Feature

Mabit SD Muri: Tersentuh Kisah Delisa

1043
×

Mabit SD Muri: Tersentuh Kisah Delisa

Sebarkan artikel ini
Siswa kelas IV SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) bersama guru pendamping menyimak film Hafalan Salat Delisa dalam kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) di ruang kelas sekolah, Jumat malam, 31 Oktober 2025. (Tagar.co/Ika Heri Pratiwi)

Siswa kelas IV SD Muhammadiyah 1 Kebomas mengikuti Mabit penuh makna. Melalui film Hafalan Salat Delisa, mereka belajar tentang keteguhan iman, cinta keluarga, dan keikhlasan menghadapi ujian hidup.

Tagar.co – Udara malam di SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) terasa hangat, bukan karena suhu, melainkan karena suasana kebersamaan yang begitu kental.

Siswa-siswi kelas IV mengikuti kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) yang dirancang untuk menumbuhkan karakter religius sekaligus mempererat ukhuah di antara mereka, Kamis (30/10/25).

Baca juga:“Apa Jadinya Dunia tanpa Indonesia” Diluncurkan, Ini Kata Mendikdasmen

Salah satu momen paling mengesankan malam itu adalah pemutaran film berjudul Hafalan Salat Delisa. Film yang diadaptasi dari novel Tere Liye tersebut berkisah tentang seorang anak yang tetap menjaga hafalan salatnya di tengah ujian berat kehidupan.

Saat layar menampilkan perjuangan Delisa, suasana berubah menjadi hening dan penuh haru. Beberapa siswa bahkan tampak meneteskan air mata.

“Filmnya sedih sekali, tapi juga membuat saya ingin lebih rajin salat dan sayang sama ibu. Delisa kuat sekali, saya ingin seperti dia,” ujar Azzahwa Qurrota A’yun, siswi kelas IVB dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga:  Lada Ajaib Bikin Siswa SD Muri Takjub Belajar Sains

Menurut Dinda Sufi Ila Rahadatil ‘Aisy, S.Pd, guru pendamping, kegiatan menonton film bukan semata hiburan, tetapi juga sarana refleksi. “Anak-anak terlihat sangat tersentuh. Melalui film ini, kami ingin menanamkan nilai kesabaran, rasa syukur, dan cinta keluarga sejak dini,” tuturnya.

Teladan Delisa

Kepala Sekolah SD Muri, Riza Agustina Wahyu Setiawati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung.

“Mabit menjadi bagian dari pembelajaran karakter. Kami berharap anak-anak dapat meneladani semangat Delisa dalam menjaga salat, berbakti pada orang tua, dan sabar menghadapi ujian hidup,” ungkapnya.

Selain menonton film, kegiatan Mabit juga diisi dengan murojaah, setoran hafalan, hingga salat tahajud bersama yang menyejukkan hati. Dari malam yang penuh renungan itu, para siswa pulang dengan hati yang lebih lembut dan semangat baru untuk beribadah—menyadari bahwa di balik setiap ujian, selalu ada kasih sayang Allah yang tak pernah berakhir. (#)

Jurnalis Ika Heri Pratiwi Penyunting Mohamamd Nurfatoni