Feature

Tiga Pesan Ketua PCM Menganti: Kurban, Masjid Ramah Anak, dan Sekolah Baru

31
×

Tiga Pesan Ketua PCM Menganti: Kurban, Masjid Ramah Anak, dan Sekolah Baru

Sebarkan artikel ini
Ketua PCM Menganti dorong pengelolaan kurban lebih bermanfaat. Dari pentol bakso hingga rendangmu, sebagian daging akan dikemas untuk ketahanan pangan dan bantuan kemanusiaan.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Menganti, Nur Syamsi, S. Ag, saat menyampaikan sambutannya pada Pengajian Ahad Pagi, di halaman Masjid Al-Islah Sidowungu, Menganti, Gresik, Jawa Timur, Ahad, 11 Mei 2025 (Tagar.co/Rossalinda)

Ketua PCM Menganti, Nur Syamsi, menyampaikan tiga pesan penting dalam Kajian Ahad Pagi: kurban produktif, masjid ramah anak, dan pembangunan SMP Muhammadiyah yang segera dibuka.

Tagar.co – Sejak pukul 06.00 WIB, halaman Masjid Al-Islah Sidowungu, Kecamatan Menganti, Gresik, mulai dipadati warga Muhammadiyah yang antusias mengikuti Pengajian Ahad Pagi, Ahad (11/5/2025).

Kegiatan rutin yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Menganti ini tak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga momentum menyampaikan informasi penting bagi warga persyarikatan.

Dalam sambutannya, Ketua PCM Menganti, Nur Syamsi, S.Ag., mengangkat tiga isu utama: kurban, pengelolaan masjid, dan perkembangan amal usaha pendidikan Muhammadiyah.

Kurban dan Ketahanan Pangan Umat

Nur Syamsi memulai dengan menyampaikan hasil sosialisasi kegiatan Iduladha dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik. Ia menyebutkan bahwa nilai kurban dari warga Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik telah mencapai Rp48 miliar.

“Di Muhammadiyah kegiatan berkurban sudah cukup bagus. Dagingnya tidak hanya dibagikan ke masyarakat sekitar, tapi juga dikelola menjadi produk olahan seperti Rendangmu dan pentol bakso,” ujarnya.

Baca Juga:  Ramadan Ceria di KB-TK IT Handayani: Latihan Salat Idulfitri hingga Aksi Berbagi

Baca juga: Bangun Malam, Bangun Takwa: Pesan Spiritual dari Menganti

Menurutnya, Rendangmu memiliki daya simpan hingga dua tahun dan telah didistribusikan ke berbagai tempat, termasuk untuk membantu rakyat Palestina.

Ia juga menyinggung soal hukum menyimpan daging kurban. Meskipun dulu ada hadis yang menganjurkan agar daging segera dikonsumsi, hadis lain membolehkan penyimpanan. Karena itu, ia mendorong panitia kurban untuk menyisihkan sebagian daging guna keperluan kegiatan Muhammadiyah atau ‘Aisyiyah.

“Bisa dijadikan pentol bakso. Pentolnya enak, kuahnya juga enak. Lebih bermanfaat,” katanya disambut tawa jemaah.

Tak lupa, ia menyampaikan rasa terima kasih atas capaian pengumpulan paket Ramadan di Kabupaten Gresik yang melampaui target berkat partisipasi aktif warga Muhammadiyah, termasuk dari Kecamatan Menganti.

Nisreen Ifry Keariza (kiri) siswi SD Muhammadiyah 1 Menganti saat melantunkan Gema Wahyu Ilahi pada Pengajian Ahad Pagi PCM Menganti di halaman masjid Al-Islah Sidowungu Menganti, Gresik, Jawa Timur, Ahad, 11 Mei 2025 (Tagar.co/Rossalinda)

Masjid Ramah Anak dan Pelayanan Terbaik

Informasi kedua menyentuh soal pengelolaan masjid. Ia mengimbau agar masjid-masjid Muhammadiyah, terutama yang berada di tepi jalan raya, dikelola dengan lebih baik.

“Masjid memang tempat sujud, tapi juga tempat pelayanan umat. Harus ramah anak. Kalau anak-anak dimarahi karena ribut di masjid, mereka bisa kabur ke warung kopi,” kata guru SMP Muhammadiyah 7 Cerme ini.

Baca Juga:  Melawan Rasa Takut di Telaga Sarangan

Ia berharap para takmir dapat menghadirkan suasana masjid yang bersahabat bagi semua kalangan sehingga fungsi masjid sebagai pusat dakwah dan pembinaan umat dapat dirasakan seluruh jemaah.

Kemajuan Amal Usaha Pendidikan

Pesan terakhir berkaitan dengan kemajuan amal usaha PCM Menganti, khususnya di bidang pendidikan. Ia menjelaskan bahwa SD Muhammadiyah di Menganti saat ini sudah menampung 467 siswa dan kuota tahun depan telah terpenuhi.

“Maka perlu dikembangkan lagi,” pesannya.

Ia juga menyampaikan kabar gembira mengenai pembangunan SMP Muhammadiyah yang telah dimulai dan direncanakan siap menerima siswa pada tahun pelajaran 2026/2027.

“Insyaallah bisa dibuka tahun ajaran 2026-2027. Mohon dukungan dari seluruh warga karena ini adalah amal usaha kita bersama,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kajian utama oleh narasumber yang telah dijadwalkan. Kajian Ahad Pagi ini menjadi salah satu pilar konsolidasi dakwah Muhammadiyah di tingkat cabang yang terus bergeliat dari masjid ke masjid. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni