Feature

Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa UPN Jatim Bicara Moderasi Beragama

61
×

Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa UPN Jatim Bicara Moderasi Beragama

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UPN Jatim
Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMK Wijaya Putra Surabaya, Senin (15/12/2025) (Istimewa/tagar.co)

Di hadapan siswa SMK Wijaya Putra Surabaya, permainan di Kahoot jadi media dalam menyampaikan Moderasi Beragama melalui Pendekatan Interaktif.

Tagar.co – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMK Wijaya Putra Surabaya, Senin (15/12/2025) pukul 13.00-14.30 WIB.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai penugasan akhir mata kuliah Agama Islam dengan mengangkat tema Moderasi Beragama melalui Pendekatan Interaktif Berupa Permainan Kahoot!

Kegiatan ini diikuti anggota OSIS SMK Wijaya Putra periode 2025/2026. Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi mengenai moderasi beragama, kemudian dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) untuk menggali pemahaman serta kemmapuan untuk berpikir kritis terkait toleransi di sekolah.

Ketua OSIS SMK Wijaya Putra, Raffi Achmad Maulana Putra, mengungkapkan bahwa sebelum kegiatan berlangsung, pemahamannya tentang moderasi beragama masih sebatas toleransi antaragama. Ia juga mengakui pernah merasa canggung saat berinteraksi dengan teman yang berbeda agama.

“Kadang harus berhati-hati saat bicara karena takut menyinggung,” ujarnya.

Dia menuturkan, menilai penerapan moderasi beragama di sekolah sangat penting dan memberi nilai sembilan dari sepuluh, mengingat keberagaman latar belakang agama di SMK Wijaya Putra.

Baca Juga:  Ketua Pengprov Orado Jatim Hadiri Pembukaan Kejurcab Orado Banyuwangi

“Sesi Kahoot dan FGD menjadi momen paling berkesan karena memunculkan diskusi serta perbedaan sudut pandang antarsiswa,” jelasnya.

Suasana Belajar

Anggota OSIS Marsha Erika, menyampaikan bahwa penyampaian materi dinilai cukup jelas dan mudah dipahami karena dibawakan secara santai.

“Permainan

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Bimbingan Konseling (BK) SMK Wijaya Putra, Pak Alianto, S.Pd. mengatakan bahwa interaksi sosial antaragama di lingkungan sekolah berjalan dengan baik. Seluruh kegiatan sekolah dilaksanakan bersama tanpa membedakan latar belakang agama.

“Konflik terkait agama tidak pernah terjadi. Saat ibadah, masing-masing agama difasilitasi ruangnya dan tetap saling menghormati,” jelasnya.

Ketua pelaksana kegiatan penyuluhan, Faza Haffyan Habibullah berharap peserta tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menularkannya kepada siswa lain.

“Saya harapkan setelah kalian mengerti dan memahami materi penyuluhan moderasi antaragama ini, kalian dapat mempengaruhi teman kalian untuk melakukannya demikian, jadilah agent of change di lingkungan SMK Wijaya Putra,” ungkapnya.

Melalui kombinasi penyampaian materi, lanjutnya, diskusi kelompok, dan permainan Kahoot! kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat nilai toleransi dan moderasi beragama di lingkungan sekolah. (#)

Baca Juga:  Dua Siswa Spemdalas Lolos Final Matematika dan IPA Olympicad Ke-VIII Makassar

Jurnalis Kirana Aura Zahy. Penyunting Ichwan Arif.