Feature

Fortasi SMP Mugawangi Usai, Giliran Wali Murid Jalani Fortas

46
×

Fortasi SMP Mugawangi Usai, Giliran Wali Murid Jalani Fortas

Sebarkan artikel ini
Fortasi SMP Mugawangi usai, giliran wali murid menjalani  Fortas. Wali murid memahami bahwa, penguatan karakter menjadi fokus sekolah agar sejalan dengan kelimuan yang didapat oleh siswa
Lukman Hakim memaparkan visi sekolah berkarakter kepada orang tua siswa SMP Mugawangi (Tagar.co/Rizkie Andri)

Fortasi SMP Mugawangi usai, giliran wali murid menjalani  Fortas. Wali murid memahami bahwa penguatan karakter menjadi fokus sekolah agar sejalan dengan kelimuan yang didapat oleh siswa

Tagar.co – SMP Muhammadiyah 3 Banyuwangi (Mugawangi) telah melaksanakan Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) Tahun Ajaran 2025/2026 kepada seluruh siswa selama enam hari. Selanjutnya SMP Mugawangi menggelar Forum Taaruf dan Orientasi Sekolah (Fortas) bagi wali murid, Senin (21/7/2025).

Sekolah melakukan hal ini sebagai cara memberikan pemahaman visi misi sekolah kepada para orang tua siswa. Berbeda dengan siswa, Fortas kepada wali murid ini hanya dilakukan selama 1 hari. Pesertanya sebanyak 126 wali murid dari keseluruhan siswa.

Kepala SMP Mugawangi Lukman Hakim menyampaikan, tantangan kedepan Mugawangi sangatlah berat disaat kompetisi sekolah setingkat SMP di sekitarnya. Ini berat jika tidak memiliki karakter dan visi yang bisa dipahami oleh orang tua siswa.

“Kita menggelar Fortas pada orang tua, karena sekolah perlu menyampaikan kepada wali siswa. Pendidikan karakter harus diutamakan. Penguatan karakter menjadi fokus sekolah agar sejalan dengan kelimuan yang didapat oleh siswa,” ujarnya.

Baca Juga:  Sambut Ramadan, Halaman Masjid Besar Ahmad Dahlan Banyuwangi Memutih

Pendidikan Karakter

Siswa, lanjutnya, boleh trampil dalam pencak silat, namun jika tidak diiringi dengan akhlak bisa dimanfaatkan untuk tawuran. Siswa boleh cakap dalam berbahasa Inggris, tapi bila tidak diikuti dengan etika kesopanan dapat lalai dalam berkomunikasi.

Dia menjelaskan, pendidikan reguler yang berjalan beriringan dengan pendidikan karakter menjadi fokus utama yang saat ini dikembangkan oleh SMP Mugawangi.

“Ilmu pengetahuan dan teknologi bisa dipelajari, namun pendidikan karakter perlu ditanamkan terus. Alhamdulillah, pendidikan di Muhammadiyah ada Al Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi sarana pendidikan karakter,” jelasnya.

Kegiatan selanjutnya adalah taaruf atau pengenalan sekolah dan kegiatan belajar mengajar kepada para orang tua siswa. Masing-masing wakil kepala sekolah mulai dari Waka Kesiswaan, Waka Ismuba hingga Waka Kurikulum menyampaikan misi sekolah dalam satu tahun ajaran ke depan.

Tahfidh dan Home Visit

Pertama giliran Waka Kesiswaan menjelaskan tentang program unggulan sekolah. Seperti tahfidh juz 30, 29, hingga juz 1 dan 2 bagi seluruh siswa. Serta etika dalam berpakaian, dan pembiasaan ngaji morning sebelum proses belajar di kelas.

Sementara itu Waka Kurikulum memaparkan jadwal KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) setiap hari yang full day. Dengan tambahan pendalaman karakter bagi siswa setelah mendapatkan pendidikan reguler. Selain itu juga ada home visit yang dilakukan setiap sebulan sekali.

Akhir dari orientasi sekolah kepada orang tua siswa ini adalah pengenalan masing-masing wali kelas mulai dari kelas VII sampai kelas IX. Wali murid diperkenalkan lingkungan kelas beserta wali kelasnya. Ini agar kemudian terjalin komunikasi dua arah antara pengelola sekolah dengan orang tua.

“Kami berharap agar dengan fortas kepada orang tua ini merupakan cara sekolah mendekatkan diri dan jalinan harmonisasi dua pihak dalam terciptanya iklim pembelajaran yang kondusif,” tutur Lukman Hakim. (#)

Jurnalis  Rizkie Andri. Penyunting Sugiran.