Khotbah

Menumbuhkan Cinta kepada Al-Qur’an

49
×

Menumbuhkan Cinta kepada Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi menumbuhkan cinta kepada Al-Qur'an (Tagar.co/Istimewa)
Ilustrasi menumbuhkan cinta kepada Al-Qur’an (Tagar.co/Istimewa)

Al-Qur’an adalah anugerah terbesar bagi umat Islam. Kitab suci ini bukan hanya bacaan, tetapi juga cahaya, petunjuk, dan obat penyejuk hati. Melalui Al-Qur’an, Allah menuntun manusia menuju jalan yang benar dan penuh keberkahan.

Tagar.co – Dalam sebuah khotbah Jumat yang bertema Menumbuhkan Cinta kepada Al-Qur’an, jemaah diingatkan kembali tentang betapa pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan utama dalam hidup.

Allah Ta’ala menegaskan:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah hidayah. Barangsiapa menjadikannya pedoman, hidupnya akan lapang. Sebaliknya, siapa yang berpaling darinya akan mengalami kesempitan. Allah memperingatkan:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا
“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur’an), maka sungguh baginya kehidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)

Kedekatan dengan Al-Qur’an

Nabi Muhammad ﷺ pun memberikan penghormatan besar bagi mereka yang dekat dengan Al-Qur’an. Beliau bersabda:

“Sesungguhnya Allah memiliki keluarga di antara manusia.” Para sahabat bertanya: “Siapakah mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Mereka adalah ahli Qur’an, yaitu orang-orang yang menjadi keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

Artinya, semakin kita menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari hidup, semakin tinggi pula derajat kita di sisi Allah.

Cara Menumbuhkan Cinta kepada Al-Qur’an

Dalam khotbah tersebut disampaikan empat cara sederhana:

Membaca secara rutin. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim)
Konsistensi lebih berharga daripada banyak bacaan yang terputus.

Mentadabburi isi ayat. Allah berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
“Apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an, ataukah hati mereka sudah terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

Mengajarkan kepada keluarga. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Perhiasilah rumah kalian dengan shalat dan bacaan Al-Qur’an, dan jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Baihaqi)

Mengamalkan isi Al-Qur’an. Nabi ﷺ digambarkan sebagai pribadi yang akhlaknya adalah Al-Qur’an (HR. Muslim).

Ancaman bagi yang Lalai

Peringatan keras juga disampaikan dalam Al-Qur’an agar umat Islam tidak melupakan kitab sucinya.

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
“Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.’” (QS. Al-Furqan: 30)

Ayat ini mengingatkan betapa rugi seorang muslim bila hidup bersama Al-Qur’an, tetapi jarang membacanya, apalagi sampai tidak mengamalkannya.

Penutup

Pesan utama khotbah ini adalah menghidupkan kembali cinta kepada Al-Qur’an. Jangan biarkan anak-anak lebih akrab dengan gawai ketimbang mushaf. Jadikan rumah kita bercahaya dengan tilawah, tadabbur, dan pengamalan Al-Qur’an.

Bagi yang mencari metode belajar praktis, terutama untuk anak-anak, kini ada Metode Tajdied. Cara ini membantu memudahkan pembelajaran Al-Qur’an dengan pendekatan yang menyenangkan dan sekaligus menumbuhkan rasa cinta sejak dini.

Dengan Al-Qur’an, hidup kita akan terarah. Tanpa Al-Qur’an, hidup terasa hampa.

Jurnalis Muhammad Taufiqur Rosyid Penyunting Nely Izzatul