
Pemerintah menjelaskan arah kebijakan tes kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen peningkatan mutu, bukan ancaman bagi siswa. Abdul Mu’ti dan para pejabat BSKAP hadir dalam webinar yang diikuti ribuan peserta.
Tagar.co – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Salah satu upayanya ditunjukkan melalui penyelenggaraan webinar bertajuk Kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Jumat, 11 Juli 2025.
Lebih dari 7.000 peserta dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari guru, murid, orang tua, hingga pemangku kebijakan pendidikan turut serta dalam webinar yang juga disiarkan lewat kanal YouTube Kemendikdasmen. Antusiasme terlihat dari interaksi hangat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif.
Acara dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menegaskan bahwa TKA merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk membenahi kualitas pendidikan secara bertahap.
Baca juga: nTes Kemampuan Akademik Resmi Diterapkan, Ini Panduannya
Menurutnya, hasil TKA selama ini memberikan gambaran nyata tentang kondisi kemampuan para murid yang perlu dijadikan pijakan dalam merancang kebijakan dan program yang lebih responsif.
“Tidak semua murid wajib mengikuti TKA, dan TKA pun tidak menjadi penentu kelulusan,” jelas Abdul Mu’ti.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini lahir dari proses kajian yang komprehensif dengan melibatkan beragam elemen, mulai dari praktisi pendidikan, akademisi, hingga para orang tua. Harapannya, TKA dapat menjadi alat bantu dalam menyusun arah kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi proses belajar anak-anak di seluruh pelosok negeri.

Seleksi Jalur Prestasi
Dalam sesi pemaparan, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menggarisbawahi urgensi pelaksanaan TKA sebagai sarana seleksi jalur prestasi dan pemetaan mutu pendidikan. Bagi Toni, TKA bukan sekadar alat ukur, melainkan instrumen untuk menciptakan keadilan dan keterbukaan dalam pendidikan nasional.
“Tes kemampuan akademik menjadi cermin hasil belajar yang telah ditempuh sejauh ini. Dengan semangat kolaborasi, mari kita wujudkan pelaksanaan TKA yang bermakna, adil, dan membuka lebih banyak peluang bagi masa depan pendidikan Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan BSKAP, Asrijanty, turut membahas bagaimana TKA dapat digunakan sebagai bagian dari sistem evaluasi menyeluruh yang mendorong peningkatan layanan pendidikan, terutama dalam konteks kurikulum dan asesmen nasional.
Webinar ini menjadi ruang dialog terbuka yang mempertemukan harapan publik dan arah kebijakan pemerintah. Kemendikdasmen berharap kegiatan ini menjadi awal dari upaya bersama untuk membangun sistem Pendidikan Bermutu untuk Semua—di mana setiap anak mendapatkan peluang yang adil untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih cerah. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












