
Soto Lamongan racikan wong Lidah Kulon ini. Tak kalah nikmatnya dengan buatan wong Lamongan asli.
Tagar.co – Soto Lamongan racikan wong Lidah Kulon menghangatkan acara Turba LPCR-PM (Lembaga Pengembangan Cabang-Ranting dan Pembinaan Masjid) Kota Surabaya bertempat di Masjid Al-Qohhar, Kamis (24/7/2025) malam.
Turba di PCM Lakarsantri ini dihadiri Sekretaris PDM Kota Surabaya, Catur Anang Hutoyo, Sekretaris LPCR-PM, Muhammad Syafii, dan jajarannya, Ketua PRM se Lakarsantri, anggota majelis dan takmir masjid.
Soto Lamongan disajikan usai salat Isya sebagai makan malam secara prasmanan. Racikannya terdiri nasi, telur, irisan daging ayam, mi suun, rajangan kubis, dan kuah soto yang nikmat.
Makin gurih dan kental kuahnya ditaburi poya. Bubuk penyedap dari kerupuk udang yang digiling halus. Tak lupa sambal, kecap, dan krupuk. Menikmati soto tanpa sambal kurang leko.
Peserta boleh mengambil soto sesukanya. Kalau kurang, boleh nambah lagi.
Jika suka balungan, kepala, dan ceker dapat mengambil sendiri dengan menyerok bagian dasar panci. Balungan dan ceker itu merupakan bahan kaldu. Penggemarnya bisa menikmati sebagai bahan kerokotan sewaktu selesai makan.
Sungguh menggugah selera soto Lamongan racikan wong Lidah Kulon ini. Tak kalah nikmatnya dengan soto buatan wong Lamongan asli.
Semua peserta memuji gurihnya soto ini. “Matur nuwun soto Lamongane,” ujar Catur Anang Hutoyo kepada tim boga Masjid Al-Qohhar yang memasak soto ini.
Muhammad Syafii, Sekretaris LPCR-PM juga memuji rasa soto ini. Dia juga mengatakan, jumlah peserta yang hadir di Masjid Al-Qohhar ini paling banyak selama Turba di 30 PCM. Tinggal dua PCM yang minta ditunda. Yaitu PCM Dukuh Pakis dan Wonocolo.
“Selama saya hadir di berbagai Turba cabang, di sini paling banyak yang hadir,” ujarnya.
Setelah menikmati soto ayam, peserta mengambil kudapan berupa kacang rebus, ubi cilembu, talas, dan pisang susu.
Koordinator Tim Boga Masjid Al-Qohhar menuturkan, soto Lamongan sudah sering dipakai hidangan di masjid ini dalam berbagai acara pengajian, Jumat berkah, sahur dan takjil. Menu lainnya ada pecel Madiun yang tersaji saat kajian Subuh.
Bahkan Wakil Ketua PDM Kota Surabaya, Mohammad Lutfi, yang rutin mengisi kajian Subuh pesan bumbu pecel untuk bekal ketika berhaji ke tanah suci. (#)
Jurnalis Ichsan Mahyuddin Penyunting Sugeng Purwanto













