Feature

Demonstrasi Kepung Mapolres Pasuruan, Aksi Solidaritas Kasus Tual

46
×

Demonstrasi Kepung Mapolres Pasuruan, Aksi Solidaritas Kasus Tual

Sebarkan artikel ini
Demonstrasi
Kapolres Pasuruan AKPB Harto Agung Cahyono dan Koordinator Aliansi BEMPas Raya, M. Ubaidillah Abdi, menunjukkan dokumen Pakta Integritas yang telah ditandatangani. (Tagar.co/ Waisul Quroni)

Tagar.co – Demonstrasi mahasiswa Aliansi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Pasuruan Raya (BEMPas) berlangsung di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) setempat, Kamis (26/2/2026).

Aksi demonstrasi ini sebagai solidaritas untuk keluarga korban pelajar 14 tahun di Tual, Maluku, yang tewas karena kekerasan anggota Brimob. Kematian pelajar itu bukti kegagalan polisi melindungi dan mengayomi rakyat.

Koordinator Lapangan (Koorlap) Qais Zauqi mengatakan, pemecatan pelaku anggota Brimob bukan akhir dari tuntutan keadilan. Pembenahan aparat polisi harus dilakukan.

Mahasiswa juga meminta Kapolres Pasuruan AKPB Harto Agung Cahyono menandatangani Pakta Integritas dan Komitmen Kerakyatan di atas meterai.

Poin-poin Pakta Integritas disetujui itu adalah

  1. Penegakan Hukum Maksimal: Menjamin transparansi proses pidana dengan jeratan pasal 340 KUHP atau UU Perlindungan Anak hingga vonis maksimal di pengadilan umum.
  2. Pertanggungjawaban Komando: Mendesak pencopotan atasan langsung pelaku sebagai bentuk tanggung jawab kegagalan pembinaan.
  3. Reformasi Kultural dan Sistemik: Mengakui kekerasan sebagai kegagalan sistemik dan berkomitmen mengevaluasi total sistem rekrutmen polisi untuk memberantas praktik suap.
  4. Jaminan Ruang Aman Pasuruan: Memberikan garansi bahwa Polres Pasuruan bertindak humanis dan tidak melakukan tindakan represif terhadap setiap gerakan mahasiswa maupun masyarakat sipil.
  5. Pendekatan Human Rights: Menghapus budaya militeristik berlebihan dan menggantinya dengan pendekatan Human Rights Based Policing.
Baca Juga:  Polisi Jujur Jadi Pesan Moral di Pengajian Ini
Demonstran dan anggota polisi Pasuruan berdoa untuk Arianto Tawakal yang tewas di tangan Brimob. (Tagar.co/Waisul Quroni)

Salat Gaib

Setelah tanda tangan dokumen itu, puluhan mahasiswa membuat shaf di halaman Mapolres Pasuruan untuk salat gaib dan doa bersama bagi Arianto Tawakal (14) yang tewas di tangan Brimob dengan tuduhan aksi balap motor.

Menjelang malam, demonstran bergeser menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Pasuruan. Di bawah langit yang temaram, mahasiswa menyalakan lilin sebagai simbol harapan agar hukum tidak lagi gelap dan keadilan ditegakkan.

Mereka berdoa dan tabur bunga di pusara para pahlawan sebagai pengingat bagi Polri bahwa tugas utama mereka adalah menjadi pelindung rakyat, bukan sumber ketakutan.

“Pakta Integritas ini bukan sekadar kertas, ini adalah ujian nurani polisi. Jika komitmen ini dilanggar, sejarah mencatat bahwa polisi lebih memilih membela korps daripada kebenaran,” tegas M. Ubaidillah Abdi, Koordinator Aliansi BEMPas Raya. (#)

Jurnalis Waisul Quroni  Penyunting Sugeng Purwanto