
MI Mutwo Campurejo Panceng membuktikan diri sebagai madrasah berprestasi. Dua piala di ajang Festival Faqih Usman 2025 menjadi bukti nyata transformasi dari madrasah sederhana menuju madrasah unggul.
Tagar.co — MI Muhammadiyah 2 Campurejo Panceng kembali menunjukkan kiprahnya di panggung kompetisi bergengsi tingkat kabupaten.
Dalam ajang Festival Faqih Usman (FFU) Ke-9 yang digelar Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Sabtu (1/11/2025), madrasah yang akrab disebut MI Mutwo itu sukses menyabet dua penghargaan bergengsi di kategori lomba pidato bahasa.
Dua prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa madrasah di kawasan pesisir utara Gresik ini tengah menapaki jalur transformasi, keluar dari zona nyaman menuju arah kemajuan.
Dari Pantura ke Panggung Bergengsi
Festival Faqih Usman merupakan ajang tahunan yang mempertemukan pelajar sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik. Tahun ini, sebanyak 855 peserta dari berbagai satuan pendidikan turut ambil bagian, menjadikan kompetisi berlangsung ketat dan sarat prestasi.
Baca juga: Juara Pidato Bahasa Arab FFU Ke-9 Resmi Diumumkan
Salah satu bintang yang bersinar dari MI Mutwo adalah Astamarotul Jeniyah, siswi kelas V yang berhasil meraih Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Arab. Dengan artikulasi jelas, struktur bahasa rapi, dan intonasi meyakinkan, ia memukau dewan juri di hadapan ratusan peserta dan penonton.
“Jeni punya semangat luar biasa. Ia cepat menangkap arahan dan disiplin dalam berlatih,” tutur Uswatun Hasanah, guru pembimbingnya.
Keberhasilan itu bukan datang tiba-tiba. Latihan intensif selama beberapa pekan, penguatan mental, dan pembinaan rutin menjadi bekal utama sebelum tampil di panggung besar.
Menembus Batas, Mengasah Bahasa
Tidak berhenti di situ, MI Mutwo juga mengukir prestasi di cabang Pidato Bahasa Inggris dengan menyabet Juara Harapan 3.
Dua piala dari dua bahasa asing ini menjadi simbol komitmen madrasah dalam membangun kemampuan global siswa tanpa meninggalkan akar keislaman.
Baca juga: FFU Ke-9 Lahirkan Jawara Pidato Bahasa Inggris
Dalam beberapa tahun terakhir, MI Mutwo memang menaruh perhatian besar pada pembelajaran bahasa Inggris. Mereka menggandeng lembaga mitra D’yah English Course, menciptakan suasana belajar yang komunikatif, dan memberi ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk berani tampil.
Meski berasal dari lingkungan madrasah sederhana, para siswa MI Mutwo mampu tampil percaya diri dan bersaing di tingkat kabupaten.
Kerja Keras Tak Mengenal Waktu
Uswatun Hasanah menjadi sosok penting di balik layar keberhasilan para siswanya. Dengan sabar dan tekun, ia mendampingi proses latihan sejak seleksi internal hingga hari lomba.
“Latihan dilakukan terus-menerus, kadang sampai sore, bahkan di luar jam pelajaran. Anak-anak berjuang dengan sungguh-sungguh, dan hasil ini adalah buah dari ketekunan mereka,” ujarnya dengan mata berbinar.
Semangat pantang menyerah dan dedikasi guru pembimbing menjadi fondasi kuat MI Mutwo dalam bersaing dengan sekolah lain yang memiliki fasilitas lebih memadai.
Bangkit dari Pinggiran
Sebagai kepala madrasah, saya menyampaikan apresiasi mendalam kepada para siswa dan guru pembimbing. Dua prestasi ini bukan sekadar kemenangan, tetapi tanda kebangkitan bagi madrasah yang selama ini tumbuh dalam keterbatasan.
“MI Mutwo adalah madrasah di pinggiran pantai dengan fasilitas sederhana. Namun keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkembang. FFU ke-9 menjadi panggung bagi anak-anak kami untuk menunjukkan potensi terbaiknya,” ujarku penuh rasa syukur.
Langkah-langkah perubahan terus dijalankan — mulai dari penguatan karakter, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga pembiasaan tampil di berbagai ajang. Sedikit demi sedikit, MI Mutwo bertransformasi menjadi madrasah yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi.
Dari Zona Nyaman Menuju Zona Juara
Prestasi MI Mutwo tak hanya di FFU ke-9. Sebelumnya, Ahad (19/10/2025), madrasah ini juga berhasil mengantarkan siswanya ke babak final tingkat nasional dalam Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) Nasional 2025.
Meski belum meraih piala, pencapaian tersebut merupakan langkah besar bagi madrasah di wilayah Pantura ini.
Baca juga: Mimpi Kecil dari Campurejo: Ketika Azmi Mengayuh Harapan ke Jakarta
Kini, dua penghargaan dari FFU menjadi bahan bakar baru dalam perjalanan panjang MI Mutwo. Madrasah ini sedang meneguhkan diri sebagai lembaga pendidikan yang terus tumbuh, memperkuat mutu pembelajaran, dan menanamkan budaya berprestasi di kalangan siswanya.
“Alhamdulillah, ini adalah langkah penting dalam perjalanan panjang kami. Semoga menjadi penyemangat untuk prestasi-prestasi berikutnya,” ucapku dalam hati, menatap masa depan MI Mutwo yang kian cerah. (#)
Jurnalis Nurkhan Penyunting Mohammad Nurfatoni












