Feature

Ketika ‘Mobil Terbang’ Mendarat di Dusun Paras, Literasi Anak Tumbuh bersama Republik Gubuk

71
×

Ketika ‘Mobil Terbang’ Mendarat di Dusun Paras, Literasi Anak Tumbuh bersama Republik Gubuk

Sebarkan artikel ini
Saat Mobil Terbang RBC Institute ‘mendarat’ Dusun Paras, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (4/1/2026). (Tagar.co/Maqdis Jannatan)

Program Mobil Terbang RBC Institute menghadirkan perpustakaan keliling yang mengubah sore anak-anak Dusun Paras menjadi ruang belajar penuh tawa dan halaman-halaman buku.

Tagar.co — Tawa dan suara halaman buku yang dibuka beriringan mengisi suasana Dusun Paras, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (4/1/2026).

Di sebuah ruang belajar sederhana bernama Pondok Anyam, 20 anak tampak larut dalam aktivitas membaca dan belajar bersama. Kehadiran sebuah kendaraan penuh buku—yang akrab mereka sebut sebagai “mobil terbang”—mengubah sore itu menjadi perayaan kecil literasi.

Baca juga: RBC Institute Hadirkan Mobil Terbang di Festival Literasi Renjana Amerta Carita

Mobil tersebut merupakan bagian dari program Mobil Terbang (Bakti terhadap Bangsa) yang diinisiasi RBC Institute Abdul Malik Fadjar, sebuah perpustakaan keliling yang dirancang untuk menjangkau anak-anak di komunitas akar rumput.

Tidak sekadar menghadirkan buku, program ini membawa pengalaman belajar yang menyenangkan, kontekstual, dan dekat dengan dunia anak.

Begitu mobil berhenti, anak-anak segera mengerubungi rak-rak buku yang terbuka. Ada buku cerita bergambar, bacaan pengetahuan, hingga buku aktivitas yang langsung mereka pilih dengan mata berbinar. Aktivitas membaca pun berlangsung alami—tanpa paksaan, tanpa sekat—seolah buku-buku itu memang telah lama dinanti.

Baca Juga:  Mobil Terbang RBC Tanamkan Literasi dan Edukasi Lingkungan sejak Dini di TK Cahaya Permata

Antusiasme tersebut mendapat apresiasi dari Hani Masudi, Kepala Dusun Paras. Ia menilai program ini sangat relevan di tengah gempuran teknologi digital yang kian menggeser kebiasaan membaca anak-anak.

“Kami sangat antusias dengan kehadiran Mobil Pustaka dari RBC Institute. Program ini sangat membantu meningkatkan minat baca anak-anak di kampung. Di era sekarang, ketika teknologi berkembang sangat cepat, minat membaca buku mulai berkurang. Mobil ini menjadi inovasi yang mampu menarik kembali perhatian anak-anak terhadap buku,” ujarnya.

Kegiatan literasi MobilTerbang RBC Institute di Dusun Paras, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (4/1/2026). (Tagar.co/Maqdis Jannatan)

Pondok Anyam merupakan salah satu ruang belajar binaan Republik Gubuk, komunitas literasi yang dipimpin Fachrul Alamsyah, yang akrab disapa Cak Irul. Di bawah kepemimpinannya, Pondok Anyam berkembang sebagai ruang belajar alternatif yang menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta kebiasaan belajar sejak usia dini bagi anak-anak Dusun Paras.

Kehadiran Mobil Pustaka dinilai selaras dan memperkuat ekosistem literasi yang telah dibangun komunitas tersebut. Program ini tidak hanya memperkaya koleksi bacaan, tetapi juga memperluas pengalaman belajar anak-anak melalui interaksi langsung, diskusi ringan, dan pendampingan membaca.

Baca Juga:  Mobil Terbang RBC Hadir di SDIT Iqra Bina Umat, Tumbuhkan Antusiasme Literasi Siswa

Dalam kegiatan itu, sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut terlibat mendampingi anak-anak. Kolaborasi antara RBC Institute, komunitas lokal, dan mahasiswa menciptakan suasana literasi yang inklusif sekaligus memperkuat nilai pengabdian kepada masyarakat.

Melalui program Mobil Terbang, RBC Institute Abdul Malik Fadjar menegaskan komitmennya menghadirkan literasi secara langsung dan menyenangkan di tingkat komunitas. Upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar panjang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan merawat budaya baca sejak usia dini—dimulai dari ruang-ruang kecil, dengan dampak yang besar.

Jurnalis Maqdis Jannatan Penyunting Mohammad Nurfatoni