
Perjalanan jemaah Masjid Baiturrahim Ponpes Al-Fattah Sidoarjo menghadirkan pengalaman menyentuh: berziarah, belajar sejarah, dan menapak tilas dakwah K.H. Ahmad Dahlan di jantung Yogyakarta.
Tagar.co – Pagi yang masih sejuk, ketika matahari belum menampakkan sinarnya, rombongan jemaah Masjid Baiturrahim Pondok Pesantren Al-Fattah, Banjarsari Buduran Sidoarjo, menapaki langkah awal perjalanan tapak tilas di Kauman, Yogyakarta.
Sebanyak 31 peserta dengan semangat menyusuri jejak dakwah dan perjuangan K.H. Ahmad Dahlan, Ahad (7/9/2025).
Baca juga: Produktivitas Rasulullah Tak Mengenal Usia
Kampung Kauman, yang bersih dan tertata rapi, menjadi destinasi utama perjalanan ini. Di kampung inilah Muhammadiyah lahir, organisasi yang punya peran besar dalam membangun bangsa sekaligus menumbuhkan semangat dakwah pencerahan K.H. Ahmad Dahlan.
Dari rahim Kauman, lahir pula tokoh-tokoh besar Muhammadiyah seperti Ki Bagus Hadikusumo, K.H. Fahrudin, K.H. Ahmad Badawi, K.H. Yunus Anis, dan K.H. Ibrahim.
Kampung Kauman yang kini ditetapkan sebagai cagar budaya masih memamerkan kekokohan bangunan tua perpaduan arsitektur Eropa dan Jawa. Lorong-lorongnya membawa rombongan seakan masuk ke lorong waktu sejarah.

Jejak di Masjid Gede Kauman
Rombongan yang dipandu Ridwan Manan berhenti di Masjid Gede Kauman. Di sinilah mereka mendapat penjelasan tentang peran K.H. Ahmad Dahlan dalam dakwah. Salah satunya perjuangan besar beliau meluruskan arah salat.
Belum ada teknologi seperti sekarang. Tetapi dengan keberaniannya, beliau memastikan arah salat benar-benar menghadap Ka’bah, bukan sekadar ke barat.
Ziarah dan Langgar Kidul
Perjalanan berlanjut melewati sekolah modern pertama di Kauman yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan, hingga ziarah ke makam Nyai Walidah, pahlawan nasional bidang keagamaan dan pendidikan yang juga istri K.H. Ahmad Dahlan.
Senyum warga yang ramah mengiringi langkah para jemaah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ranting Banjarsari. Jalan kaki mereka berakhir di Langgar Kidul, tempat ibadah pertama yang dibangun K.H. Ahmad Dahlan dan keluarganya.
Langgar sederhana ini dulu pernah dirobohkan karena dianggap tidak sesuai dengan tradisi, namun dibangun kembali dan menjadi tempat mengajar Nyai Walidah. Kini, Langgar Kidul menjadi spot utama wisata religi di Kauman.
Sebagai penutup perjalanan, rombongan menuju kawasan wisata Muhammadiyah di Pantai Laguna Depok, Bantul. Semilir angin laut seakan melengkapi renungan sejarah yang baru saja mereka jalani.
Rombongan akhirnya kembali dengan membawa dua bekal berharga: wawasan tentang sejarah berdirinya Muhammadiyah dan kesegaran pikiran untuk melanjutkan perjuangan dakwah di era kini. (#)
Jurnalis Ridwan Manan Penyunting Mohammad Nurfatoni













