Feature

Bertemu Menteri Fadli Zon, Akumandiri Suarakan Pentingnya Ekonomi Berbasis Budaya

24
×

Bertemu Menteri Fadli Zon, Akumandiri Suarakan Pentingnya Ekonomi Berbasis Budaya

Sebarkan artikel ini
Suasana pertemuan Akumandiri dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon (Tagar.co/Istimewa)

Akumandiri audiensi dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, mendorong usaha mikro berbasis budaya agar menjadi kekuatan ekonomi nasional. Literasi digital dan kebijakan pro-UMKM budaya jadi sorotan utama.

Tagar.co — Di bawah langit Jakarta yang cerah pada Selasa pagi, 22 April 2025, suasana di lantai 4 Gedung E Kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) terasa berbeda. Di ruang itu, Asosiasi Industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Indonesia (Akumandiri) bertemu langsung dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, untuk sebuah audiensi resmi yang sarat makna.

Audiensi dimulai pukul 10.00 WIB. Dipimpin oleh Ketua Umum Akumandiri, Hermawati Setyorinny, delegasi hadir lengkap dengan jajaran pengurus pusat dan daerah, termasuk Reza Rizky Hermawan (Ketua DPW Provinsi Jawa Barat), Andy Djoyo Budiman (Ketua Bidang Informasi dan Teknologi), Adityo Nugroho (Ketua Bidang Pemasaran Media dan Komunikasi Publik), Dyah Probondari (Ketua Bidang Hukum, Advokasi, dan HAKI), Muhammad Ali Akbar (Pengurus DPW Provinsi Sulawesi Selatan), serta Dewan Pembina DPP Akumandiri, Didik Meiko.

Baca Juga:  Utang Barang Menjadi Musuh Dagang

Baca juga: Berbekal Manasik Setahun, Jemaah Haji KBIHU Istiqomah Siap Menuju Baitullah

Dalam suasana dialog yang hangat dan terbuka selama hampir satu jam, Akumandiri menyampaikan serangkaian masukan penting tentang bagaimana budaya dapat menjadi fondasi kokoh bagi pemberdayaan ekonomi nasional. Hermawati Setyorinny menegaskan bahwa budaya bukan hanya perekat sosial, tetapi juga sumber daya ekonomi yang potensial jika dikelola dengan baik.

“Kami percaya bahwa kebudayaan tidak hanya menjadi instrumen perekat sosial, tetapi juga sumber daya ekonomi yang luar biasa jika dikelola dengan tepat. Banyak pelaku UMKM yang bergerak di bidang seni, kriya, kuliner tradisional, pariwisata berbasis budaya, hingga peninggalan sejarah, yang belum mendapatkan perhatian maksimal,” ujar Hermawati dalam paparannya.

Ketua Umum Akumandiri Hermawati Setyorinny menerima cenderamata dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon berupa bukua Pesona Wayang Indonesia (Tagar.co/Istimewa)

Empat Pokok Pikiran Strategis

Dalam pertemuan tersebut Akumandiri mengajukan empat pokok pemikiran strategis kepada Menteri Fadli Zon, yakni:

  1. Pemberdayaan budaya sebagai bagian integral dari pembangunan ekonomi nasional.

  2. Pengembangan usaha berbasis budaya dan kearifan lokal, dengan akses prioritas terhadap program-program pemerintah.

  3. Kebijakan pro-UMKM dalam sektor budaya, meliputi penguatan sumber daya manusia, kemudahan akses modal, perluasan pasar, dan pemanfaatan teknologi.

  4. Peningkatan kegiatan budaya dan inovasi teknologi untuk memperbesar dampak ekonomi dari aktivitas budaya masyarakat.

Baca Juga:  Khotbah Idulfitri: Merawat Cinta setelah Ramadan

Tak hanya itu, Akumandiri juga mengingatkan pentingnya literasi digital bagi pelaku usaha berbasis budaya. Di tengah gelombang digitalisasi, banyak pelaku UMKM budaya yang belum mampu mengakses pasar daring.

“Banyak pelaku UMKM budaya yang memiliki produk unggulan, tapi mereka belum terkoneksi dengan pasar digital. Di sinilah negara perlu hadir, memberikan pelatihan, infrastruktur teknologi, serta membuka pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor,” tutur Andy Djoyo Budiman, Ketua Bidang Informasi dan Teknologi Akumandiri.

Berfoto bersama usai pertemuan Akumandiri dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon (Tagar.co/Istimewa)

Apresiasi dan Harapan Kolaborasi

Mendengar paparan tersebut, Menteri Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi. Ia menyatakan bahwa kementeriannya saat ini tengah mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk mengarusutamakan budaya dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan yang konstruktif, apalagi dari asosiasi seperti Akumandiri yang mewakili suara pelaku usaha langsung. Apa yang disampaikan hari ini akan kami masukkan dalam pertimbangan penyusunan kebijakan ke depan, termasuk dukungan nyata kepada UMKM yang menjaga dan melestarikan budaya bangsa,” kata Fadli Zon.

Pertemuan tersebut ditutup dengan semangat optimisme. Baik pemerintah maupun Akumandiri sepakat bahwa usaha mikro berbasis budaya perlu mendapat ruang yang lebih besar dalam ekosistem pembangunan ekonomi bangsa.

Baca Juga:  Ketika Tirai Disingkap: Nikmat Tertinggi Melihat Allah

Dengan sinergi yang kuat, budaya Indonesia tidak hanya akan tetap lestari, tetapi juga menjadi pilar ekonomi kreatif yang membuka lapangan kerja, memperkuat identitas nasional, dan menghadirkan peluang-peluang baru di tengah tantangan global. (#)

Jurnalis Dwi Taufan Hidayat Penyunting Mohammad Nurfatoni