pelan kami motivasi, beri arahan, dan pencerahan,” ujar Iqbal.

Perjalanan dakwah itu, kata dia, tidak selalu mudah. Penolakan dan stigma kerap datang, bahkan dari lingkungan terdekat.

“Awalnya banyak masyarakat, bahkan teman saya sendiri, yang meremehkan mereka. Saya juga sempat ditarik untuk tidak berdakwah ke sana karena dianggap berbahaya. Tapi sampai saya menempuh S-2 di Universitas Muhammadiyah Surabaya, semua proses ini justru menjadi ruang diskusi bersama mereka. Hasilnya kami tulis dan publikasikan dalam artikel jurnal, agar dakwah berkemajuan ini bisa menjangkau lebih luas,” imbuhnya.

Muhammad Iqbal Rahman bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan (Tagar.co/Istimewa)

Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri 2026 menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Iqbal sebagai dai muda pelopor dakwah yang berdampak nyata.

Baca Juga:  Apakah Bunga Bank Otomatis Haram

Dakwahnya tidak hanya membangun kesadaran keagamaan, tetapi juga menumbuhkan karakter, harapan, dan optimisme di kalangan generasi muda—khususnya komunitas binaannya yang mulai ia rintis sejak usia sangat muda, sekitar 20 tahun pada 2022 lalu.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Iqbal menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut.

“Dalam momentum yang berbahagia ini, saya mendapatkan penghargaan dalam kategori Dai Muda Pelopor Dakwah. Semoga penghargaan ini memberi manfaat bagi saya pribadi serta umat dan masyarakat, untuk senantiasa berdakwah yang mencerahkan, mencerdaskan, dan menggembirakan,” tulisnya.

Rakornas II LDK PP Muhammadiyah sendiri digelar pada 29–31 Januari 2026 dengan mengusung tema “Akselerasi Dakwah Muhammadiyah Terpadu”. Forum ini menjadi ajang konsolidasi nasional untuk memperkuat sinergi, integrasi program, serta arah strategis dakwah komunitas Muhammadiyah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa K.H. Ahmad Dahlan telah meletakkan fondasi dakwah Muhammadiyah yang kokoh sejak awal, mulai dari pendidikan, sosial, kesehatan, hingga gerakan perempuan. Bahkan, sejak awal dakwah Muhammadiyah telah berbasis komunitas.

“Teologi Al-Maun yang dikembangkan K.H. Ahmad Dahlan telah melintasi batas dunia. Muhammadiyah adalah organisasi yang paling meluas hingga ke pedesaan di seluruh Indonesia. Karena itu, kita perlu mempertajam gerakan dakwah, sebab tantangannya semakin kompleks,” ujar Haedar.

Baca Juga:  Muhammadiyah Bojonegoro Resmikan Mualaf Center

Ia menambahkan, konsep Islam berkemajuan menuntut Muhammadiyah untuk terus hadir di seluruh sendi kehidupan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Haedar, Rakornas II LDK kali ini terasa istimewa karena dihadiri sejumlah tokoh pemerintahan dan organisasi sosial. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atas dukungannya terhadap kiprah dakwah Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan.

Kegiatan ini dihadiri unsur Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pimpinan lembaga dan wilayah, serta para pemangku kepentingan dakwah komunitas. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Abdul Mu’ti, Nasaruddin Umar, serta jajaran pimpinan PP Muhammadiyah lainnya.

Penghargaan yang diraih Ustaz Muhammad Iqbal Rahman diharapkan menjadi pemantik semangat bagi dakwah yang mencerahkan, mencerdaskan, dan menggembirakan, sekaligus mempertegas peran strategis dai muda Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.

Jurnalis Syamsul Arifin Hadi Editor Mohammad Nurfatoni