
Melalui pendistribusian logistik di tiga kecamatan, Omah Balam menyalakan kembali semangat hidup para penyandang disabilitas berat di Pacitan—membawa pesan bahwa kepedulian adalah bahasa kemanusiaan yang paling universal.
Tagar.co – Senyum merekah di wajah para penyandang disabilitas kategori berat di Pacitan, Jawa Timur. Ahad pagi (26/10/2025), mereka menerima bantuan logistik dari lembaga kesejahteraan sosial Omah Balam, hasil gotong royong para donatur yang peduli terhadap sesama.
Bantuan ini disalurkan langsung ke tiga titik berbeda: rumah Abdul Rahman di Pringkuku, Teguh di Gondosari, Kecamatan Punung, serta Ahmad di Kecamatan Donorojo. Semua proses dilakukan dengan penuh ketelitian dan kasih sayang, memastikan setiap penerima benar-benar merasakan manfaatnya.
Wujud Kepedulian untuk Hidup yang Lebih Layak
Bantuan yang diberikan tak sekadar berupa bahan kebutuhan pokok. Ada juga alat bantu aktivitas dan alat terapi yang sangat dibutuhkan oleh para penerima.
“Dengan adanya bantuan ini, diharapkan penyandang disabilitas kategori berat dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Bantuan ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berjuang dan tidak menyerah,” tutur Jemi Darmawan, S.Sos, owner Omah Balam, yang turut terjun langsung dalam pendistribusian.
Baca juga: Kekuatan Kata: Jurnalistik Filantropi yang Menggerakkan Empati
Menurut Jemi, aksi ini bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan bentuk nyata cinta dan kepedulian masyarakat terhadap kelompok yang kerap terpinggirkan. “Kami percaya setiap orang memiliki hak untuk hidup layak dan bahagia,” ujarnya.
Terima Kasih dari Mereka yang Dikuatkan
Bagi para penerima bantuan, dukungan ini terasa sangat berarti. Mereka menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu melalui Omah Balam. Harapannya, kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut, agar semakin banyak penyandang disabilitas yang terbantu dan memiliki semangat hidup baru.
Salah satu keluarga penerima bahkan meneteskan air mata haru. “Kami tidak menyangka masih banyak orang yang peduli. Terima kasih sudah mengingat kami,” ungkapnya lirih.
Kepedulian yang Menular
Omah Balam berkomitmen melanjutkan gerakan sosial ini secara berkelanjutan. Mereka mengajak masyarakat untuk ikut ambil bagian—baik dengan dukungan moral maupun materiil. Siapa pun dapat menghubungi Omah Balam melalui media sosial atau kontak yang tersedia untuk bergabung dalam program kemanusiaan berikutnya.
“Ini bukan sekadar berbagi bantuan, tapi berbagi kehidupan,” ujar Jemi.
Bagi masyarakat Pacitan, aksi ini menjadi bukti nyata bahwa ketika kepedulian menyatu, senyum pun tumbuh di wajah mereka yang selama ini berjuang dalam keterbatasan. Dan dari setiap paket logistik yang diterima, terselip pesan kemanusiaan: bahwa kasih sayang selalu punya jalan untuk menembus batas fisik dan sosial. (#)
Jurnalis Edi Susanto Penyunting Mohammad Nurfatoni











