Opini

Sejarah Terulang Antara Tiananmen dan Jakarta

53
×

Sejarah Terulang Antara Tiananmen dan Jakarta

Sebarkan artikel ini
Sejarah terulang. Peristiwa demonstran menghadang tank di lapangan Tianamen, Beijing, tahun 1989 terulang di Jakarta. Bedanya di sini penghadangnya mati.
Pemuda menghadang tank di Lapangan Tiananmen Beijing tahun 1989. Sejarah berulang di Jakarta tahun 2025.

Tentara Cina yang ateis komunis dikenal kejam kepada rakyatnya. Ternyata masih ada yang lebih kejam lagi. Tega melindas tukang ojek online sampai mati.

Tagar.co – Sejarah terulang. Di lapangan Tiananmen, Beijing, Cina tanggal 5 Juni 1989, sejuta massa berdemonstrasi menuntut pemerintah membuka kebebasan politik yang lebih besar.

Demonstrasi yang dimotori mahasiswa ini sudah belangsung sebulan. Bukannya menerima tuntutan, pemerintah memutuskan membubarkan demonstran dengan kekerasan.

Tentara disiapkan, tank-tank mulai memasuki lapangan membubarkan massa. Tiba-tiba muncul seorang pemuda berdiri menghadang barisan tank.

Pemuda berkemeja putih bercelana hitam itu membawa dua tas kresek. Dia merentangkan kedua tangannya sebagai isyarat supaya tank berhenti. Ternyata tank di barisan depan berhenti. Tiga tank di belakangnya juga berhenti.

Lantas dia naik ke atas tank berbicara dengan tentara sopirnya. Kemudian dia turun dan kembali bersikap menghentikan tank.

Seseorang dari kerumunan massa lalu mendekati pemuda itu diajaknya pergi. Pemuda itu pun pergi. Tank tidak sampai melindasnya.

Sampai sekarang tidak diketahui identitas pemuda bonek itu. Namun kejadian itu difoto sejumlah fotografer hingga menjadi foto utama semua koran di dunia. Pemuda itu terkenal sebagai tank man.

Tapi demonstrasi di lapangan Tiananmen akhirnya berlangsung ricuh. Dilaporkan ribuan demonstran tewas ditembak.

Baca Juga:  Transaksi Online di Masjid, Begini Hukumnya
Sejarah terulang. Peristiwa demonstran menghadang tank di lapangan Tianamen, Beijing, tahun 1989 terulang di Jakarta. Bedanya di sini penghadangnya mati.

Sama tapi Beda

Kini 36 tahun kemudian kejadian di Alun-alun Beijing itu menjadi sejarah terulang di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam.

Ribuan massa berdemonstrasi ke Gedung DPR sejak 25 Agustus menuntut pembubaran DPR yang korup, kenaikan upah dan penghapusan pungutan yang membebani rakyat.

Demonstran bergerak ke jalan-jalan sekitar DPR termasuk di depan Rumah Susun Bendungan Hilir II Pejompongan Kamis malam itu bakda Isya.

Pemerintah menurunkan pasukan polisi dan kendaraan taktis (Rantis) barakuda Brimob untuk membubarkan massa.

Sebuah Rantis barakuda Brimob berjalan ngebut masuk ke kerumunan massa. Orang-orang pun lari minggir. Tiba-tiba seorang berjaket hijau menyeberang jalan. Terpeleset di tengah jalan. Persis di depan Rantis barakuda. Terlindasnya dia.

Beberapa orang meminta sopir mobil barakuda berhenti. Kendaraan berhenti sejenak. Lalu ngebut lagi. Maka tewaslah orang berjaket hijau itu.

Ternyata orang berjaket hijau itu Affan Kurniawan (22). Tukang ojek online. Dia bukan demonstran. Kebetulan sedang mengantar pesanan makanan di daerah situ. Dia menjadi korban tragedi.

Baca Juga:  Demonstrasi Anarkis

Video peristiwa malam Jumat itu beredar di medsos. Viral. Kapolri minta maaf dan ikut berduka cita. Presiden juga omon-omon yang sama.

Demonstrasi makin meluas. Papan nama Markas Brimob dihancurkan. Polisi dikutuk sebagai pembunuh rakyat. Kapolri diminta turun.

Dari dua kejadian itu tampak perbedaannya. Tentara Pasukan Pembebasan Rakyat Cina yang ateis dan kejam ternyata menghentikan tank ketika ada orang menghadang.

Di sini pasukan polisi dari Brimob yang katanya bertuhan dan Pancasilais tega-teganya melindas tukang ojol sampai mati. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto