Feature

Waspada terhadap Kemunculan Superflu di Indonesia

105
×

Waspada terhadap Kemunculan Superflu di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Mohammad Nurfatoni/AiI

Mutasi virus influenza kembali memunculkan tantangan kesehatan baru. Superflu mulai terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia, menuntut kesiapsiagaan medis, penguatan imunitas, dan kesadaran masyarakat.

Oleh dr. Mohamad Isa, Sp.P.

Tagar.co – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis bahwa berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) virus influenza tipe A subklas K sampai tanggal 25 Desember 2025 telah ditemukan 62 kasus di Indonesia. Virus ini tersebar di 8 provinsi, dengan data terbanyak di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.

Superflu disebabkan oleh virus influenza A tipe H3N2 subklas K (L2/4/1). Virus influenza ini merupakan hasil mutasi dari virus sebelumnya.

Mutasi Virus

Virus sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah, secara naluri akan selalu mengalami mutasi atau perubahan. Mutasi ini terjadi sebagai konsekuensi agar tetap dapat survive dalam mempertahankan kehidupannya.

Untuk bertahan hidup, virus harus beradaptasi dengan terus bermutasi. Setelah virus bermutasi, sistem kekebalan tubuh akan lebih sulit mengenali virus, sehingga virus dapat tetap bertahan.
Proses mutasi virus dapat membuat virus semakin kuat dan lebih mudah berkembang biak.

Baca Juga:  Mengelola Kekuasaan: Antara Amanah dan Godaan

Virus juga dapat dirangsang untuk bermutasi menjadi lebih lemah. Biasanya hal ini dilakukan dalam proses pengembangan vaksin.

Perbandingan mekanisme antigenic shift dan antigenic drift pada virus influenza. Antigenic shift terjadi akibat pencampuran materi genetik dua virus dalam satu sel inang, menghasilkan virus baru dengan struktur antigen berbeda. Sementara antigenic drift berlangsung melalui akumulasi mutasi kecil yang terjadi perlahan dari waktu ke waktu.

Cara Mutasi Virus

Ada dua cara mutasi virus:

  1. Antigenic ShiftTerjadi perubahan besar pada struktur antigen permukaan yang dapat berlangsung secara singkat, mendadak, maupun lambat.

    Salah satu ciri penting virus influenza adalah kemampuannya mengubah antigen permukaannya (H: haemaglutinin dan N: neuraminidase) melalui perantara inang ketiga.
    Antigenic shift hanya terjadi pada virus influenza A.

  2. Antigenic DriftPerubahan antigen permukaan hanya sedikit pada protein permukaan virus (H/N), menyebabkan pergeseran strain secara bertahap. Terjadi pada virus influenza B, sedangkan virus influenza C relatif stabil.

Gejala Superflu

  • Demam tinggi dan berkepanjangan
  • Panas dingin dan menggigil
  • Nyeri otot dan tubuh terasa sangat pegal
  • Sakit kepala berat
  • Kelelahan ekstrem hingga sulit beraktivitas
  • Hidung tersumbat atau pilek berat
  • Batuk dan nyeri tenggorokan

Gejala-gejala ini menyerupai flu yang sering dialami masyarakat. Biasanya dalam 5–7 hari akan membaik. Namun, bila belum ada perbaikan, disarankan berobat ke dokter.

Bagaimana Menghadapi

  • Tenang dalam menghadapi gejala flu tersebut.
  • Jaga daya tahan tubuh dengan makanan dan minuman bergizi, istirahat cukup, serta pola hidup sehat.
  • Mengurangi transmisi virus dengan memakai masker.
  • Minum obat simtomatik.
  • Periksa ke fasilitas kesehatan bila keadaan lebih berat untuk mendapatkan terapi antivirus.
  • Vaksinasi influenza.Tetap beribadah sesuai ketentuan dan kemampuan.

Penutup

Proses mutasi merupakan bagian dari hukum alam yang terjadi pada setiap makhluk hidup. Dalam konteks inilah manusia dituntut untuk senantiasa menjaga daya tahan tubuh sebagai benteng utama menghadapi ancaman superflu dan berbagai penyakit lainnya.

Namun, ikhtiar lahiriah tersebut harus selalu disertai sikap batiniah: tetap tawakal dalam menghadapi setiap persoalan kehidupan, meyakini bahwa di balik setiap ujian selalu ada hikmah dan perlindungan dari Allah Swt. (#)

Banjarmasin, 4 Januari 2026

Penyunting Mohammad Nurfatoni