Feature

Siswi SD Muhammadiyah Gilipanda Juara Lomba Aksara Mbojo NTB

63
×

Siswi SD Muhammadiyah Gilipanda Juara Lomba Aksara Mbojo NTB

Sebarkan artikel ini
Syaqia Rahmani, siswi kelas 6 SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima, berpose usai meraih Juara 3 Lomba Menulis Aksara Mbojo tingkat SD dalam Festival Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya, Mataram, Ahad (27/10/2024). (Tagar.co/Istimewa)

Dengan langkah kecil namun berarti, Syaqia Rahmani membawa nama SD Muhammadiyah Gilipanda ke level provinsi melalui Lomba Menulis Aksara Mbojo. Prestasinya jadi semangat baru pelestarian budaya Bima.

Tagar.co — Senyum bangga menghiasi wajah Syaqia Rahmani saat namanya diumumkan sebagai Juara III Lomba Menulis Aksara Mbojo dalam rangka Festival Bahasa Ibu tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Siswi kelas 6 SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima itu berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya di ajang yang digelar pada 25–27 Oktober di Hotel Lombok Raya.

Baca juga: Kemendikdasmen Perkuat Bahasa Ibu sebagai Identitas Bangsa

Kompetisi tersebut mempertemukan para pelajar dari berbagai daerah di NTB yang memiliki kecintaan pada bahasa dan aksara daerah. Di tengah persaingan yang ketat, Syaqia tampil memukau melalui ketelatenan dan teknik penulisan aksara Mbojo yang rapi dan bernilai estetika.

Keberhasilan Syaqia menjadi bukti bahwa pelestarian bahasa daerah bisa dimulai dari ruang kelas. SD Muhammadiyah Gilipanda konsisten mendorong siswa untuk mencintai budaya lokal, salah satunya aksara Mbojo yang menjadi identitas masyarakat Bima.

Baca Juga:  Resiliensi Al-Fatih: Ketika Disiplin dan Visi Menaklukkan Konstantinopel

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Gilipanda Kota Bima mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi Syaqia. “Kami sangat bangga dengan prestasi Syaqia yang telah membawa nama baik sekolah kami. Ini merupakan bukti bahwa siswa-siswa di sekolah kami memiliki kemampuan yang luar biasa dan dapat bersaing di tingkat propinsi,” ungkapnya.

Prestasi ini disambut hangat oleh keluarga besar sekolah. Mereka meyakini bahwa keberhasilan Syaqia akan menyalakan semangat pelajar lain untuk tak ragu mengasah kemampuan di bidang kebahasaan dan kebudayaan.

Seperti disampaikan Marhamatul Khairiyah, guru Syaqia. “Syaqia telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam menulis aksara Mbojo. Kami sangat bangga dengan prestasinya dan berharap Syaqia dapat terus mengembangkan kemampuan menulis aksara Mbojo,” ujarnya.

“Selamat untuk Syaqia. Semoga ia terus berprestasi dan menginspirasi banyak siswa lainnya untuk menjaga warisan budaya daerah,” tambahnya.

Bagi Syaqia, penghargaan ini bukanlah garis akhir. Ia justru semakin termotivasi untuk terus mendalami aksara Mbojo dan mengenalkan kekayaan bahasa daerah kepada generasi sebayanya.

Dengan prestasi ini, nama SD Muhammadiyah Gilipanda kembali berkibar, dan Kota Bima pun boleh berbangga: ada putri daerah yang siap menjadi penjaga aksara leluhur. (#)

Baca Juga:  Melawan Amnesia Organisasi: Arsitektur Knowledge Management di Smamda Surabaya

Jurnalis Salmin M. Amin Ama Nohi Penyunitng Mohammad Nurfatoni