Feature

Bukan Sekadar Menang: Pesan Pengawas TK di Lomba HAN Menganti

40
×

Bukan Sekadar Menang: Pesan Pengawas TK di Lomba HAN Menganti

Sebarkan artikel ini
Pengawas TK Kecamatan Menganti, Anis Sa’adah, S. Pd saat memberikan sambutan pada acara pembukaan lomba Hari Anak Nasional, Menganti Gresik, Jawa Timu, Sabtu, 31 Mei 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Hari Anak Nasional di Kecamatan Menganti dipenuhi keceriaan. Pengawas TK Anis Sa’adah mengingatkan, ajang lomba adalah kesempatan anak-anak mengekspresikan bakat, bukan sekadar meraih piala atau predikat juara.

Tagar.co – Suasana riuh penuh warna memenuhi Pendopo Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (31/5/2025). Ribuan anak-anak taman kanak-kanak (TK) dari seluruh Kecamatan Menganti berkumpul untuk mengikuti lomba memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025 yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Menganti.

Anak-anak, guru, dan orang tua tampak antusias sejak pagi. Namun di balik gemerlap lomba, ada pesan penting yang diingatkan oleh Pengawas TK Kecamatan Menganti, Anis Sa’adah, S.Pd.

“Lomba bukan hanya untuk mencari pemenang,” ujarnya penuh semangat saat memberikan sambutan. “Yang lebih penting, bagaimana anak-anak kita berani tampil, mengekspresikan diri, dan menggali potensi yang mereka miliki.”

Baca juga: Meriahkan Hari Anak Nasional, IGTKI Menganti Gelar Lomba Kreativitas Anak

Suasana acara pembukaan lomba Hari Anak Nasional, Menganti Gresik, Jawa Timu, Sabtu, 31 Mei 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Sebagai pengawas TK sekaligus tim juri, Anis menekankan bahwa setiap anak adalah anugerah yang memiliki potensi unik. Ia menjelaskan, lomba tahun ini dirancang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya supaya semakin banyak potensi anak yang bisa terfasilitasi.

Baca Juga:  Ramadan Datang, Hati Senang: KB-TK IT Handayani Sambut Bulan Suci dengan Berbagi dan Dongeng

“Kalau lombanya hanya sama seperti tahun lalu, nanti potensi lain yang dimiliki anak-anak tidak akan muncul,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada para peserta untuk menunjukkan penampilan terbaik tanpa merasa malu. Bagi Anis, semua anak yang hadir dan berani tampil sudah layak disebut sebagai juara.

“Para pemenang hari ini nantinya akan mewakili Kecamatan Menganti untuk berlomba di tingkat Kabupaten,” tambahnya. “Tapi ingat, semua di sini adalah pemenang karena sudah berani melangkah.”

Suasana hangat, sorak sorai, dan tepuk tangan menggema sepanjang acara. Momentum lomba Hari Anak Nasional ini pun menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi—ia menjadi ruang tumbuh bagi generasi kecil untuk belajar percaya diri, bekerja sama, dan mengasah bakat mereka. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni