
Guru dan kepala sekolah SD Muhammadiyah Melirang ikuti pelatihan pembelajaran mendalam dan kepemimpinan STEM. Persiapkan diri hadapi Kurikulum Merdeka terbaru demi pendidikan berkualitas.
Tagar.co — Enam guru dan kepala sekolah dari SD Muhammadiyah Melirang menunjukkan semangat tinggi dalam mengembangkan kompetensi. Mereka secara aktif mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Kepemimpinan Pembelajaran STEM oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) PDM Gresik, berkolaborasi dengan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Gresik.
Kepala SD Muhammadiyah Melirang Fichrul Efendi, S.Pd., M.Pd. mengungkap, “Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru.”
Besar harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para guru SD Muhammadiyah Melirang mampu menerapkan ilmu dan strategi yang mereka peroleh dalam proses pembelajaran di kelas dengan semangat baru.
Awalnya, mereka bersama para peserta lain dari sekolah Muhammadiyah se-kabupaten Gresik menyimak sambutan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik M. Fadloli Aziz, S.Si., M.Pd. Saat membuka acara, ia mengajak para guru yang hadir untuk bersyukur.
“Kita semua sebagai guru patut bersyukur atas amanah anak-anak yang dititipkan kepada kita tahun ini. Baik yang sesuai target, melebihi, ataupun belum mencapai,” ajaknya.
“Semua adalah karunia yang harus kita syukuri dan kelola sebaik-baiknya,” imbuh Ustaz Aziz, sapaan akrabnya.

Gali Kedalaman Kurikulum Merdeka
Sesi Pembelajaran Mendalam menjadi fokus utama pelatihan. Dr. Nur Fauziyah, M.Pd., Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), memimpin diskusi dengan pendekatan santai namun mendalam.
“Regulasi ini turunnya seperti ayam bertelur. Hari ini satu, besok satu, kalau tidak mood, ya tidak turun,” katanya, bersambut senyum peserta.
Ia kemudian menjabarkan dua program utama yang menandai perubahan dalam pendidikan. Yakni Masa Akademik Pembelajaran Mendalam dan Masa Akademik Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Lebih lanjut, Nur Fauziyah menjelaskan, Peraturan Menteri Pendidikan yang menjadi payung hukum utama Kurikulum Merdeka edisi terbaru, yaitu Permendikbudristek No. 11, No. 12, dan No. 13 Tahun 2025, secara berurutan mengatur implementasi kurikulum ini.
Nur Fauziyah menyampaikan materi secara rinci dan aplikatif selama kurang lebih dua jam. Ia mengupas tuntas esensi pembelajaran mendalam.

Guru Muhammadiyah Pionir Pembelajaran STEM
Tepat pukul 13.00 WIB, pelatihan berlanjut dengan materi kedua oleh Ria Pusvita Sari, M.Pd., seorang Certified STEM. Ia menggebrak suasana dengan kalimat yang membuat seisi ruangan hening, “Guru tidak bisa menjadi petarung tunggal lagi.”
Ustazah Vita menekankan, STEM bukanlah sekadar akronim kaku—Science, Technology, Engineering, Mathematics—melainkan cara pandang baru bagi guru. “STEM bukan alat mahal. Bukan laboratorium canggih. Tapi tentang keberanian bertanya: masalah apa yang terjadi di sekitar siswa, dan bagaimana menjadikannya sumber belajar,” tegasnya.
Ia menyebut sosok guru Muhammadiyah sebagai pemimpin pembelajaran sejati. “Guru Muhammadiyah adalah mereka yang membuka ruang belajar baru meski tidak ada perintah. Yang rela berbagi praktik baik meski tanpa insentif. Yang mencoba hal baru di kelas walau belum tentu berhasil,” ucap Vita, memotivasi para peserta.
Bagi Vita, STEM Learning Leadership bukan sekadar program pelatihan, tetapi kerangka berpikir yang memberi napas baru bagi guru untuk mengambil peran sebagai pemimpin pembelajaran. (#)
Jurnalis Rabya Auliani Penyunting Sayyidah Nuriyah












