Feature

Penguatan Literasi Anti-Bullying Jadi Topik Seminar Pengabdian Dosen Umsura

63
×

Penguatan Literasi Anti-Bullying Jadi Topik Seminar Pengabdian Dosen Umsura

Sebarkan artikel ini
Penguatan Literasi Anti-Bullying jadi topik Seminar Pengabdian Masyarakat Dosen Umsura. Ini kontribusi nyata kampus dalam mendukung penguatan literasi anti-bullying melalui media digital berbasis nilai-nilai Islami
Penguatan Literasi Anti-Bullying merupakan Program Pengabdian Masyarakat dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) (Tagar.co/Istimewa)

Penguatan Literasi Anti-Bullying jadi topik Seminar Pengabdian Masyarakat Dosen Umsura. Ini kontribusi nyata kampus dalam mendukung penguatan literasi anti-bullying melalui media digital berbasis nilai-nilai Islami

Tagar.co – Pelatihan Pembuatan Media Digital Cerita Ilustrasi Islami sebagai Penguatan Literasi Anti-Bullying merupakan Program Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh Kiki Cahya Muslimah, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya

Hall KH. Mas Mansyur SMA Muhammadiyah 4 Surabaya menjadi tempat terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat ini, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata kampus dalam mendukung penguatan literasi anti-bullying di kalangan pelajar melalui media digital berbasis nilai-nilai Islami.

Kiki Cahya Muslimah melaksanakan pengabdian masyarakat bersama lima mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam. Yaitu Ahmad Asrori Dzulkarnain, Mas Hikmah Nafisah, Adira Satya Abintara, Lativa Gemawa Hati, dan Fiva Nur Hidayah.

Ketrampilan Menulis Cerita

Peserta kegiatan adalah siswa kelas XI dan XII yang memiliki keterampilan tinggi dalam menulis cerita, baik yang bersumber dari pengalaman pribadi maupun hasil pengembangan imajinasi. “Seluruh peserta kami wajibkan mengunggah naskah cerita ilustrasi dalam format Microsoft Word melalui tautan penyimpanan google yang telah disediakan dan dibagikan pada WhatsApp grup,” jelas mantan staf pengajar SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Gresik ini.

Baca Juga:  Umsura Lepas Lima Mahasiswa PPL Calon Guru di SDN Banyu Urip III Surabaya

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, peserta diminta menyiapkan perangkat yang akan digunakan selama proses pelatihan. Perangkat tersebut berupa gawai atau laptop, kuota internet yang cukup, akses ke aplikasi ChatGPT, aplikasi Canva, serta soft file naskah cerita.

“Semua perangkat tersebut akan digunakan dalam rangkaian kegiatan. Mulai dari penyuntingan naskah, penyusunan ilustrasi, hingga pembuatan flipbook digital,” papar dosen Bahasa Arab ini.

Dalam pelaksanaan pelatihan, Kiki sebagai narasumber memandu peserta melalui tahapan merapikan naskah menggunakan ChatGPT sebagai pendukung penyuntingan teks. Kemudian melanjutkan pada proses desain visual cerita melalui Canva mulai dari pemilihan font, elemen, media ajaib juga pengaturan template yang sesuai. Setelah itu, peserta diperkenalkan pada pembuatan flipbook sehingga karya mereka dapat dipublikasikan secara lebih menarik dan mudah diakses.

Bentuk Kesadaran Sosial dan Karakter

Respon positif datang dari para siswa. Alessandra Maura Raihanna dari kelas XII-3 menunjukkan antusiasmenya “Kegiatan ini sangat positif apalagi saya memang hobi menulis baik cerita fiktif maupun berita dari kegiatan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Saya akan menyelesaikan karya yang sudah saya kirim sampai jadi flipbook. Terima kasih Ustazah Kiki dan kakak-kakak Umsura,” kesannya penuh semangat.

Baca Juga:  Bangga Jadi Anak Nusantara: Di Umsura Fadli Zon Sebut Indonesia Laboratorium Manusia Purba Terbesar

Media digital berupa flipbook yang dihasilkan menjadi salah satu bentuk kontribusi penting dari Umsura kepada masyarakat. Karya ini dapat diakses secara luas sehingga memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan bullying.

Melalui cerita ilustrasi bernuansa Islami, peserta diajak memahami bahwa bullying merupakan perilaku agresif yang bertentangan dengan akhlak mulia dan nilai-nilai Islam yang menekankan penghormatan, kasih sayang, serta larangan untuk merendahkan sesama.

“Pelatihan ini mampu mengembangkan kemampuan sekaligus menebarkan pesan positif anti-bullying dalam bentuk karya digital yang inspiratif. Alhamdulillah, peserta antusias dan terus melakukan pemantauan hasil dari pelatihan hari ini sampai karya digital publish,” ujar Nafisah, mahasiswa S1 PAI Umsura.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kreativitas siswa dalam berkarya, tetapi juga membentuk kesadaran sosial dan karakter yang lebih kuat. Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi sekolah dan perguruan tinggi untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, beradab, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. (#)

Jurnalis Kusmiani. Penyunting Sugiran.