Feature

Belajar Langsung dari Mahasiswa Asing, PBSI UM Surabaya Hidupkan Kelas BIPA

39
×

Belajar Langsung dari Mahasiswa Asing, PBSI UM Surabaya Hidupkan Kelas BIPA

Sebarkan artikel ini
Foto bersama dosen Idhoofiyatul Fatin, S.Pd., M.Pd dengan mahasiswa Darmasiswa dan Mahasiswa PBSI UM Surabaya semester IV (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Mahasiswa PBSI UM Surabaya belajar karakteristik pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) langsung dari mahasiswa asing asal Thailand dan Tajikistan. Suasana kelas penuh keceriaan, game bahasa hingga praktik interaksi budaya.

Tagar.co – Suasana perkuliahan mendadak riuh dan penuh semangat pada Rabu (24/4/2025) di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) kedatangan tamu istimewa: para mahasiswa asing dari dua negara yang turut menghangatkan suasana dalam kelas Bahan Ajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).

Di bawah bimbingan dosen Idhoofiyatul Fatin, S.Pd., M.Pd., mahasiswa PBSI semester IV angkatan 2023 diajak belajar langsung tentang karakteristik pemelajar BIPA. Tidak hanya teori, kali ini mereka bertemu langsung dengan para aktor utamanya: Ameer Hatemo, Naim Salaeh, Ridwan Poh-ae, dan Anas Yaena dari Thailand, serta Murodzoda Alimuhamadi dari Tajikistan, yang merupakan peserta program Darmasiswa.

Baca juga: Serunya Guru Bertukar Kelas: Inovasi PBL di SD Muhammadiyah Surabaya

Sejak awal pertemuan, suasana kelas terasa berbeda. Para mahasiswa antusias mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari pengenalan budaya melalui bahasa, cara membaca, hingga menulis huruf yang memiliki karakteristik berbeda dari bahasa Indonesia. Suasana makin meriah ketika sesi “tebak bahasa” digelar dalam bentuk permainan interaktif yang membuat semua peserta larut dalam kegembiraan.

Baca Juga:  Sekolah Kreatif Indonesia Teguhkan Komitmen Pendidikan Inklusi Berkeadilan

Fatin, begitu sapaan akrab sang dosen, menuturkan bahwa pengalaman ini bertujuan membekali mahasiswa PBSI untuk lebih siap dalam mengajar bahasa Indonesia kepada penutur asing.
“Mereka (mahasiswa PBSI) nantinya akan berperan penting dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia ke dunia internasional,” tegas Fatin sesaat setelah sesi perkuliahan berakhir.

Dalam bincang santai di ruang dosen PBSI, Fatin menambahkan bahwa mahasiswa asing yang mengikuti BIPA berasal dari latar belakang yang beragam, baik yang masih berstatus mahasiswa maupun sudah bekerja.

“Interaksi langsung dengan mahasiswa Indonesia sangat membantu mereka mempercepat penguasaan bahasa Indonesia,” imbuhnya.

Tak sekadar mengenal budaya, kehadiran mahasiswa asing di kelas ini memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa PBSI. Mereka dapat mengamati langsung berbagai gaya belajar, pola komunikasi, dan karakteristik unik para pemelajar BIPA. Ini menjadi bekal penting bagi pengembangan bahan ajar BIPA yang lebih kontekstual dan efektif di masa depan.

Pengalaman berinteraksi langsung ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi mahasiswa PBSI UMSurabaya untuk semakin siap melangkah ke kancah internasional, membawa misi memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia ke dunia. (#)

Baca Juga:  Sekolah Kreatif Baratajaya Perkuat Manhaj Muhammadiyah di Ruang Pendidikan

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni