Feature

Tak Sekadar Ikut Tren, Sosiologi UMM Dampingi Siswa MAN 2 Blitar Menentukan Kampus Pilihan

40
×

Tak Sekadar Ikut Tren, Sosiologi UMM Dampingi Siswa MAN 2 Blitar Menentukan Kampus Pilihan

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Mahasiswa Back to School (MBTS) Prodi SosiologiFISIP UMM di MAN 2 Blitar, Senin (5/1/2026).

Tak sedikit siswa kelas XII masih gamang menentukan pilihan kampus. Lewat program MBTS, Sosiologi UMM hadir langsung di MAN 2 Blitar untuk membimbing mereka menentukan masa depan tanpa terjebak FOMO.

Tagar.co – Menjelang kelulusan, banyak siswa kelas XII dihadapkan pada kebingungan memilih kampus dan jurusan. Tidak sedikit yang akhirnya mengambil keputusan berdasarkan tren atau pengaruh lingkungan, sebuah kondisi yang dikenal sebagai fear of missing out (FOMO)—rasa takut tertinggal dari pilihan teman sebaya tanpa pertimbangan minat dan potensi diri.

Untuk menjawab tantangan itu, Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) hadir langsung di MAN 2 Blitar Jawa Timur melalui kegiatan Mahasiswa Back to School (MBTS), Senin (5/1/2026).

Baca juga: Mahasiswa Back to School Prodi Sosiologi UMM Hadir di SMAN 1 Kutorejo

Kegiatan ini dikemas dalam rangkaian Edufair MAN 2 Blitar, sebuah forum tahunan yang mempertemukan siswa dengan berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia. Sejumlah alumni MAN 2 Blitar yang kini berkuliah di berbagai kampus, seperti UMM, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), serta perguruan tinggi lainnya, turut ambil bagian memberikan testimoni dan berbagi pengalaman akademik.

Sebanyak lima mahasiswa Program Studi Sosiologi FISIP UMM didelegasikan untuk membuka stand Edufair Prodi Sosiologi UMM. Menariknya, salah satu di antaranya merupakan alumni MAN 2 Blitar. Kehadiran mereka menjadi penghubung yang kuat antara dunia sekolah dan dunia kampus, sekaligus memberikan gambaran nyata tentang kehidupan perkuliahan kepada para siswa, khususnya kelas XII.

Di stand tersebut, mahasiswa menyampaikan informasi komprehensif seputar profil Universitas Muhammadiyah Malang, sistem perkuliahan, jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026, karakteristik Program Studi Sosiologi, hingga prospek karier lulusan. Tidak hanya itu, mereka juga mengajak siswa memahami peran penting ilmu sosiologi dalam membaca dinamika sosial, pembangunan masyarakat, dan berbagai persoalan kontemporer.

Suasana stand berlangsung hidup. Sesi diskusi dan tanya jawab berjalan interaktif, mencerminkan tingginya antusiasme siswa dalam menggali informasi mengenai pilihan studi lanjut dan masa depan akademik mereka.

Kepala MAN 2 Blitar, Drs. Khusnul Khuluk, M.Pd., menegaskan bahwa Edufair akan terus dikembangkan sebagai strategi madrasah dalam membuka wawasan siswa terhadap pendidikan tinggi.

“Edufair ini kami rancang sebagai jembatan informasi agar siswa tidak hanya mengikuti tren, tetapi memahami potensi dan minatnya sebelum menentukan pilihan studi,” ujarnya.

Program Mahasiswa Back to School (MBTS) sendiri merupakan bentuk pelibatan aktif mahasiswa dalam sosialisasi pendidikan tinggi dengan kembali ke sekolah asal untuk berbagi pengalaman dan motivasi.

Pada hari yang sama, Prodi Sosiologi FISIP UMM juga menggelar kegiatan serupa di SMA Negeri 1 Kutorejo, dengan mengirimkan lima mahasiswa lainnya sebagai bagian dari perluasan jangkauan sosialisasi menjelang penerimaan mahasiswa baru 2026.

Melalui pendekatan langsung seperti ini, Sosiologi UMM berharap siswa tidak lagi sekadar memilih kampus karena tren, tetapi berdasarkan pemahaman, minat, dan kesiapan menghadapi masa depan. (#)

Jurnalis Muchamad Noval Dwi Prasetyo Penyunting Mohammad Nurfatoni