
Kunjungan Rektor UMM ke venue Muktamar Ke- 49 Muhammadiyah di Medan menghadirkan ide segar: area khusus pameran inovasi umat sebagai etalase karya dan solusi Muhammadiyah untuk bangsa.
Tagar.co – Muktamar Ke-49 Muhammadiyah di Sumatera Utara semakin dekat. Meski helatan akbar itu baru digelar pada 2027, persiapan sejak dini terus dipacu. Pada Sabtu (25/10/2025), Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. meninjau langsung lokasi utama perhelatan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Sumatra Utara.
Baca juga; Haedar Nashir Resmikan Mentarimu Mart di UMM, Simbol Kemandirian Ekonomi Muhammadiyah
Dalam kunjungan lapang tersebut, Nazar tidak hanya menyoroti progres pembangunan gedung dan fasilitas pendukung, tetapi juga berdialog terkait penataan venue agar pengalaman muktamar semakin optimal bagi peserta dan tamu dari seluruh penjuru negeri.
“Pembangunan venue acara tengah berjalan dan diproyeksikan selesai pada akhir 2026. Ini waktu yang sangat cukup sebelum Muktamar Muhammadiyah 2027,” ujarnya optimistis.
Sebagai akademisi yang berpengalaman dalam manajemen dan pengelolaan even berskala besar, Nazar yang mengenakan helm proyek putih, rompi keselamatan berwarna oranye terang, serta sepatu boot pelindung berwarna kuning, menekankan pentingnya ketepatan desain dan kesiapan teknis.
Ia mengingatkan bahwa muktamar kali ini berpotensi dihadiri ratusan ribu bahkan jutaan warga Muhammadiyah dari berbagai daerah. Karena itu, detail pengerjaan harus betul-betul matang.

Area Pameran Inovasi Muhammadiyah
Satu gagasan yang ia sampaikan menarik perhatian: menghadirkan area khusus pameran inovasi Muhammadiyah. Ruang ini akan menjadi etalase karya riset, teknologi, dan pemikiran yang lahir dari berbagai amal usaha—mulai sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, hingga organisasi otonom di seluruh Indonesia.
“Jika area ini dapat terealisasi, ia bisa menjadi kekuatan baru bagi UMSU untuk membawa nama baik Muhammadiyah sebagai organisasi yang rahmatanlilalamin. Organisasi yang memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan masyarakat,” tandasnya.
Kunjungan ini menjadi sinyal bahwa muktamar bukan hanya forum musyawarah kebijakan organisasi, tetapi juga pentas peradaban bagi karya-karya umat. Persiapan masih berlanjut, dan harapan besar dititipkan pada tuan rumah agar Medan dapat menyambut tamu Muhammadiyah dengan wajah terbaiknya. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni








