Feature

Assembly Learning Sekolah Kreatif Baratajaya: Drama Musikal yang Ajarkan Tauhid

47
×

Assembly Learning Sekolah Kreatif Baratajaya: Drama Musikal yang Ajarkan Tauhid

Sebarkan artikel ini
Adegan drama musikal Assembly Learning kelas VI Sekolah Kreatif Baratajaya, Selasa (2/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Siswa kelas VI Sekolah Kreatif Baratajaya menyulap aula sekolah menjadi panggung drama musikal. Dengan alur cerita buatan sendiri, mereka mengajak penonton memahami bahaya kesyirikan melalui pendekatan seni yang kreatif dan edukatif.

Tagar.co – Aula lantai 3 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya, Surabaya, Selasa (2/12/2025), berubah menjadi panggung seni berwarna-warni. Dekorasi bunga, lampu, dan ornamen khas sekolah kreatif menghadirkan suasana bak studio pentas yang hangat dan memanjakan mata. Di ruang inilah, siswa kelas VI menampilkan drama musikal dalam rangka Assembly Learning Semester Ganjil.

Drama musikal ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang hidup, menyenangkan, dan mudah dipahami. Guru Al-Islam kelas VI, Amri, M.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kontekstualisasi materi Al-Islam tentang bahaya kesyirikan.

Baca juga: Kabilah Sekolah Kreatif Baratajaya Borong Piala Kepanduan HW di ME Confest 2025

“Para siswa mendapatkan peran masing-masing dalam pembelajaran Al-Islam yang dikemas melalui Assembly Learning bertema Melawan Kesyirikan,” ujarnya sebelum acara dimulai.

Baca Juga:  Berhenti Sejenak di Mabit Sekolah Kreatif Baratajaya: Menata Niat, Menguatkan Loyalitas

Acara dibuka pukul 09.00 WIB oleh dua MC cilik, Kania Prajnazanitha Harindra (VI Juanda) dan Mazaya Thufailah Az Zahra (VI Ahmad Dahlan). Dengan suara lantang dan penuh antusias, keduanya berhasil membawa ratusan siswa larut dalam suasana pentas.

Tim tari drama musikal Assembly Learning kelas VI Sekolah Kreatif Baratajaya, Selasa (2/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya, Elly Rhodlifah, S.H., M.Pd, memberikan sambutan sekaligus membuka acara .“Selamat untuk kakak-kakak hebat kelas VI. Kalian sudah luar biasa. Selamat memainkan drama dengan penuh suka cita sesuai karakter masing-masing,” tutur Elly.

Semua siswa kelas VI terlibat dalam pementasan ini. Mereka bebas memilih peran, mulai dari narator hingga tokoh utama. Peran narator diisi oleh Athifa Bilqis Azzahra (VI Azhar Basir) dan Zahrana Almira Putri Janettra (VI Juanda), yang mengalirkan alur cerita buatan mereka sendiri.

Drama tersebut mengajak penonton memahami bahwa kesyirikan tidak hanya terjadi pada masa lampau, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk modern. Dengan musik pengiring, dialog ringan, dan visual panggung yang kreatif, pesan tentang pentingnya menjaga kemurnian tauhid tersampaikan secara efektif dan menyentuh.

Baca Juga:  Seminar Parenting TK Aisyiyah 39 Surabaya: Kedekatan Emosional Jadi Fondasi Karakter Anak
Figuran drama musikal Assembly Learning kelas VI Sekolah Kreatif Baratajaya, Selasa (2/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Tokoh utama Muhammad Azhar Fatahillah (VI Juanda), yang berperan sebagai KH. Ahmad Dahlan, tampil penuh kharisma dan humanisme dalam membawakan misi dakwah. Sementara itu, Syiba Zulan Adi Santoso berhasil memerankan tokoh antagonis yang menghadirkan atmosfer seolah kembali ke masa kejahilan.

Assembly Learning kali ini menjadi sorotan karena menggabungkan pendidikan akidah dengan seni peran dan musik. Adegan demi adegan memperlihatkan bentuk-bentuk kesyirikan yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketergantungan pada benda tertentu hingga perilaku yang menyimpang dari prinsip tauhid.

Guru kelas VI, Nasyiatul Lailah, S.Pd, menegaskan bahwa metode ini memberi dampak kuat dalam pemahaman siswa.

“Siswa lebih mudah mengingat jika mereka mengalami langsung proses belajar. Drama musikal membuat nilai-nilai tauhid terasa dekat dengan realitas mereka,” jelasnya.

Aktor drama musikal dalam acara Assembly Learning kelas VI Sekolah Kreatif Baratajaya, Selasa (2/12/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Para siswa pun menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tidak hanya belajar bekerja sama, tetapi juga lebih percaya diri menyampaikan gagasan tentang bahaya kesyirikan dan pentingnya ketauhidan.

“Saya senang sekali, cerita Assembly kali ini menarik,” ujar Kayyisa Safeea Bayu (VI Ashar Basyir), salah satu penari dalam pementasan.

Baca Juga:  Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya Tebar Senyum di Rumah Singgah Kanker

Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bahwa pembelajaran agama dapat dikemas secara kreatif tanpa mengurangi substansi ajarannya. Melalui pendekatan drama musikal, Sekolah Kreatif Baratajaya sukses menanamkan nilai-nilai akidah dengan cara yang menyentuh, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman. (#)

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni