Feature

Peringati Hardiknas, Aisyah Suarakan Hak Pendidikan Inklusif lewat Video Bahasa Isyarat

42
×

Peringati Hardiknas, Aisyah Suarakan Hak Pendidikan Inklusif lewat Video Bahasa Isyarat

Sebarkan artikel ini
Melalui video bahasa isyarat, Aisyah Grisseeta Azzahra, mahasiswi UMG, menyuarakan pentingnya pendidikan inklusif. Menurutnya pendidikan inklusif adalah hak, bukan pengecualian.
Aisyah Grisseeta Azzahra (kanan) bersama teman-temannya Program Studi Teknik Informatika UMG (Tagar.co/Istimewa)

Melalui video bahasa isyarat, Aisyah Grisseeta Azzahra, mahasiswi UMG, menyuarakan pentingnya pendidikan inklusif. Menurutnya pendidikan inklusif adalah hak, bukan pengecualian.

Tagar.co Semangat memperjuangkan pendidikan yang setara digaungkan Aisyah Grisseeta Azzahra, mahasiswi semester dua Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)  2025, Aisyah membagikan gagasannya tentang layanan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas melalui sebuah video berbahasa isyarat yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Jumat (2/5/2025).

Video berdurasi 2 menit 27 detik itu berisi ajakan untuk terus mewujudkan pendidikan yang memberdayakan bagi semua anak bangsa, termasuk mereka yang hidup dengan disabilitas.

Baca juga: Upacara Hardiknas di Bogor, Abdul Mu’ti: Pendidikan Bermutu Prasyarat Bangsa Maju

“Pendidikan inklusif adalah hak, bukan pengecualian. Di Hari Pendidikan Nasional 2025 ini, mari terus wujudkan pendidikan yang setara dan memberdayakan bagi semua anak bangsa, termasuk para penyandang disabilitas,” ujar Aisyah dalam video tersebut.

Ia juga mengingatkan, tanggal 2 Mei yang menjadi Hardiknas dipilih untuk menghormati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan Indonesia.

Baca Juga:  Rubuha, Inovasi Mahasiswa UMG di Sawah Bangeran untuk Kendalikan Hama Tikus

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2025! Semangat belajar dan berkarya tak terbatas oleh keterbatasan. Kalian adalah inspirasi bagi kami semua. Teruslah raih mimpi setinggi langit!” katanya.

Aisyah Grisseeta Azzahra (duduk, kiri) bersama teman-temannya Program Studi Teknik Informatika UMG (Tagar.co/Istimewa)

Dalam pesannya, Aisyah menyoroti ketekunan dan semangat para penyandang disabilitas dalam menuntut ilmu. “Perjalanan pendidikan kalian adalah sumber inspirasi yang luar biasa bagi banyak orang. Ketekunan dan semangat kalian dalam menuntut ilmu menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih impian. Teruslah menjadi contoh yang menginspirasi,” tambahnya.

Ia menutup pesannya dengan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan memberikan kesempatan yang sama. “Pendidikan yang inklusif adalah fondasi masyarakat yang kuat. Mari bersama-sama wujudkan lingkungan belajar yang ramah, mendukung, dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua. Keberagaman adalah aset bangsa.”

Dalam wawancara melalui pesan WhatsApp, Aisyah mengungkapkan bahwa video tersebut ia buat sendiri, mulai dari pengambilan gambar hingga penyuntingan. “Video itu saya kerjakan sendiri. Momennya pas dengan Hari Pendidikan Nasional 2025, jadi saya ingin mensharingkan gagasan tentang pendidikan inklusif,” tuturnya.

Baca Juga:  Cabai Melimpah, Mahasiswa UMG Menyulapnya Jadi Chili Oil Bernilai

Aisyah juga berharap, semakin banyak mahasiswa penyandang disabilitas yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan berkembang dalam lingkungan yang inklusif. (#)

Jurnalis M. Noor Qomari Penyunting Mohammad Nurfatoni