
Kaum Muda sebagai generasi penerus sangat dibutuhkan Muhammadiyah untuk menopang dan memproduksi kader-kader dengan pikiran cerdas, diri penuh dengan keimanan kepada Allah Swt dan berjiwa sosial kemasyarakatan.
Tagar.co – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo yang terdiri dari Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah sebagai organisasi kader yang khusus dibentuk Muhammadiyah, untuk melangsungkan dan mewujudkan cita-cita Muhammadiyah di kalangan kaum muda.
Demikian sambutan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Buduran Mugiono, S.Ag.,M.Pd saat membuka kegiatan Madrasah Kader kepada AMM Buduran, Sabtu (15/3/2025).
Dalam paparannya, dia menyampaikan, kaum Muda sebagai generasi penerus sangat dibutuhkan oleh Muhammadiyah untuk menopang dan memproduksi kader-kader dengan pikiran cerdas, diri penuh dengan keimanan kepada Allah Swt dan berjiwa sosial kemasyarakatan.
“Karena itu, anggota AMM terutama pengurusnya juga harus memiliki kelebihan terutama soal komunikasi dengan masyarakat agar mereka bisa menyampaikan apa yang menjadi cita-cita Muhammadiyah,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Buduran Hilmi Hidayatulloh P.A. Dia menyampaikan kegiatan ini difokuskan untuk membekali AMM Buduran yang masih minim anggotanya.
“AMM Buduran dengan jumlah yang bisa dikatakan seadanya ini kami berharap dapat menjadi pioneer berkembangnya Muhammadiyah di Kecamatan Buduran dengan bekal kemampuan pengetahuan dan skill yang mumpuni,” ucapnya.
Madrasah Kader yang bertempat di Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB ini terdapat 2 materi pengembangan diri atau upgrade skill, Yoga Adi Pratama seorang motivator dan influencer dengan Materi Teknik Publik Speaking yang Memukau serta Carlos Prawirosastro, M.Pd.I Dosen Ilmu Agama Islam Universitas Hangtuah dengan Materi Dakwah Modern.
Dalam materinya, Yoga Adi Pratama mengajak para peserta untuk memahami apa itu fungsi dan Teknik dalam Publik Speaking.
“Teknik public speaking yang memukau dapat dilakukan dengan mempersiapkan diri dengan baik, memahami audiens, dan menggunakan bahasa tubuh yang tepat,” katanya.

Menurut Yoga, anak muda apalagi kader Muhammadiyah harus mampu hadir ditengah Masyarakat dengan skill komunikasi yang mumpuni.
“Memiliki kemampuan komunikasi di depan umum sangat penting, oleh karenaya kemampuan public speaking penting karena melatih komunikasi efektif, membangun kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan persuasi dan membuka peluang dalam karir, dan kehidupan sosial,” tambahnya.
Sedangkan pada materi selanjutnya yakni Dakwah modern yang dipaparkan Carlos Prawirosastro mengupas perkembangan dakwah dari masa ke masa.
“Perkembangan dakwah Islam merangkumi perjalanan panjang dan dinamik, bermula dari zaman Nabi Muhammad SAW hingga ke era modern. Bahkan pada masa Rosulullah Dakwah bermula secara rahsia di kalangan keluarga dan sahabat terdekat,” paparnya memulai materi.
Namun saat ini, lanjutnya, dalam era yang serba modern dan digital, kita dihadapkan dengan situasi yang berbeda, situasi yang menuntut kita untuk dapat beradaptasi secara cepat untuk memanfaatkannya dalam metode dakwah.
“Dakwah Modern menjadikan kita harus dapat menggunakan fasilitas yang telah ada seperti halnya melalui media sosial. Pengunaan media sosial yang sangat meluas mempermudah para pendakwah untuk menyampaikan risalah islam kepada masyarakat luas,” ucapnya.
Dakwah modern adalah adaptasi dan inovasi metode dakwah Islam dalam menghadapi tantangan dan peluang di era modern dengan memanfaatkan teknologi.
Dalam sesi akhir materi Carlos menambahkan bahwa Dakwah Modern harus dapat menyesuaikan dengan keadaan generasi saat ini.
“Dakwah modern memerlukan pendekatan yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan konteks zaman. Dengan memanfaatkan teknologi dan mengembangkan metode yang efektif, dakwah Islam dapat terus berperan penting dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambahnya. (#)
Jurnalis Bayu Firdaus Penyunting Ichwan Arif












