
Serunya menaklukkan Teka-Teki Silang (TTS) Ramadan mewarnai PKDA Mugeb School. Sejak awal, para siswa bersorak riang mengetahui mereka akan memecahkan TTS.
Tagar.co – “Hore!” Sorak riang siswa SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb School) di kelas III Cairo memecah keheningan, Senin (17/3/2025) pagi.
Mereka bersorak gembira saat wali kelas Mar’atus Sholichah, S.Pd. mengumumkan hendak membagikan Teka-Teki Silang (TTS). TTS itu bertema Ramadhan. Permainan ini hadir di sela-sela kegiatan Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA).
Kemudian, Ustazah Mar’a—sapaan akrabnya—meminta para siswa duduk rapi di tempat masing-masing. Di tangannya, tergenggam tumpukan kertas yang membuat rasa penasaran siswa memuncak.
Raut wajah siswa yang semula tampak jenuh, seketika berubah ceria saat mengetahui kertas tersebut permainan TTS.
Lantas, dengan sigap, mereka menyiapkan pensil dan penghapus, “senjata” utama untuk menaklukkan TTS. Mar’a pun mulai membagikan lembar demi lembar TTS kepada para siswa.
Para siswa segera mencari posisi paling nyaman untuk mengerjakan TTS. Ada yang duduk tegak di kursi, ada pula yang memilih lesehan di lantai. Mereka memegang pensil di tangan kanannya dan menatap lembar TTS dengan tatapan fokus.
Selanjutnya, mereka mulai membaca soal-soal mendatar dan menurun yang tertera di kertas. “Kerjakan soal yang mudah dulu, nanti jawaban itu akan memberikan petunjuk untuk soal berikutnya,” ujar Mar’a memberikan tips.
Taklukkan Tantangan
Beberapa menit berlalu. Tangan-tangan kecil itu mulai lincah menggoreskan pensil, menandakan jawaban mereka temukan. Lantas, tak lama kemudian, tantangan mulai bermunculan.
“Haduh, jawabannya apa ya? Kok susah banget,” celetuk Ghaitsa Bilqis Ainun Rihlah, diikuti keluhan serupa dari teman-temannya.
Ternyata, soal tentang pengertian fidyah dan orang yang wajib membayarkannya menjadi momok yang paling banyak siswa keluhkan.
“Materi itu kan sudah kita bahas kemarin,” kata Mar’a sambil tersenyum, mencoba membangkitkan ingatan para siswa.
Muhammad Damar Nandana Kiswanto, salah satu siswa, tampak tengkurap di lantai kelas. Ia mengerjakan TTS dengan penuh konsentrasi. Ia mengetukkan pensil ke lantai, dahinya berkerut, tanda sedang berpikir keras.
“Aha! Aku sudah menemukan jawabannya nomor 16 menurun!” seru Damar tiba-tiba, memecah keheningan kelas. Perhatian teman-temannya pun sontak tertuju padanya.
Melihat Damar berhasil memecahkan soal yang dianggap sulit, semangat teman-temannya pun kembali berkobar. Mereka semakin tertantang untuk menemukan jawabannya.
Tak lama kemudian, Shabrina Amelia Larasati bergegas menghampiri Mar’a. Ia menyerahkan lembar TTS yang telah terisi penuh.
“Ustadzah, aku sudah selesai,” ujarnya dengan bangga.
Detik Terakhir
Suasana kelas semakin riuh dan seru. Di detik-detik terakhir waktu pengerjaan, Mar’a memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi. Mereka pun membentuk kelompok-kelompok kecil dan saling bertukar pikiran untuk menemukan jawaban yang tepat.
Setelah semua lembar TTS terkumpul, Mar’a bertanya kepada siswa, “Seru tidak memecahkan TTS?”
“Seru!” jawab mereka serempak.
Giandra Sakha Alkhalifi, salah satu siswa, mengungkapkan kegembiraannya setelah berhasil menyelesaikan TTS.
“Seru banget dan menantang juga ya memecahkan TTS. Besok-besok aku mau lagi,” tuturnya dengan antusias.
Kegiatan memecahkan Teka-teki Silang Ramadhan ini tidak hanya memberikan keseruan bagi siswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang efektif. Melalui TTS, siswa dapat mengasah pengetahuan mereka tentang materi-materi Ramadhan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. (#)
Jurnalis Mar’atus Sholichah Penyunting Sayyidah Nuriyah












