Feature

Kacabdin Ponorogo: Guru BK Penentu Arah Masa Depan Generasi

86
×

Kacabdin Ponorogo: Guru BK Penentu Arah Masa Depan Generasi

Sebarkan artikel ini
Kacabdin Wilayah Ponorogo, Maskun, S. Pd, MM dalam sambutan pembukaan MGBK Education Expo 2026 (Tagar.co/Samsul Hidayat)

Peran guru BK kembali ditegaskan sebagai kunci pembentukan karakter dan arah masa depan siswa. MGBK Education Expo 2026 di Ponorogo menjadi panggung penguatan peran strategis konseling sekolah.

Tagar.co — Peran guru Bimbingan Konseling (BK) kembali mendapat pengakuan strategis dari dunia pendidikan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Ponorogo, Maskun, menegaskan bahwa guru BK merupakan ujung tombak pembentukan jati diri generasi muda dan masa depan bangsa.

Penegasan itu disampaikan Maskun saat membuka MGBK Education Expo 2026 di Mall Ponorogo City Center (PCC), Selasa (13/1/2026).

“Guru BK menjadi ujung tombak dalam mengantarkan anak-anak kita merintis masa depan mereka. Mereka menjadi jembatan penting setelah siswa lulus dari pendidikan tingkat atas. Peran ini tidak bisa tergantikan oleh guru bidang studi mana pun,” tegas Maskun di hadapan para pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan se-Ponorogo.

Menurut pria asal Bojonegoro itu, keberadaan guru BK justru semakin krusial di tengah tantangan era globalisasi yang serba cepat dan kompetitif. Dunia pendidikan, katanya, membutuhkan figur pendamping yang mampu memberi arah, motivasi, serta penguatan karakter bagi peserta didik.

Baca Juga:  Gerakan Dakwah Digital: Agen dan Verifikator SatuMu

“Di era globalisasi, semua menuntut cepat, tepat, dan segera terlayani. Di sinilah peran guru BK semakin strategis dan harus terus ditingkatkan,” lanjutnya.

Maskun juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Ponorogo yang dinilainya konsisten menggelar berbagai kegiatan positif, termasuk penyelenggaraan expo pendidikan yang telah berlangsung rutin lebih dari lima tahun.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada MGBK Ponorogo yang tidak pernah berhenti bergerak dan berkontribusi. Kegiatan expo ini sudah berjalan lebih dari lima tahun secara konsisten. Ini luar biasa,” ujarnya.

Alumnus Universitas Negeri Jember itu turut mengingatkan bahwa keberhasilan peran guru BK tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan penuh dari kepala sekolah. Karena itu, ia mengajak seluruh pimpinan SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta di Ponorogo, untuk memberikan ruang dan dukungan maksimal bagi guru BK.

“Saya mohon kepada rekan-rekan kepala sekolah SMA/SMK negeri dan swasta di Ponorogo agar terus memberikan dukungan penuh, sehingga para guru BK dapat berkontribusi optimal di lembaga masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga:  Masjid Muhammadiyah di Magetan Serentak Salat Tarawih Tadi Malam

Pembukaan MGBK Education Expo 2026 dihadiri para pengawas SMA/SMK, jajaran eselon IV Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, serta seluruh kepala SMA/SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta, terdiri dari 9 perguruan tinggi negeri, 53 perguruan tinggi swasta, 7 lembaga pelatihan, 1 lembaga bimbingan belajar, serta 10 komunitas mahasiswa yang memperkenalkan berbagai peluang pendidikan dan pengembangan diri bagi para siswa.

Jurnalis Samsul Hidayat Penyunting Mohammad Nurfatoni