
Hari terakhir Darul Arqam di SD Musix semakin seru! Sayembara menulis kisah Mushab bin Umair mengasah kreativitas siswa, hingga empat pemenang beruntung membawa pulang hadiah spesial Ramadan.
Tagar.co – Suasana penuh semangat mewarnai hari terakhir agenda Darul Arqam di SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya, Kamis (13/3/25). Selama empat hari, para siswa telah mengikuti serangkaian kegiatan edukatif yang dipuncaki dengan sayembara menulis tentang kisah inspiratif Mushab bin Umair, sahabat Nabi Muhammad Saw.
Hari terakhir Darul Arqam menjadi yang paling padat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jika biasanya kegiatan berakhir setelah salat Zuhur, kali ini para peserta bertahan hingga usai salat Tarawih.
Salah satu agenda utama adalah sesi bertajuk Karakter Sejati Siswa SD Musix, yang seharusnya dibawakan oleh Kepala Sekolah Munahar, S.H.I., M.Pd. Namun, karena berhalangan hadir, sesi ini digantikan oleh Anisa Herwati, S.Pd.I.
Sebagai kompensasi ketidakhadirannya, Munahar memberikan tantangan menarik kepada para peserta. “Karena tadi saya tidak bisa hadir, sebagai gantinya ustaz akan membuat sayembara untuk dua pemenang,” ujarnya usai salat Zuhur.
Kemudian, ia mulai berkisah tentang Mushab bin Umair, pemuda bangsawan Quraisy yang meninggalkan segala kemewahan demi menyebarkan Islam ke Yasrib (Madinah). Para peserta mendengarkan dengan saksama saat Munahar mengisahkan tantangan berat yang dihadapi Mushab, termasuk saat ia menghadapi kemarahan Usaid bin Hudhair, seorang pemuka Bani Asyhal.
“Tantangan besar dihadapinya, namun dengan kelembutan dan kebijaksanaan, Mushab berhasil mengajak banyak orang Madinah untuk menerima Islam. Saat musim haji tiba, banyak jamaah dari Madinah yang sudah memeluk agama ini,” kisah Munahar dengan penuh penghayatan.
Setelah kisah disampaikan, peserta diminta untuk menulis resume dalam waktu 15 menit. “Ditulis di buku atau di kertas, ustaz?” tanya salah seorang siswa. “Cukup di kertas saja, lalu dikumpulkan ke panitia,” jawabnya.
Usai salat Asar, empat pemenang diumumkan, terdiri dari dua peserta laki-laki dan dua perempuan. Mereka adalah:
- Adyasta Ghalibie Arisandi (6-A)
- Auliya Muhammad Daffa Al Haq (6-B)
- Almaira Shsmeen Qonita (6-B)
- Anisa Chandra Tyas Kinanti
“Saya sangat antusias mengikuti sayembara ini karena bisa berlatih merangkum dan mengingat kisah yang disampaikan Ustaz Munahar,” ujar Almaira Shsmeen Qonita dengan wajah sumringah.
Kemenangan mereka bukan sekadar penghargaan, tetapi juga pembelajaran tentang keberanian, keteguhan, dan kebijaksanaan dalam menyampaikan kebaikan. Dengan penuh suka cita, mereka pun membawa pulang hadiah yang menjadi ‘THR’ istimewa sebelum menyambut Idulfitri. (#)
Jurnalis Basirun Penyunting Mohammad Nurfatoni













