Feature

Mendidik Calon Pemimpin lewat DSPM

20
×

Mendidik Calon Pemimpin lewat DSPM

Sebarkan artikel ini
Mendidik pemimpin
Pelantiksn pengurus DPSM Panti Muhammadiyah Lumajang. (Tagar.co/Angger)

Tagar.co – Halaman Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Putra Muhammadiyah Lumajang yang berlokasi di Jalan Pisang Emas, Lumajang, tak lagi sunyi siang itu.

Anak-anak bersarung dan berbaju koko tampak berkumpul. Mereka menyambut momen pengukuhan santri baru dan peluncuran organisasi internal bernama Divisi Santri Panti Muhammadiyah (DSPM).

Peristiwa ini berlangsung pada Jumat, 11 Juli 2025, sesaat setelah salat Jumat.

Pembina DSPM, Angger Janata Na’im, acara ini bukan sekadar program. Ini mimpi yang ingin diwujudkan.

Sejak diberi amanah sebagai pengasuh anak-anak panti pada 8 Syawal lalu, Angger terus memperhatikan.

Diam-diam ia mencatat bagaimana anak-anak bersikap: soal bangun pagi, mengatur kamar, mematuhi jadwal, hingga cara mereka berbicara dan mendengar.

Tiga bulan cukup baginya menyimpulkan satu hal: mereka perlu belajar memimpin diri sendiri, lalu orang lain.

“Mereka ini generasi yang kuat. Tapi harus dibentuk. Kalau tidak, potensi hanya akan jadi cerita,” ujar Angger pelan. Matanya menyapu barisan anak-anak yang duduk rapi di bawah terik matahari.

Baca Juga:  Lazismu Lumajang Audiensi ke Bupati

Setelah melalui musyawarah bersama Ketua LKSA, Hasan Ali Mansyur, dan Sekretaris Riski Al Akbar, lahirlah keputusan: organisasi kecil di dalam panti, dengan semangat besar membangun karakter santri. DSPM resmi dibentuk.

“Kita ingin mereka belajar disiplin. Belajar dipimpin. Dan nanti, berani memimpin,” kata Hasan Ali Mansyur dalam sambutannya.

“Panti ini bukan tempat tinggal. Ini tempat menempa calon pemimpin umat,” ujarnya.

Struktur DSPM terdiri Jabbar Iswan Bangun, alumni Pondok Darul Muhajirin Gucialit, dipercaya sebagai ketua.

Anak-anak lainnya mendapat amanah sesuai minat dan tanggung jawabnya. Ada Khoirul Anam di Divisi Keamanan, Fitra Aditya di Divisi Kebersihan.

Ardinata Isra di Divisi Kesehatan dan Kreativitas, Jamaludin di Dapur, Ahmad Wildan di Divisi Olahraga, Bagas Apriliyanto di Divisi Perkebunan dan Peternakan, serta Fauzy Ariyanto di Divisi Ketakmiran.

Mereka berjumlah 24 anak, dari berbagai usia.

Semuanya aktif sekolah di SMP dan SMA Muhammadiyah Lumajang. Di luar jam pelajaran, mereka belajar hal lain: memimpin diri sendiri, memikul amanah, dan berdiskusi dalam rapat kecil tiap pekan.

Baca Juga:  Sebanyak 28 Relawan Penjaga Lintasan KA Terima Kado Ramadan

Tentu, tak semua langsung merasa nyaman. “Awalnya berat. Banyak aturan. Tapi lama-lama kami jadi tahu tanggung jawab,” ucap Ardinata Isra, santri yang kini bertanggung jawab di Divisi Kesehatan dan Kreativitas.

Bagi Angger, inilah momen pembelajaran sejati. Ia turun langsung mendampingi anak-anak. Bahkan delapan santri baru pun dikenalkan sistem DSPM dari awal. “Kami ingin membentuk kader yang militan, cinta Islam, cinta amal, dan siap jadi pemimpin,” tegasnya.

Apa yang terjadi di balik pagar panti ini, mungkin tak banyak orang tahu. Tapi dari tempat sederhana ini, sedang tumbuh calon-calon pemimpin yang tahu arti hidup, tanggung jawab, dan keikhlasan.

Pihak LKSA pun tak lupa menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan simpatisan.

“Bantuan Anda bukan hanya uang, tapi amal jariyah yang akan hidup terus bersama semangat anak-anak ini,” ujar salah satu pengurus dengan mata berkaca.

Di antara kemandirian yang sedang dibangun, terselip doa-doa panjang para santri. Mungkin tak terdengar, tapi kelak akan menjelma jadi kekuatan yang melampaui batas-batas tembok panti.

Baca Juga:  Masjid Uranggantung Kejutan Baru PCM Candipuro

Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto