Feature

Langkah Awal Menuju Santri Mandiri: Fortasi di SMPM 12 Sendangagung

27
×

Langkah Awal Menuju Santri Mandiri: Fortasi di SMPM 12 Sendangagung

Sebarkan artikel ini
Tiga hari Fortasi bukan sekadar pengenalan sekolah. Di SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung, itu adalah momen pembentuk karakter, mulai dari senam pagi hingga pesan bijak tentang kesabaran dan kemandirian.
Abdul Kholiq S., S.Pd., Kepala Madrasah Diniyah Al-Ishlah sedang menyampaikan materi kepondokan dalam acara Fortasi (Tagar.co/Sri Asian)

Tiga hari Fortasi bukan sekadar pengenalan sekolah. Di SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung, itu adalah momen pembentuk karakter, mulai dari senam pagi hingga pesan bijak tentang kesabaran dan kemandirian.

Tagar.co Barisan siswa dalam baluta seragam putih-biru tampak rapi memenuhi halaman SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Kamis pagi (10/7/2025). Satu per satu siswa baru mengikuti gerakan senam yang dipandu kakak-kakak Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dari bidang Apresiasi Seni, Budaya, dan Olahraga (ASBO). Kegiatan ini membuka rangkaian hari kedua Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi)—Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekolah Muhammadiyah—dengan suasana ceria dan penuh semangat.

Sebanyak 362 siswa baru yang lolos seleksi masuk tidak hanya diterima sebagai murid SMP Muhammadiyah 12, tetapi juga sebagai santri Pondok Pesantren Al-Ishlah. Mereka mengikuti Fortasi selama tiga hari—pada 9, 10, dan 12 Juli 2025—sebagai bentuk pengenalan terhadap lingkungan sekolah sekaligus lingkungan pondok.

Baca juga Talk Show Aisyiyah Paciran: Menjaga Keharmonisan Keluarga di Era Digital

“Karena sekolah ini berbasis pesantren (Muhammadiyah), kegiatan MPLS kami sebut Fortasi. Forum ini bukan sekadar orientasi, tapi juga ajang untuk mengenalkan kehidupan di pesantren dan menanamkan semangat kebersamaan sejak hari pertama,” ujar Titin Zuliana, S.P., Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan.

Fortasi dibuka dengan senam bersama lalu dilanjutkan upacara bendera. Pada hari pertama (9/7/2025), Kepala Sekolah Aminuddin, M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan orang tua yang memilih SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung dan Ponpes Al-Ishlah sebagai tempat menuntut ilmu.

Ia juga mengutip Surah Al-‘Alaq untuk menegaskan pentingnya membaca dan belajar. “Surat ini adalah motivasi dari Allah agar kita terus menuntut ilmu,” ucapnya di hadapan para siswa. Aminuddin berharap para siswa baru bisa cepat beradaptasi, mencari teman sebanyak mungkin, dan berani bertanya jika tidak memahami sesuatu. “Dan yang paling penting, kalian mulai belajar mandiri dan sabar dalam menghadapi masalah,” tambahnya.

Para peserta Fortasi di ruang gedung K.H.A. Dahlan, sedang menerima materi tentang kepondokan (Tagar.co/Sri Asian)

Selama Fortasi, seluruh aktivitas terpusat di lantai 3 Gedung K.H.A. Dahlan yang mampu menampung seluruh peserta. Mereka didampingi para pengurus IPM yang terdiri dari 10 pengurus harian, 6 pengurus bidang perkaderan, dan 10 dari bidang ASBO.

Ketua Umum Pimpinan Ramnting IPM SMPM 12, Mirza Najid dari kelas 9F, mengaku antusias dan bangga mendapatkan amanah sebagai pembina pendamping. “Saya bisa belajar kepemimpinan, beramah tamah dengan adik-adik yang masih polos, dan yang terpenting memberi motivasi agar mereka betah sekolah dan mondok di sini,” ungkapnya.

Salah satu siswa baru, Satria Bara Revolusi Indonesia, yang berasal dari Balen, Bojonegoro, juga tampak bersemangat. Ketika ditanya oleh Tagar.co mengapa memilih sekolah ini, ia menjawab, “Saya sudah krasan di sini dan pengin sekali pandai berbahasa Arab dan Inggris seperti kakak-kakak IPM.”

Dalam ruang ber-AC yang sejuk, ekspresi polos para peserta Fortasi menjadi pemandangan tersendiri. Kelucuan mereka seolah membawa aroma rumah yang belum sepenuhnya mereka tinggalkan.

“Kepolosan dan kelucuan itu nanti akan perlahan berubah menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab seiring mereka menjalani proses pendidikan di sekolah dan pondok,” tutur Dra. Hariati, S.Pd., guru Bimbingan dan Konseling.

Hari Sabtu (12/7/2025) menjadi penutup Fortasi. Sejumlah materi terakhir akan disampaikan oleh narasumber, mulai dari Ke-IPM-an, pendidikan karakter, hingga motivasi dan cara belajar yang efektif.

SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung tak hanya menyambut siswa baru, tetapi juga menyiapkan mereka untuk tumbuh sebagai pribadi yang tangguh, cerdas, dan siap menghadapi dunia, baik sebagai pelajar maupun sebagai santri. (#)

Jurnalis Sri Asian Penyunting Mohammad Nurfatoni