Feature

Dari Cita-Cita hingga Sirine Menyala: Hari Seru Siswa PAUD ABA 1 Buduran di Posko Damkar

53
×

Dari Cita-Cita hingga Sirine Menyala: Hari Seru Siswa PAUD ABA 1 Buduran di Posko Damkar

Sebarkan artikel ini
Sisswa PAUD ABA 1 Buduran Sidoarjo sendanf belajar memadamkan api

Dengan tema “Cita-Citaku karena Allah”, anak-anak PAUD ABA 1 Buduran belajar langsung dari para pemadam kebakaran. Praktik memadamkan api hingga naik mobil damkar jadi pengalaman berharga.

Tagar.co — Teriakan semangat dan gelak tawa anak-anak menggema di Posko Pemadam Kebakaran Unit Buduran, Sidoarjo, Selasa (20/5/25) pagi. Mereka bukan dalam keadaan darurat, melainkan tengah belajar tentang keberanian dan cita-cita.

Sebanyak 72 siswa dan 11 guru dari PAUD (KBTK) Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Buduran berkunjung ke posko sebagai bagian dari puncak tema pembelajaran semester dua bertajuk Cita-Citaku karena Allah.

Baca juga: Sehari Anjangsana, Tiga Kabupaten Terlampaui

Kegiatan ini juga didampingi lima kader Pimpinan Cabang Aisyiyah Buduran. Antusiasme anak-anak terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Mereka diperkenalkan dengan para petugas pemadam yang sedang bertugas hari itu, serta berbagai perlengkapan dan Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan dalam operasi pemadaman kebakaran.

“Anak-anak diajak langsung praktik memadamkan api. Dengan berkelompok lima orang, mereka bersama-sama mengangkat selang dan mencoba mengarahkan air ke sumber api,” jelas salah satu guru pendamping.

Baca Juga:  Tauhid dan Ilusi Keamanan Global

Setelah itu, momen yang paling ditunggu pun tiba: naik mobil pemadam kebakaran! Suara sirine yang meraung-raung justru membuat anak-anak semakin gembira. Mereka berkeliling kompleks menggunakan kendaraan besar merah itu, seolah-olah menjadi petugas damkar sungguhan.

Sebagai penutup, kegiatan bermain hujan-hujanan menjadi sorotan. Air disemprotkan dari atas seperti hujan buatan, dan anak-anak menyambutnya dengan suka cita. Salah satu murid TK B, Azrin, tampak sangat menikmati momen tersebut.

“Seneng, pengen ke sini lagi,” serunya polos. “Tadi aku foto, lalu naik mobil pemadam, dan main hujan-hujan.” “Paling suka main hujan-hujan,” tambahnya penuh semangat.

Kegiatan semacam ini, menurut pihak sekolah, bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi. Anak-anak belajar langsung mengenai profesi pemadam kebakaran—salah satu profesi yang penuh keberanian dan pengabdian. Selain memperkenalkan cita-cita mulia, kegiatan ini juga meninggalkan kesan mendalam dalam memori masa kecil mereka.

“Harapannya, anak-anak bisa belajar menghargai profesi yang membantu orang lain dan menyelamatkan nyawa. Ini juga bisa memicu mereka untuk bercita-cita setinggi-tingginya, tentu dengan niat karena Allah,” pungkas salah satu guru ABA 1 Buduran. (#)

Baca Juga:  Takmir Masjid Ar-Royyan Buduran Menggelar Upgrading dan Rihlah Bersama Keluarga

Jurnalsi Ridwan Manan Penyunting Mohammad Nurfatoni