Feature

Dari Lesehan ke Hati: Syawalan Penuh Cinta TK Aisyiyah 4 Ahmad Yani Kota Probolinggo

31
×

Dari Lesehan ke Hati: Syawalan Penuh Cinta TK Aisyiyah 4 Ahmad Yani Kota Probolinggo

Sebarkan artikel ini
Tanpa protokoler dan formalitas, syawalan kelompok A2 TK Aisyiyah 4 Ahmad Yani Kota Probolinggo menjadi momentum manis yang menguatkan ikatan antara anak, orang tua, dan sekolah dalam balutan kekeluargaan.
Kelompok A2 TK Aisyiyah IV Ahmad Yani sedang murajaah surat pendek pada acara syawalan, Jumat (18/4/2025)(Tagar.co/Ida Indrayani)

Tanpa protokoler dan formalitas, syawalan kelompok A2 TK Aisyiyah 4 Ahmad Yani Kota Probolinggo menjadi momentum manis yang menguatkan ikatan antara anak, orang tua, dan sekolah dalam balutan kekeluargaan.

Tagar.co Suasana Jumat sore (18/4/2025) di Dapur Subbah—sebuah tempat kuliner berinterior hijau dan penuh bunga di Kota Probolinggo—berubah menjadi momen yang penuh kehangatan. Kelompok A2 TK Aisyiyah 4 Ahmad Yani secara spontan menggelar acara syawalan yang tak hanya merekatkan hubungan antarkeluarga, tetapi juga mempererat sinergi antara orang tua dan sekolah.

Tak seperti acara formal kebanyakan, syawalan kali ini menghadirkan suasana lesehan yang nyaman. Ayah, ibu, anak, dan kakak-adik duduk santai di atas karpet hijau, menyatu dalam satu ruang kebersamaan.

Ada 70 orang mengisi ruangan yang dipenuhi bunga-bunga yang menempel dan bergelantungan di tiang dan sudut ruangan. Anak-anak berlarian dengan bebas, tertawa lepas, menambah semarak acara yang sederhana namun berkesan itu.

Tanpa protokoler dan formalitas, syawalan kelompok A2 TK Aisyiyah 4 Ahmad Yani Kota Probolinggo menjadi momentum manis yang menguatkan ikatan antara anak, orang tua, dan sekolah dalam balutan kekeluargaan.
Mesra makan bersama keluarga (Tagar.co/Ist

Acara dipandu oleh Ingrit Amiliana, ibunda Fathin ‘Asyqil Majanillah, yang menyampaikan bahwa syawalan ini bertujuan untuk menjalin silaturahim antara orang tua murid dan pihak sekolah. Ia kemudian mempersilakan Dina Istriani, ibunda dari Muhammad Tsaqif Malik Ibrahim sekaligus ketua panitia, untuk memberikan sambutan.

Baca Juga:  Daurah Usia Emas di Probolinggo: Menata Amal, Menjemput Husnul Khatimah

Baca juga: Mendekap Hikmah Ramadan: PKG PAUD Kedopok Gelar Kajian Tadabur Ayat Puasa

Dina mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran para orang tua yang menyempatkan waktu untuk hadir. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, khususnya para bunda TK, atas kesabaran dan ketulusan mereka mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang.

“Syawalan dadakan ini mungkin sederhana, tapi kami rasakan sangat bermakna. Terima kasih untuk semua walimurid atas partisipasinya. Semoga TK Aisyiyah 4 Ahmad Yani semakin jaya,” ujarnya.

Kepala TK Aisyiyah 4 Ahmad Yani, Hariyani, S.Pd., turut memberikan apresiasi atas inisiatif luar biasa dari para orang tua. “Saya kaget dengan ide ini. Antusiasme bapak ibu sungguh luar biasa. Terima kasih atas dukungan terhadap program sekolah. Semoga Allah membalas dengan rezeki yang berlimpah dan berkah,” tuturnya.

Foto bersama usai acara syawalan kelompok A2 TK Aisyiyah IV Ahmad Yani Kota Probolinggo, Jum’at (18/4/2025) (Tagar.co/Istimewa)

Sebelum menikmati sajian khas Dapur Subah, anak-anak menampilkan murajaah surat-surat pendek. Mereka duduk rapi, melantunkan istighfar, salawat Nabi, hingga ayat-ayat suci dengan suara polos yang menyentuh kalbu. Suasana menjadi syahdu, mengisi Jumat sore dengan nilai-nilai spiritual yang mendalam.

Baca Juga:  Masjid Al-Qasem IAD Diresmikan, Rektor: Mahasiswa Lebih Betah di Masjid daripada di Cafe

“Saya kehilangan kata-kata. Terima kasih teramat dalam. Bapak ibu kelompok A2 begitu kompak. Membersamai anak-anak dalam acara ini akan menjadi kenangan manis dan pelajaran positif bagi mereka,” ungkap Izza El Mila, wali kelas A2, dengan mata berkaca-kaca.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Fatoni, ayahanda Fathin. Ketika doa selesai, aroma masakan khas Dapur Subah mulai menyeruak. Anak-anak dengan riang mengambil makanan dan menyantapnya bersama keluarga mereka. Pemandangan penuh cinta dan kekeluargaan itu menjadi penutup yang indah dari sebuah syawalan yang sederhana namun membekas di hati. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni