Opini

Silaturahmi, Resep Sehat dan Bahagia

67
×

Silaturahmi, Resep Sehat dan Bahagia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Mohammad Nurfatoni/AI

Bertemu, berjabat tangan, dan makan bersama bukan sekadar tradisi sosial, melainkan kunci menjaga kesehatan fisik, ketenangan batin, dan kehangatan persaudaraan, terutama di usia lanjut.

Oleh dr. Mohamad Isa

Tagar.co – Pada hari Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Warung Wakaka, Banjarmasin, dilaksanakan acara silaturahmi ke-14 mantan pegawai negeri Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Acara tersebut dihadiri oleh 65 orang, dengan rentang usia mulai dari 60 tahun hingga 82 tahun. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, hangat, dan penuh kekeluargaan.

Baca juga: Ngaha Aina Ngoho: Mencari Hidup tanpa Merusak Kehidupan

Makna Silaturahmi

Silaturahmi berasal dari kata silah yang berarti sambungan atau hubungan, dan ar-rahim yang berarti rahim atau kekerabatan.

Secara makna, silaturahmi merujuk pada upaya mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan, baik melalui hubungan darah (nasab) maupun persahabatan. Silaturahmi dapat dilakukan dengan berbagai cara: saling mengunjungi, membantu, memberi salam, dan menjalin hubungan baik yang dilandasi kasih sayang.

Silaturahmi merupakan kebutuhan dasar manusia. Kita tidak bisa hidup sendiri. Setiap manusia membutuhkan manusia lain, karena pada hakikatnya kita adalah makhluk sosial.

Baca Juga:  Pendidikan Gratis atau Makan Gratis?

Dalam pelaksanaannya, silaturahmi harus dilakukan dengan hati yang ikhlas, tanpa paksaan. Keikhlasan inilah yang akan melahirkan keberkahan dan kebahagiaan. Secara nyata, silaturahmi terwujud dalam kebiasaan saling bertegur sapa, berjabat tangan, dan memberi salam.

Jabat Tangan

Kekuatan jabat tangan telah terbukti mampu meningkatkan imunitas tubuh. Saat terjadi sentuhan kulit ketika berjabat tangan, tubuh memproduksi hormon yang disebut oksitosin.

Oksitosin adalah hormon penghubung yang sangat dibutuhkan untuk membangun rasa percaya dan memperkuat hubungan antarmanusia.

Melalui jabat tangan, terjadi transfer gelombang positif yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan prasangka dan ketidaknyamanan yang mungkin pernah ada dalam suatu hubungan.

Makan Bersama

Dalam silaturahmi, bukan kemewahan makanan yang menjadi ukuran, melainkan kebersamaan saat makan itulah yang paling penting.

Jika hendak makan, sebaiknya mengajak orang lain dan melakukannya bersama-sama, karena di situlah keberkahan berada.

Keutamaan makan bersama dalam Islam sangat besar. Ia mendatangkan keberkahan, kecukupan, serta mempererat persaudaraan. Rasulullah Saw. bersabda:

“Makanlah kalian secara bersama-sama dan sebutlah nama Allah, niscaya kalian akan diberkahi.” (Abu Daud)

Baca Juga:  Dari Córdoba ke Granada: Menapaktilasi Warisan Islam di Spanyol

Sehat dan Bahagia

Dalam kesempatan tersebut, penulis juga berbagi pandangan tentang bagaimana tetap sehat dan bahagia di usia lanjut. Ada empat poin penting yang perlu dijaga:

  • Berpikir positif dalam menghadapi setiap masalah.

  • Memiliki keikhlasan yang tinggi dan pandai bersyukur.

  • Tetap menjaga silaturahmi.

  • Menjaga kebugaran dengan berolahraga dan tetap beraktivitas sesuai kemampuan.

Penutup

Silaturahmi harus senantiasa dijaga agar hidup tetap sehat dan bahagia. Silaturahmi meningkatkan imunitas tubuh. Silaturahmi menjaga hubungan sosial antarsesama. (#)

Banjarmasin, 27 Desember 2025

Penyunting Mohammad Nurfatoni